Nama: Mutiarani Sinaga
Jurusan : Sistem Informasi
Kelas : Malam
1. Apa yang anda ketahui tentang nilai, sikap, dan kepuasan kerja, dan bagaimana hubungan keterkaitan ketiga variabel tersebut.
2. Bagaimana hubungan kepuasan kerja dengan produktivitas, kemungkinan kerja dan turnover karyawan!
3. Apa yang akan terjadi apabila karyawan atau anggota dalam organisasi tidak mampu mengelola emosinya dalam konteks waktu yang tepat?
Jawaban:
1. Nilai adalah keyakinan dasar dalam bentuk keadaan atau tindakan yang diyakini benar secara personal ataupun dalam lingkup sosial.
Sikap adalah pernyataan/penilaian evaluatif menyangkut benda, orang atau kejadian.
Sikap bisa bertolakbelakang dengan nilai, karena lebih tidak stabil dan mudah dipengaruhi dibandingkan dengan nilai.
Kepuasan Kerja
Bagaimana hubungan kepuasan kerja dengan produktivitas, kemangkiran dan keluar masuknya karyawan dalam perusahaan.
Hubungan keterkaitan ketiga variabel tersebut diatas adalah Apabila salah satu dari ketiga variabel tersebut tidak ada ataupun tidak tercapai, maka, tidak akan terjadi kerja sama yang baik dalam suatu organisasi. Semua saling berhubungan. Apabila, nilai ataupun sikap tidak tercapai, maka kepuasan kerja juga tidak akan tercapai. Jadi ketiga variabel ini saling berhubungan satu sama lain.
2. Berdasarkan hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas , maka karyawan yang puas cenderung memiliki produktivitas kerja yang tinggi dan produktivitas kerja akan berdampak pada kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan hasil persepsi dan interaksi antara karyawan dengan lingkungan kerjanya.
Aktivitas turnover karyawan itu sejatinya tidak bisa dihindari dan terbilang wajar. Bahkan cenderung menguntungkan perusahaan jika dilakukan dalam periode yang sewajarnya.
Lain cerita jika perusahaan terlalu sering gonta-ganti karyawan. Bisa-bisa perusahaan yang rugi. Tingkat turnover diukur berdasarkan jumlah tenaga kerja yang berhenti bekerja dalam periode waktu tertentu. karyawan tinggi bukanlah pertanda baik bagi perusahan. Bahkan perusahaan bisa saja merugi karena tingkat turnover karyawan terlampau tinggi.
3. Apabila karyawan atau anggota dalam organisasi tidak mampu mengelola emosinya dalam konteks waktu yang tepat maka, dapat mengurangi kinerja karyawan serta sebuah organisasi tidak dapat berjalan dengan baik yang mana nanti nya di mungkin kan tidak menghasilkan apa-apa. Hubungan dalam sebuah organisasi tersebut juga tidak akan kondusif seperti yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar