Rabu, 02 Desember 2020

UJIAN TENGAH SEMESTER ( GANJIL) - TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI KAMPUS MILLENIAL ITBI

 Nama : Mutiarani Sinaga 

Jurusan : Ssitem Informasi 

Kelas : Malam


SOAL UJIAN 

1.Apa yang dimaksud dengan Perilaku Organisasi dan berikan alasan mengapa kita harus mempelajari organisasi secara formal ? 

2. Pada dasarnya organisasi dapat didefenisikan menjadi beberapa kelompok , yaitu : Organisasi dalam arti Statis , Dinamis , Sistem Kerja Sama ,Sistem tata hubungan kerja , dan organisasi sebagai proses pembagian tugas . Coba jelaskan kelima defenisi tersebut ! 

3. Coba jelaskan keunggulan dan kelemahan dari setiap evolusi teori organisasi yang sudah kita bahas sebelumnya !

4. Menurut pendapat kamu pendekatan / teoriorganisasi manakah yang lebih sesuai diterapkan pada perkembangan organisasi saat ini ? 

5. Jelaskan lah 4 pendekatan yang digunakan dalam pengukuran efektifitas organisasi ! 

6. Apa itu MBO ( Manajemen By Objective ) jelaskan bagaimana contoh pelaksanaan pendekatan tersebut disebuah organisasi (misalnya. Perusahaan ) ?

7. Menurut kamu , apa itu kepribadian dan mengapa lingkungan merupakan salah satu determinan kepribadian ? 

8. Menurut pemahaman kamu , bagaimana hubungan kepuasan kerja dengan prouktivits , kemangkiran kerja , dan turnover karyawan ? 

9. Apa yang terjadi apabila karyawan atau anggota dalam organisasi tidak mampu mengelola emosinya dalam konteks waktu yang tepat ? 

10. Jelaskan secara ringkas inti dari jurnal yang kamu review / ringkas sebelumnya ? 


Jawaban: 


1.  Perilaku Organisasi adalah penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang, individu, dan kelompok bertindak dan bereaksi dalam suatu organisasi, untuk mencapai dan mencapai kualitas kinerja tertinggi, dan hasil yang dominan. Perilaku Organisasi mempelajari pengaruh dan dampak yang dimiliki individu, kelompok, dan struktur organisasi terhadap perilaku di dalam organisasi untuk tujuan meningkatkan efektivitas organisasi.

Alasan mengapa kita harus mempelajari organisasi secara formal: 

a). Kompetisi Yang Semakin Ketat
Jika kita perhatikan saat ini, kompetisi yang ada semakin ketat. Sebuah perusahaan atau organisasi tidak bisa menganggap sebelah mata kompetitornya karena kelengahan sedikit dapat membuat ketertinggalan. Agar bisa memenangkan kompetisi atau setidaknya tidak tertinggal dari kompetisi, diperlukan proses belajar yang terus menerus.

b).Sinergi Antar Anggota Tim
Hampir tidak ada pekerjaan yang sama sekali tidak membutuhkan orang lain. Terlebih dalam organisasi yang baik, maka kekuatan utamanya terletak pada bagaimana menciptakan sinergi diantara anggota tim yang ada. Masing-masing orang belajar dan membawa hasil belajarnya untuk saling menyokong dan memperkokoh tim.

c). Perubahan Yang Sangat Cepat
Perubahan di dunia bisnis secara umum terjadi sangat cepat. Sesuatu bisa menjadi tren untuk kemudian secara tiba-tiba tergantikan dengan tren lainnya. Sebuah penemuan demi penemuan terus menerus terjadi dan saling menguatkan serta menggantikan satu sama lain. Untuk menghadapi perubahan tentu saja diperlukan kemampuan belajar dari situasi yang ada sehingga dapat menghadapi segala perubahan dengan percaya diri.

d).Mengantisipasi Masa Depan Yang Penuh Ketidakpastian
Siapa yang menyangka akhirnya ekonomi raksasa seperti Amerika Serikat dapat runtuh gara-gara kredit perumahan (sub-prime mortgage)? Siapa yang mampu menebak arah bisnis dan perekonomian 10 tahun mendatang. Ya, manusia harus sadar bahwa hari esok penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Organisasi yang belajar, meskipun tetap menghadapi ketidakpastian, namun lebih siap dan terbuka menghadapi apapun yang terjadi ke depannya.

2. PENGERTIAN ORGANISASI

Berbagai literatur tentang organisasi dan manajemen telah memberikan definisi tentang organisasi, dengan berbagai cara, tergantung segi tinjauan atau pendekatannya. Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu statis dan dinamis.
ORGANISASI DALAM ARTI STATIS
Organisasi dalam arti statis berarti melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam. Dengan kata lain melihat organisasi itu seperti yang tergambar dalam bagan(organoprogram) yang beraneka ragam.
            Ada berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti statis, antara lain :
1)    Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai alat(tool) yang berarti
a)    Organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
b)   Organisasi merupakan wadah daripada sekelompok orang yang mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
c)    Organisasi sebagai wadah dimana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan manajemen ini bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manejemen.
2)   Organisasi dipandang sebagai jaringan dan hubungan kerja yang bersifat formal seperti yang tergambar dalam suatu bagan dengan mempergunakan kotak-kotak yang beraneka ragam.
3)   Organisasi dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan atau jabatan yang menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang, garis komando dan garis tanggungjawab.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa organisasi dalam arti statis merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan wewenang, garis komando dan tanggung jawab.


ORGANISASI DALAM ARTI DINAMIS
Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis. Memandang organisasi sebagai organisme yang dinamis berarti memandang organisasi tidak hanya dari segi bentuk dan wujudnya, tetapi melihat juga organisasi itu dari segi isinya. Isi dari organisasi tersebut ialah sekelompok orang yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan kata lain organisasi dinamis berarti menyoroti aktivitas yang ada di dalam organisasi, serta segala macam aspek yang berhubungan dengan usaha pencapaian tujuan yang hendak dicapai.
Macam pandangan tentang organisasi dalam arti dinamis, sebagai berikut :
1)    Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu selalu bergerak mengadakan pembagian tugas/pekerjaan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan serta sesuai pula dengan lingkup dari organisasi tersebut.
2)   Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi itu dari segi isinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi organisasi dalam arti dinmis menyoroti unsur manusia yang ada didalamnya. Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi karena hanya manusialah yang memiliki sifat kedinamisan.
Organisasi dalam arti dinamis selalu dihadapkan kepada 2 macam kemungkinan, yaitu:
1)    Kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang, yang berarti organisasi itu selalu bergerak untuk tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan zaman. Pertumbuhan dan perkembangan organisasi dapat bersifat kuantitatif dan kualitatif. Yang lebih penting adalah pertumbuhan dan perkembangan organisasi yang bersifati kualitatif.
2)   Kemungkinan organisasi itu akan mati. Hal ini merupakan ancaman dan tantangan yang mau tidak mau harus dapat diatasi.
Kematian organisasi merupakan tantangan dalam arti bahwa orang-orang yang bergabung dalam organisasi itu dihadapkan dengan berbagai masalah atau persoalan dalam tingkat atau kadar persoalan yang berbeda-beda. Setiap masalah harus dapat diatasi, karena bila tidak dapat diatasi akan menjadi hambatan atas jalannya organisasi. Kematian organisasi merupakan ancaman, yang berarti segenap aspirasi yang ditampung dalam organisasi akan bubar berantakan.
Organisasi sebagai proses juga memandang organisasi dari segi interaction antara orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Interaksi tersebut dapat berlangsung secaara formal dan informal.
Hubungan formal adalah hubungan-hubungan yang mengikuti pola seperti yang telah diatur dalam dasar hukum pendirian organisasi, sesuai struktur organisasi, seperti yang telah ditetapkan secara resmi oleh pimpinan.
Hubungan informal adalah hubungan-hubungan yang terjadi dalam organisasi yang tidak terikat oleh dasar hukum pendirian organisasi, tidak terikat oleh struktur organisasi, tidak terikat oleh hirariki dan tidak terikat oleh aturan-aturan yang ditetapkan secara resmi oleh pemimpin organisasi.
Kesimpulannya, organisasi itu tidak hanya sekedar wadah saja, tetapi juga sebagai sistem kerja-sama sebagai siste, tata-hubungan kerja, dan sebagai proses pembagian tugas.

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM KERJASAMA
Sistem adalah suatu keseluruhan yang sangan rumit dari berbagai unsur atau faktor/hal yang saling berhubungan dan saling ketergantungan antara yang satu dengan lainnya sehingga semua unsur atau semua faktor atau semua hal itu merupakan suatu kesatuan atau merupakan suatu kebulatan yang utuh.
Kerjasama merupakan suatu bentuk perwujudan daripada hubungan dua orang atau lebih dalam usaha mencapai tujuan bersama. Jadi tujuan daripada orang-orang melakukan kerjasama ialah untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama mereka. Agar orang-orang yang bekerjasama itu dapat mencapai tujuan maka perlu adanya hubungan yang baik.
Apabila tujuan yang akan dicapai itu sedemikian kompleks, hal itu akan mengakibatkan timbulnya jaringan hubungan kerja yang sangat kompleks dan rumit, sehingga memerlukan perumusan kerja yang lebih baik. Dengan demikian setiap orang yang tergabung dalam suatu bentuk kerjasama mempunyai peran yang diikuti dengan peratanggung jawaban.

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM TATA-HUBUNGAN KERJA
Tata hubungan kerja ialah hubungan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di dalam suatu situasi kelompok untuk mengadakan kerjasama dalam usaha mencalai tujuan bersama. Yang dimaksud stuasi kelompok adalah suatu kelompok yang anggotanya dapat mengadakan interaksi dalam waktu yang sama sehingga terjalin suatu hubungan yang sangat erat. Lawan dari situasi kelompok adalah situasi kebersamaan, yaitu kelompok dimana orang yang bnerada dalam kelompok saling tidak mengenal sebelumnya.
Taa-hubungan dapat bersifat pribadi, formal, informal langsung atau secara tidak langsung. Apabila kegiatan dalam kelompok itu semakin kompleks, maka diperlukan sistem pembagian tugas, ketentuan atau peraturan yang harus ditaati dan dijalankan oleh setiap anggota. Dengan demikian tata-hubungan tidak hanya berlangsung secara pribadi, formal, informal langsung dan tidak langsung, tetapi dapat berlangsung pula secara struktural, hirarki, vertikal, horizontal dan diagonal.
1)    Tata hubungan pribadi, adalah tata-hubungan yang berlangsung antar pribadi satu dengan satu.
2)   Tata hubungan formal, adalah tata-hubungan yang berlangsung dengan mengikuti suatu pola atau aturan yang telah ditentukan.
3)   Tata hubungan informal, adalah tata-hubungan yang tidak mengikuti atau menyimpang dari aturan atau ketentuan formal yang telah ditetapkan.
4)   Tata hubungan langsung, adalah tata hubungan yang tidak dipisahkan oleh jarak. Media yang dipergunakan antara lain wawancara, rapat, ceramah, dll.
5)   Tata hubungan tidak langsung, adalah tata-hubungan yang dipisahkan oleh jarak. Media yang dipergunakan misalnya ;telepon, internet, surat dan memo.
6)   Tata hubungan struktural/hirarki, adalah tata-hubungan yang mengikuti saluran secara hirarkis seperti yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi.
7)   Tata hubungan vertikal, adaah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan dengan bawahan atau sebaliknya. Dengan demikian tata-hubungan ertikal dapat berlangsung secara up word dan secara down word.
a)    Up word, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara bawahan dengan pimpinan atau antara instansi yang lebih rendah dengan yang lebih tinggi. Bawahan atau instansi yang lebih rendah merupakan bawahan langsung dari pimpinan atau instansi yang lebih tinggi.
b)   Down word, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan dengan bawahan ata instansi yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah. Atasan/pemimpin atau instansi yang lebih tinggi merupakan atasan langsung dari bawahan atau instansi yang lebih rendah.
8)   Tata hubungan horizontal, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan yang setingkat, antara bawahan dengan bawahan, dan dengan instansi yang setingkat.
9)   Tata hubungan diagonal, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara atasan dengan bawahan dan sebaliknya, atau antara instansi yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah. Tata-hubungan diagonal dengan demikian juga dapat bersifat up word dan down word.
Berbagai macam bentuk hubungan tersebut harus dibina dan dikembangkan guna menciptakan sistem kerjasama yang baik dan serasi antara para anggota atau antar unit, antar satuan kerja yang ada didalam organisasi.
Kerjasama dan tujuan bersama merupakan dua unsur penting suatu organisasi. Akan tetapi kedua unsur tersebut akan terwujud apabila didukung oleh suatu sistem tata-hubungan kerja yang baik. Mengingat tata-hubungan kerja itu berlangsung dalam suatu situasi kelompok yang masing-masing pihak bekerja dan satu sama lain saling bekerjasama guna mewujudkan tujuan bersama, maka tata-hubungan kerja itu akan menimbulkan suatu jaringan kerja yang sangat kompleks.

ORGANISASI SEBAGAI PROSES PEMBAGIAN TUGAS
       Setiap bentuk kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama perlu memiliki sstem pembagian tugas. Adanya kerjasama yasng baik tidak menjamin keberhasilan pencapaian tujuan. Dalam proses pembagian tugas terdapat berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan yaitu :
1)    Menetapkan berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan dalam organisasi, meliputi bidang apa saja dan setiap bidang biasanya memerlukan jenis kegiatan tersendiri.
2)   Menghimpun secara teratur bagian-bagian yang saling bergantung satu sama lain.
3)   Mengelompokan jenis pekerjaan yang sama dalam suatu kelompok sendiri, untuk ditangani atau dikelola oleh orang-orang tertentu.
4)   Mengadakan pencarian hubungan yang ada dari setiap jenis pekerjaan.
5)   Menunjuk bagian dan orang yang diserahi tugas untuk memikul tugas dan tanggungjawab dalam suatu bidang tertentu.
6)   Merumuskan fungsi-fungsi yang harus dijalankan bagian atau orang-oran tersebut. Juga harus ditentukan sampai dimana tugas, kewajiban, wewenang, dan tanggung jawab mereka masing-masing.

3.  a)  Teori organisais klasik

 Keunggulan :

·         Memiliki penggunaan disiplin, aturan dan supervisi ketat untuk mengubah organisasi-organisasi agar beroperasi lebih efisien.

·         Memiliki Organisasi yang secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi, dan tugas-tugasnya terspesialisasi.

·         Pembagian kerja yang terarah dapat memberikan pengaruh positif terhadap kecakapan dan keahlian pekerja yang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya.

 

Kelemahan :

·         Dalam teori ini biasanya terjadi masalah pada pengorganisasian yang tidak tepat yang dapat dilihat dari refleksi struktur yg tidak tepat dan ini dapat menyebabkan efisiensi dan efektif kerja yang ada di perusahaan itu menjadi tidak produktif.

·         Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang pindah dari pekerjaan ke pekerjaan lain dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga akan menghambat kemajuan dan keterampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.

b) Teori organisasi Neoklasik          

Keunggulan :

·         Menekankan hubungan informal dan motivasi-motivasi non ekonomis yang beroperasi di dalam organisasi.

·         Manajemen dapat merancang hubungan dan peraturan yang formal dan sebagainya, namun diciptakan juga pola hubungan status, norma, dan hubungan informal yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sosial para anggota organisasi.

·         Memiliki perspektif sistem kerjasama dalam karyanya, menjadi pijakan bagi organisasi yang dibangun dan memotivasi para manajer dalam organisasi dalam berusaha agar tidak gagal dalam sistem kerjasama.

·         Titik tekanan teori neoklasik ini yaitu pada dua elemen pokok dalam organisasi, yaitu perilaku individu dan kelompok pekerja.

Kelemahan :

·         Sejak pembagian kerja dilakukan, timbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana pedoman kerja tidak ada dan disiplin diri menjadi kurang.

·         Neoklasik menyatakan bahwa kapasitas dan kekuasaan tak dapat dikompensasikan, karena bukan merupakan satu-satunya hubungan.

·         Tentang struktur irganisasi, teori neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions) internal di antara orang-orang yang melaksanakan fungsi yang berbeda-beda.

·         Hubungan interaksi antara manajer dan bawahan yang perlu dibina ,jika tidak dilakukan akan berpengaruh pada moral dan efisiensi kerja yang akan memburuk dan hubungan manusiawi dalam organisasi jiga memburuk.

c) Teori organisasi Modern

Keunggulan

·         Teori modern memiliki multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan.

·         Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju.

·         Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompeleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariabel, dan probabilistic.

·         sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan & perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh.

Kelemahan

·         teori ini organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

 4.  Organisasi – organisasi di Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern. Organisasi di indonesia tidak menekankan analisis dan deskripsi sendiri – sendiri. Selain itu konsep dinamis, horizontal dan multidimensi yang ditunjukan sebagian organisasi di Indonesia semakin memperkuat pandangan bahwa teori organisasi yang diterapkan di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern.  Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neoklasik.

Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

 5. 4 model nilai-nilai efektivitas suatu organisasi yaitu :

1)       Pendekatan sumber daya system (sistems resource approach) dalam efektifitas organisasi berfokus pada sejauh mana organisasi dapat memperoleh seumber-sumber daya yang diperlukan. Suatu perusahaan yang dapat memperoleh bahan baku ketika terjadi kelangkaan adalah efektif menurut perspektif ini., pendekatan ini berfokus pada input.

2)      Pendekatan proses internal (internal process approach) berkaitan dengan mekanisme internal dari organisasi dan berfokus pada meminimalisir ketegangan, mengingrasikan individu dan organisasi, dan melaksanakan operasi secara lancer dan efisien, pendekatan ini berfokus pada proses transformasi.

3)      Pendekatan Tujuan (Goal approach) berfokus pada tingkat dimana suatu organisasi mencapai tujuannya, pendekatan ini berfokus pada output.

4)      Pendekatan Konstituensi strategis (Strategic Contituencies approach) berfokus pada kelompok yang memiliki kepentingan organisasi, menurut pandangan ini, efektifitas adalah sejauh mana organisasi berhasil memuaskan permintaan dan ekspektasi dari semua kelompok ini, pendekatan ini berfokus pada umpan balik.

6. Management by Objectives (MBO) adalah metode penilaian kinerja karyawan yang berorientasi pada pencapaian sasaran kerja. Secara umum esensi sistem MBO, terletak pada penetapan tujuan-tujuan umum oleh para manajer dan bawahan yang bekerja bersama, penentuan bidang utama setiap individu yang hasilnya dirumuskan secara jelas dalam bentuk hasil-hasil (sasaran) yang dapat diukur dan diharapkan, dan ukuran penggunaan ukuran-ukuran tersebut sebagai satuan pedoman pengoperasian satuan-satuan kerja serta penilaian masing penilaian sumbangan masing-masing anggota. Pada metode MBO, setiap individu karyawan memiliki sasaran kerjanya masing-masing, yang bersesuaian dengan sasaran kerja unitnya untuk satu periode kerja. Penilaian kinerja dalam metode MBO dilakukan di akhir periode mengacu pada realisasi sasaran kerja.

Contoh Penerapan MBO di Perusahaan

Contoh MBO didasari oleh karakteristik berupa SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Specific).

Beberapa langkah yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam contoh rancangan MBO dalam perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Menentukan sasaran dan tujuan perusahaan bersangkutan
  • Selain secara umun, tujuan dan sasaran bagi tiap-tiap SDA dan departemen juga harus ditentukan
  • Mengontrol pelaksanaan kinerja karyawan dan pengembangannya
  • Mengevaluasi setiap hasil kinerja karyawan dan prosesnya
  • Memberikan Feedback (Umpan Balik)
  • Memberikan Award (Penghargaan) bagi departemen, pisi ataupun inpidu karyawan yang berhasil mencapai target yang ditetapkan.
7. Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”.

Penelitian mengatakan bahwa kepribadian dibentuk dari berbagai macam faktor baik genetik maupun lingkungan. Kita bisa melihat adanya perbedaan karakter kepribadian antara satu orang dengan orang yang lain walaupun orang tersebut lahir dari ibu dan tinggal di keluarga yang sama.

Faktor genetik dianggap mempunyai pengaruh terhadap karakteristik kepribadian tertentu yang kemudian dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan termasuk pola asuh dalam keluarga. 

Lingkungan tentunya akan mempengaruhi karakteristik kepribadian juga. Itulah mengapa disarankan kita mendapatkan untuk mengambil sesuatu yang positif di lingkungan kita, lingkungan kita juga mempunyai pengaruh dalam perkembangan kepribadian kita ke depannya.

8. Berdasarkan hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas , maka karyawan yang puas cenderung memiliki produktivitas kerja yang tinggi dan produktivitas kerja akan berdampak pada kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan hasil persepsi dan interaksi antara karyawan dengan lingkungan kerjanya. 

Aktivitas turnover karyawan itu sejatinya tidak bisa dihindari dan terbilang wajar. Bahkan cenderung menguntungkan perusahaan jika dilakukan dalam periode yang sewajarnya.

Lain cerita jika perusahaan terlalu sering gonta-ganti karyawan. Bisa-bisa perusahaan yang rugi. Tingkat turnover diukur berdasarkan jumlah tenaga kerja yang berhenti bekerja dalam periode waktu tertentu. karyawan tinggi bukanlah pertanda baik bagi perusahan. Bahkan perusahaan bisa saja merugi karena tingkat turnover karyawan terlampau tinggi.

9.  Apabila karyawan atau anggota dalam organisasi tidak mampu mengelola emosinya dalam konteks waktu yang tepat maka, dapat mengurangi kinerja karyawan serta sebuah organisasi tidak dapat berjalan dengan baik yang mana nanti nya di mungkin kan tidak menghasilkan apa-apa. Hubungan dalam sebuah organisasi tersebut juga tidak akan kondusif seperti yang diinginkan. 

10. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam