A. TEORI MOTIVASI (PERTEMUAN KE-8)
Motivasi di tempat kerja • Teori klasik • Teori perilaku • Teori motivasi kontemporer
1. Teori Klasik
Pekerja hanya termotivasi semata- mata karena uang.
2. Teori Perilaku Gejala Hawthorne :Kecenderungan meningkatnya produktivitas apabila para pekerja yakin mereka menerima perhatian khusus dari manajemen.
3. Teori motivasi kontemporer
- Teori X Orang-orang sesungguhnya malas dan tidak mau bekerja sama.
- Teori Y Orang-orang sesungguhnya energik, berorientasi kepada perkembangan, memotivasi diri sendiri, dan tertarik untuk menjadi produktif.
- Hirarkhi Kebutuhan Maslow
Self,Actualization,needs,Esteem needs,Security needs,Social needs,Physiological, needs.
- Teori Motivasi Dua Faktor
1. Motivation Factors •Pencapaian •Penghargaan •Pekerjaan itu sendiri •Tanggungjawab •Kemajuan dan pertumbuhan
2. Hygiene Factors •Penyelia •Kondisi kerja •Hubungan interpersonal •Upah dan keamanan •Kebijakan dan administrasi
4.Expectancy Theory
Orang-orang termotivasi bekerja untuk mendapatkan reward yang mereka inginkan dan yang mereka percaya bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk meraihnya.
5. Equity Theory Orang-orang mengevaluasi perlakuan majikan terhadap mereka dibandingkan dengan perlakuan majikan tersebut terhadap orang-orang lain.
Strategi meningkatkan kepuasan kerja dan moral
• Teori reinforcement dan modifikasi perilaku, Perilaku dapat didorong atau dikurangi dengan cara memberikan secara berturut- turut, reward dan punishment.
• Management by objectives,Serangkaian prosedur yang mencakup manajer dan bawahannya dalam menetapkan tujuan dan mengevaluasi kemajuan.
• Manajemen Partisipatip dan pemberdayaan, Metoda meningkatkan kepuasan kerja dengan cara memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memberi suara dalam manajemen pekerjaannya.
• Pengayaan pekerjaan dan desain ulang pekerjaan,
• Memodifikasi jadwal kerja
Kepemimpinan
Proses memotivasi orang lain untuk berusaha memenuhi tujuan-tujuan tertentu.
B.(PERTEMUAN KE-9)
PENGERTIAN MOTIVASI
Motivasi berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan.Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya.
TUJUAN MOTIVASI Tujuan motivasi menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:146) adalah sebagai berikut: Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan. Meningkatkan kedisiplinan karyawan. Mengefektifkan pengadaan karyawan. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik. Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan. Meningkatkan kesejahteraan karyawan. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas- tugasnya. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.
ELEMEN PENGGERAK MOTIVASI
Motivasi seseorang menurut Sagir (1985: 97-99) biasanya meliputi hal – hal berikut.
Kinerja (Achievement)
Penghargaan (Recognition)
Tantangan (Challege)
Tanggung Jawab (Responsibility)
Pengembangan (Development)
Keterlibatan (Involvement)
Kesempatan (Opportunity)
TEORI MOTIVASI
Teori Hierarki Kebutuhan Menurut Abraham H.
Maslow
Teori dua faktor menurut Frederick Herzberg
Teori Kebutuhan Menurut David C. McClelland)
Teori Harapan (Expectancy Theory)
Teori Keadilan (Equity Theory)
Teori Peguatan(Reinforcement Theory)
Dll
C. PERILAKU KELOMPOK (PERTEMUAN KE-10)
Kelompok
kelompok dapat didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling bergantung, bergabung untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Robbins, 2008).
Teori Pembentukan Kelompok :
1. Teori Kedekatan (Propinquity Theory)
Teori ini menyatakan bahwa seseorang behubungan dengan orang lain dikarenakan adanya kedekatan ruang dan daerahnya (Spatial and Geographical Proximity).
2. Teori Komprehensif (Comprehensive Theory)
Menurut teori ini terbentuknya kelompok didasarkan pada aktivitas,interaksi-interaksi, dan sintimen (perasaan/emosi) yang satu sama lain berhubungan secara langsung.
3. Teori Keseimbangan (A Balance Theory)
Teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik pada orang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap dalam menanggapi suatu tujuan yang relevan satu sama lain.
4. Teori Didasarkan Atas Alasan Praktis (Practicalities of Group Formation)
Teori ini menyatakan bahwa suatu organisasi dapat mengelompok dikarenakan alasan ekonomi, keamanan, atau alasan-alasan sosial lainnya yang bersifat praktis.
Bentuk Kelompok :
1. Kelompok Primer (Primery Group)
Kelompok yang disifati dengan adanya keakraban, kerjasama, dan hubungan tatap muka yang merupakan dasar dalam pembentukan sifat sosial dan cita-cita individu.
2. Kelompok Formal dan Informal
- Kelompok Formal, adalah kelompok yang sengaja dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu yang anggotanya diangkat oleh organisasi.
Contoh : komite (panitia), unit-unit kerja (bagian, laboratorium, R & D, tim manajer, dan sebagainya.
- Kelompok Informal, adalah kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang yang anggotanya tidak diatur dan diangkat, tetapi ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok, timbul dan berkembang dalam kelompok formal.
3. Kelompok Terbuka dan Tertutup
-.Kelompok Terbuka, adalah suatu kelompok yang konsisten dalam merespon akan adanya perubahan dan pembaharuan
- Kelompok Tertutup, adalah suatu kelompok yang kurang konsisten dalam menerima perubahan dan pembaharuan, dan mempunyai kecenderungan tetap menjaga kestabilan.
4. Kelompok Referensi
Kelompok referensi adalah seseorang dalam kelompok melakukan referensi atas dirinya sendiri, dan menggunakan kelompoknya sebagai ukuran (standar) untuk evaluasi dirinya atau sebagai sumber dari nilai dan sikap pribadinya.
5. Kelompok Komando (Command Group)
Merupakan kelompok yang terdiri atas individu-individu yang melapor secara lang sung kepada seorang manajer.
6. Kelompok Tugas (Task Group)
Merupakan kelompok yang ditentukan secara organisasional mewakili mereka yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
7. Kelompok Kepentingan (Interest Group)
Merupakan para karyawan yang berkumpul yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan dengan kepentingan masing-masing.
8. Kelompok Persahabatan (Friendship Group)
Merupakan mereka yang berkumpul bersama karena mereka memiliki satu atau lebih persamaan karakteristik.
Alasan Terbentuknya Kelompok:
1. Kesempatan Untuk Berinteraksi
2. Rasa Aman
3. Status
4. Harga Diri
5. Afiliasi
6. Kekuatan
7. Pencapaian Tujuan
8. Kesamaan Latar Belakang
9. Kesamaan Sikap.
D. KOMUNIKASI ORGANISASI (PERTEMUAN KE-11)
PENGERTIAN KOMUNIKASI
Adalah proses pengiriman ide atau pikiran, dari satu orang kepada orang lain dengan tujuan untuk menciptakan pengertian dalam diri orang yang menerimanya ( C.A.Brown).
Adalah proses penyaluran informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (K.Davis).
MISKOMUNIKASI
“Kesalahan komunikasi dapat menimbulkan akibat yang fatal”
TAHAPAN KOMUNIKASI
1. Sumber mempunyai gagasan,pemikiran atau kesan
2. Diterjemahkan atau disandingkan dengan kata-kata
3. Disampaikan atau dikirimkan sebagai berita kepada penerima
4. penerima menangkap simbol-simbol
5. Diterjemahkan kembali melalui gagasan
6. Mengirim berbagai bentuk umpan balik kepada penerima
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Pendengar (penerima pesan) menginterpretasikan dan menangkap berita (ide) yang disampaikan tepat seperti apa yang dimaksud oleh pembicara (pengirim pesan)
Sumber Kesalahan dalam Komunikasi :
1. Orang / Individu
2. Timing / Waktu
3. Proses Encoding / Decoding
ARAH KOMUNIKASI
Kebawah, keatas, lateral (horizontal).
KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL
Lisan, tertulis, non verbal.
HAMBATAN BAGI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Penyaringan atau filter, persepsi selektif, kelebihan informasi, emosi, bahasa, kesulitan komunikasi.
E. BUDAYA ORGANISASI (PERTEMUAN KE-12)
Pengertian:
– Satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka ragam.
– Nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas organisasi/perusahaan.
– Seperangkat nilai-nilai pokok, asumsi, pemahaman dan cara berfikir yang dimiliki bersama oleh anggota organisasi dan diajarkan kepada anggota baru.
Tingkatan Budaya Organisasi
– Budaya Organisasi yang tampak (Visible), Cara berpakaian, simbol, fisik, perayaan/seremonial, dan tata ruang kantor.
– Budaya Organisasi yang tidak tampak (Invisible), Disiplin dan makna prestasi.
– Keyakinan yang paling dalam atau asumsi-asumsi yang tersembunyi, Adanya keyakinan bahwa atasan tidak pernah salah
– Anak buah selalu salah, Konsumen adalah raja.
Fungsi Utama Budaya Organisasi
– Sebagai Proses Integrasi Internal, Budaya organisasi berfungsi sebagai pemersatu setiap komponen internal organisasi.
– Sebagai Proses Adaptasi Eksternal, Budaya organisasi berfungsi sebagai sarana untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan luar organisasi.
Sifat Budaya Organisasi
– Budaya organisasi yang adaptif, Budaya organisasi yang mampu menyesuaikan dengan
lingkungan luar organisasi.
– Budaya organisasi yang tidak adaptif, Budaya organisasi yang tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan luar organisasi.
Fungsi Budaya Organisasi Secara Internal
1.Memberikan identitas organisasi kepada karyawannya.
2.Memudahkan komitmen kolektif.
3.Mempromosikan stabilitas sistem sosial.
4.Membentuk perilaku dengan membantu manajer merasakan keberadaannya.
Etika Organisasi
Pengertian
– Etika mencakup studi mengenai pilihan dan masalah moral.
– Etika menyangkut benar versus salah, baik versus buruk yang mewarnai perilaku dan tindakan setiap indvidu dalam organisasi.
Mengembangkan Iklim Etika Organisasi
1.Bertingkah laku etis.
2.Penyaringan karyawan yang potensial..
Mengembangkan kode etik yang berarti
Kode etik dapat menghasilkan dampak yang positif bila mereka
memenuhi empat kriteria:
• Mereka didistribusikan kepada setiap karyawan.
• Mereka sungguh-sungguh didukung oleh top manajemen
• Mereka mengacu kepada praktek spesifik dan dilema etika cenderung dihadapi oleh karyawan yang menjadi target
sasaran.
• Mereka kadang kala didorong dengan penghargaan atas prestasinya dan hukuman yang berat bagi ketidakpatuhan.
F. KONFLIK DALAM ORGANISASI (PERTEMUAN KE-13)
Konflik didefinisikan berdasarkan dampaknya pada organisasi yaitu,
konflik fungsional dan konflik disfungsional.
- Konflik fungsional dapat:
1. mengarah pada kesadaran yang meningkat tentang masalah yang perlu diatasi
2. menimbulkan pencarian solusi-solusi yang lebih luas dan lebih produktif
3. pada umumnya memfasilitasi perubahan positif, adaptasi, dan inovasi
- konflik disfungsional
1. Setiap konfrontasi atau interaksi antarkelompok yang membahayakan organisasi atau menghambat organisasi mencapai tujuannya
2. Manajemen harus mencari cara untuk menghilangkan konflik disfungsional
Tahap-tahap konflik :
1. Konflik yang di persepsikan
2. Konflik yang dirasakan
3. Konflik yang termanifestasi
Sebab-sebab konflik:
1. Persaingan terhadap sumber-sumber daya yang langka
2. Ketergantungan tugas (interdependence)
3. Kekaburan batas-batas bidang kerja
4, Kriteria kinerja yang tidak sesuai
5. Perbedaan-perbedaan tujuan & prioritas
Tipe-tipe situasi konflik:
1. KONFLIK VERTIKAL, konflik terjadi antara atasan & bawahan
2. KONFLIK HORIZONTAL, terjadi antara sesama karyawan atau kelompok yg berada pd hierarkhi yg sama
3. KONFLIK GARIS STAFF, bila konflik terjadi antara staf pada bidang tertentu.
4. KONFLIK PERANAN, terjadi bila komunikasi antar anggota tidak kompetibel bagi pemegang peranan.
Fase-fase konflik :
1. FASE KLASIK, konflik bisa muncul tapi bersifat sementara & harus diselesaikan fihak manajemen.
2. FASE HUB. ANTAR MANUSIA, konflik itu ada tapi bisa dihindari & perlu di atasi
3. FASE KONTEMPORER, konflik adl hal yg tak dpt dihindari dari kehidupan organisasi. Konflik mrp kenyataan hidup yg harus dipahami & bukan ditentang.
Penyebab konflik antar kelompok :
1. Ketergantungan kerja
* Ketergantungan berkelompok
* Ketergantungan berurutan
* Ketergantungan resiprokal
2. Perbedaan sasaran
* Sasaran-sasaran yang berbeda
3. Perbedaan persepsi
* Inkongruensi status
* Persepsi yang tidak akurat
Tingkat-tingkat konflik :
1. Konflik intra perorangan, Konflik ini muncul dlm diri seorang individu dengan
pemikirannya sendiri (individu mengalami semacam tekanan-tekanan dlm
dirinya sendiri secara emosional).
2. Konflik antar perorangan,Terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih,
biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan sifat & perilaku setiap orang dlm organisasi.
3. Konflik antar kelompok, Terjadi apabila diantara unit-unit kelompok mengalami
pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, pertentangan ini bila berlarut-larut akan membuat koordinasi & integrasi kegiatan menjadi terkendala/mengalami kesulitan.
4. Konflik antar keorganisasian, Konflik bisa juga terjadi antara organisasi yg satu dengan yg
lain, karena adanya ketidakcocokan suatu badan terhadap kinerja suatu organisasi
Manajemen konflik :
Mengelola konflik berarti kita harus meyakini bahwa konflik memiliki peran dalam rangka pencapaian sasaran secara efektif dan efisien.
Mengelola konflik perlu skala prioritas, agar tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antar fungsi/divisi dalam organisasi.
3 hal dalam konflik :
KONFLIK berkaitan dengan PERILAKU terbuka, bisa muncul karena adanya ketidaksetujuan antar individu & kelp yg dibiarkan memuncak.
KONFLIK muncul karena ada 2 PERSEPSI yang berbeda
ADANYA PERILAKU yg dilakukan secara sadar oleh salah satu fihak untuk menghalangi tujuan fihak lain.
Metode penyelesaian konflik :
1. Dominasi & penekanan
2. Kompromi
3. Pemecahan masalah integratif
Positif dan Negatifnya konflik :
- Positif :
1. Persemaian yang subur bagi terjadinya perubahan sosial.
2. Memfasilitasi tercapinya kesepakatan atas berbagai kepentingan.
3. Dapat mempererat persatuan kelompok.
4. Memperkuat identitas kelompok asal.
5. Meningkatkan prestasi kelompok asal.
6. Memberi peluang untuk belajar.
- Negatif :
1. Terjadi ketidakadilan dan solusi yang digunakan seringkali destruktif seperti win – lose solution, peperangan, ektrimis, genocide, dll.
2. Penyelesaian masalah secara destruktif semakin terbuka, sehingga memperkeruh keadaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar