Nama : Mutiarani Sinaga
Jurusan : Sistem Informasi
Kelas : Malam
1. Carilah Keunggulan dan kelemahan dari setiap evolusi teori organisasi yang sudah kita bahas sebelumnya !
2. Dengan memahami perkembangan teori organisasi , manfaat apakah yang dapat diambil dalam kajian ilmiah ?
3. Menurut pendapat kamu , pendekatan / teori organisasi manakah yang lebih sesuai diterapkan pada perkembangan organisasi saat ini ?
JAWABAN :
1 .
a) Teori organisais klasik
Keunggulan :
·
Memiliki penggunaan disiplin, aturan dan
supervisi ketat untuk mengubah organisasi-organisasi agar beroperasi lebih
efisien.
·
Memiliki Organisasi yang secara umum
digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi, dan
tugas-tugasnya terspesialisasi.
·
Pembagian kerja yang terarah dapat
memberikan pengaruh positif terhadap kecakapan dan keahlian pekerja yang
bertambah karena seorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya.
Kelemahan :
·
Dalam teori ini biasanya terjadi masalah
pada pengorganisasian yang tidak tepat yang dapat dilihat dari refleksi
struktur yg tidak tepat dan ini dapat menyebabkan efisiensi dan efektif kerja
yang ada di perusahaan itu menjadi tidak produktif.
·
Banyaknya waktu yang terbuang bila
seseorang pindah dari pekerjaan ke pekerjaan lain dan orang tersebut harus
menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga akan menghambat kemajuan
dan keterampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
b) Teori organisasi Neoklasik
Keunggulan :
·
Menekankan hubungan informal dan
motivasi-motivasi non ekonomis yang beroperasi di dalam organisasi.
·
Manajemen dapat merancang hubungan dan
peraturan yang formal dan sebagainya, namun diciptakan juga pola hubungan
status, norma, dan hubungan informal yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan
sosial para anggota organisasi.
·
Memiliki perspektif sistem kerjasama
dalam karyanya, menjadi pijakan bagi organisasi yang dibangun dan memotivasi
para manajer dalam organisasi dalam berusaha agar tidak gagal dalam sistem
kerjasama.
·
Titik tekanan teori neoklasik ini yaitu
pada dua elemen pokok dalam organisasi, yaitu perilaku individu dan kelompok
pekerja.
Kelemahan :
·
Sejak pembagian kerja dilakukan, timbul
masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana pedoman kerja tidak
ada dan disiplin diri menjadi kurang.
·
Neoklasik menyatakan bahwa kapasitas dan
kekuasaan tak dapat dikompensasikan, karena bukan merupakan satu-satunya
hubungan.
·
Tentang struktur irganisasi, teori
neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya
pergeseran-pergeseran (frictions) internal di antara orang-orang yang
melaksanakan fungsi yang berbeda-beda.
·
Hubungan interaksi antara manajer dan
bawahan yang perlu dibina ,jika tidak dilakukan akan berpengaruh pada moral dan
efisiensi kerja yang akan memburuk dan hubungan manusiawi dalam organisasi jiga
memburuk.
c) Teori organisasi Modern
Keunggulan
·
Teori modern memiliki multidisiplin
dengan sumbangan dari berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan.
·
Teori modern bisa disebut sebagai teori
organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan
konsep-konsep yang lebih maju.
·
Teori modern menyebutkan bahwa kerja
suatu organisasi adalah sangat kompeleks, dinamis, multilevel,
multidimensional, multivariabel, dan probabilistic.
·
sedangkan Teori Modern menekankan pada
perpaduan & perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh.
Kelemahan
·
teori ini organisasi bukan system
tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi
merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin
survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan
lingkungan.
2. Dengan memahami perkembangan teori organisasi, kita dapat menghadapi perkembangan hidup yang sangat pesat, karena semua itu membutuhkan teori organisasi yang baik. Ketika manusia sudah semakin maju dan banyak hal yang harus diurus, tentu kebutuhan pokoknya adalah organisasi yang baik.
Dalam mengantisipasi masa depan yang penuh
ketidakpastian, organisasi yang belajar meskipun tetap menghadapi
ketidakpastian namun dapat lebih siap dan terbuka menghadapi apapun yang
terjadi didepannya. Dapat melihat unsur organisasi sebagai suatu kesatuan dan
saling ketergantungan.
Pertumbuhkembangan IPTEK, sosial, ekonomi, dan
lingkungan menimbulkan permasalan yang harus dihadapi organisasi menjadi
semakin luas dan kompleks. Permasalahan tersebut terus berkembang sesuai
percepatan perubahan yang terjadi.
Situasi yang terjadi menjadikan pembelajaran bahwa
permasalahan tidak tumbuh secara linier, dimana banyak seklai hal-hal yang
tidak pernah diduga sebelumnya. Dengan demikian organisasi dituntut untuk terus
menerus mempersiapkan dirinya mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan
perubahan. Pengalaman yang dialami berbagai organisasi di Negara maju
menunjukkan bahwa hanya organisasi yang secara konsisten terus meningkatkan
dirinya melalui pengembangan organisasi yang dapat bertahan.
Dalam kenyataannya organisasi seringkali terjadi
keadaan yang tidak mengalami pertumbuhan yang disebabkan keengganan manusia
untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan dis
equilibrium (hilangnya keseimbangan moral). Hal ini mengakibatkan penyakit
masyarakat atau tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam
organisasi sehingga perlu dilakukan pengembangan organisasi untuk melakukan
evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi. Pengembangan organisasi merupakan
proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan
tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang
optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan
Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas
keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan
perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
3 . Berdasarkan teori organisasi yang telah dibeberkan diatas kiranya ada sedikit kesulitan untuk menentukan teori organisasi yang banyak dipakai di indonesia. Namun secara kasat mata bahwa organisasi – organisasi di Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern. Organisasi di indonesia tidak menekankan analisis dan deskripsi sendiri – sendiri. Selain itu konsep dinamis, horizontal dan multidimensi yang ditunjukan sebagian organisasi di Indonesia semakin memperkuat pandangan bahwa teori organisasi yang diterapkan di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern. Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neoklasik.
Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur
organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa
dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan
yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan
lingkungan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus
bisa beradaptasi dengan lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar