Pengeluaran agregat menyediakan satu cara untuk menghitung jumlah total semua aktivitas ekonomi dalam suatu perekonomian, yang disebut sebagai produk domestik bruto suatu perekonomian. Produk domestik bruto dihitung melalui model pengeluaran agregat , juga dikenal sebagai persilangan Keynesian. AE juga digunakan dalam model permintaan agregat - penawaran agregat yang memajukan model pengeluaran agregat dengan memasukkan perubahan harga.
Permintaan agregat (AD) mengacu pada jumlah total barang yang diminta dalam suatu perekonomian selama suatu periode dan dengan demikian AD ditentukan oleh total pengeluaran yang direncanakan dalam suatu perekonomian untuk tingkat harga tertentu.
Berbagai aliran pemikiran menggunakan berbagai komponen untuk menghasilkan Pengeluaran Agregat. Aliran utama pemikiran ekonomi, yaitu ekonom klasik dan Keynesian, menggunakan komponen berikut:
- Konsumsi
Konsumsi adalah konsumsi rumah tangga selama suatu periode waktu tertentu. Konsumsi rumah tangga total dapat dibagi menjadi dua bagian: Konsumsi Otonom dan Konsumsi Induksi. Konsumsi Otonom adalah jumlah konsumsi berapapun jumlah pendapatannya; oleh karena itu, meskipun pendapatan nol, konsumsi otonom adalah konsumsi total. Konsumsi yang diinduksi mengacu pada tingkat konsumsi yang bergantung pada tingkat pendapatan.
- Investasi
Investasi adalah jumlah pengeluaran barang modal. Investasi adalah pengeluaran atas barang-barang yang diharapkan menghasilkan pengembalian atau meningkatkan nilainya sendiri dari waktu ke waktu. Pengeluaran investasi dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, investasi terencana dan investasi tidak terencana. Dalam jangka panjang, jumlah perbedaan dalam investasi yang tidak direncanakan akan sama dengan nol saat perekonomian mendekati ekuilibrium.
- Pengeluaran Pemerintah
Model Keynesian menyebarkan keadaan aktif untuk mengontrol dan mengatur perekonomian. Pemerintah dapat melakukan pengeluaran dalam hal infrastruktur, dan dengan demikian meningkatkan total pengeluaran dalam perekonomian seperti yang dianjurkan oleh Keynes. Pembayaran transfer (seperti pensiun dan tunjangan pengangguran) tidak termasuk dalam G karena itu berarti penghitungan ganda.
- Ekspor Neto
Dalam perekonomian terbuka, total pengeluaran dalam perekonomian juga termasuk komponen ekspor neto, yaitu total ekspor dikurangi total impor.
Pendapatan adalah jumlah dari berbagai komponen pendapatan upah, pendapatan laba, dan pendapatan sewa.
3. Siklus ini menjelaskan bagaimana kegiatan perekonomian dalam suatu negara. Dalam kegiatan ekonomi terjadi aliran-aliran faktor-faktor produksi, pendapatan, barang-barang dan pengeluaran diantara sektor-sektor yang melakukan kegiatan ekonomi. Dalam hal ini yang terlibat sebagai pelaku ekonomi terdiri atas tiga sektor yaitu Rumah Tangga, Pemerintah dan Perusahaan baik swasta ataupun milik pemerintah.
Pada dasarnya pelaku inti dari kegiatan ekonomi itu sendiri adalah masyarakat dari sektor rumah tangga. Sebagai pemilik faktor-faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal, dan keahlian) mereka akan menawarkan sumber daya yang kemudian oleh pengusaha atau produsen disambut baik untuk menghasilkan barang dan jasa. Produsen akan memberikan pendapatan berupa upah dan gaji untuk tenaga kerja, sewa untuk tanah, bunga untuk modal dan laba atau keuntungan untuk keahlian. Aliran yang terjadi di sini adalah aliran berupa uang.
Kemudian masyarakat yang mendapatkan upah ini akan mengalokasikan pendapatannya dengan membeli hasil penjualan produk barang dan jasa untuk konsumsi. Terjadi aliran berupa uang yang masuk ke produsen dari kegiatan ini. Namun tidak semua masyarakat memilih untuk membelanjakan habis uangnya untuk kegiatan konsumsi. Ada juga mereka yang memilih untuk menggunakan pendapatanya untuk menabung yang dalam hal ini perlu peran lembaga keuangan (bank). Dalam hal ini bank akan menghimpun dana masyarakat dan memberikan bunga sebagai timbal balik kepada masyarakat yang telah menyimpan dananya ke bank.
Produsen tentunya membutuhkan dana yang kemudian bisa diperoleh dari masyarakat yang secara langsung telah membeli barang atau jasa yang mereka hasilkan. Namun bisa juga diperoleh dari investasi yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
Hal inilah yang kemudian melibatkan lembaga keuangan yang juga bisa memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat. Pinjaman tersebutlah yang kemudian bisa digunakan oleh masyarakat untuk berinvestasi yang kemudian bisa dilakukan dengan menanamkan modalnya di perusahaan (produsen) atau bisa juga dengan membeli saham di pasar modal.
Disamping itu semua, pendapatan yang diterima masyarakat ada juga yang harus dilakukan untuk pembayaran pajak. Kemudian dari sinilah muncul peran serta pemerintah untuk membantu kegiatan ekonomi dalam suatu negara agar terhubung antara satu pihak dengan pihak yang lainnya. Pemerintah memperoleh pajak yang dibayarkan oleh masyarakata (pajak individu) dan dari produsen (pajak perusahan). Pajak-pajak yang dikumpulkan inilah yang kemudian dikelola oleh pemerintah dan kemudian dikeluarkan sebagai subsidi yang sasarannya adalah masyarakat itu sendiri. Maka jelaslah bagaimana siklus ini saling berhubungan antara satu dan lainnya.
Disamping itu peran pemerintah adalah untuk menjalankan kebijakan-kebijakan yang dalam hal ini terdiri atas dua hal yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah menyangkut bagaimana langkah-langkah dan strategi pemerintah dalam mengalokasikan pengeluarannya dan bagaimana sistem pemerintah dalam mengumpulkan pajak yang diperoleh dari masyarakat. Sementara itu untuk kebijakan moneter itu sendiri adalah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan bagaimana langkah-langkah pemerintah untuk mempegaruhi situasi keuangan dalam perekonomian, yang menyangkut masalah suku bunga, operasi-operasi bank dan mengatur jumlah uang uang yang berededar.
Pemerintah juga berperan dalam membuat peraturan-peraturan yang bertujuan agar kegiatan-kegiatan perekonomian di suatu negara bisa berjalan secara wajar dan tidak merugikan pihak manapun. Contohnya yang berkaitan dengan bagaimana kegitaan pendirian industri, kegiatan ekspor impot, perbaikan lalu lintas, pengembangan perusahaan dan berbagai aspek kegiatan ekonomi lainnya.
Inilah yang dinamakan bagaimana alur atau siklus kegiatan ekonomi tiga sektor yaitu rumah tangga (masyarakat) , perusahaan (produsen) dan pemerintah. Dimana ketiganya saling berhubungan dan memberikan kontribusi satu sama lainnya. Yang kemudian digambarkan dalam sebuah diagram yang dinamakan sirkulasi aliran pendapatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar