Sabtu, 13 Februari 2021

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) - PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS KAMPUS MILLENNIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga
Jurusan: sistem informasi
Kelas : malam

1. Sekarang ini banyak demo buruh, adakah hubungannya demo buruh ini dengan masalah perekonomian yg ada?  Apakah dampaknya demo buruh terhadap masalah ekonomi ? Jelaksan ! 

Jawaban : 

Ya ada.  Karena masa pandemi seperti  ini banyak sekali perusahaan bangkrut,  sehingga mereka harus mem phk  sebagian anggotanya.   

ada tiga jenis kategori ancaman PHK yang saat ini tengah berlangsung, yaitu:

1. Perusahaan memutuskan untuk menutup usahanya sehingga secara otomatis juga memberhentikan para pekerjanya. Hal ini dikatakan Said sudah terjadi pada industri padat karya sejak sebelum Lebaran di mana nilai tukar rupiah telah menembus angka 13.000 per dolar AS.

2. Perusahan tidak menutup usahanya tetapi kurangi karyawan. Ini terjadi di industri elektronik dan komponen otomotif yang berlokasi di Purwakarta, Karawang, Bekasi dan Jakarta.

3. Potensi adanya PHK dengan ciri-ciri perusahaan mulai merumahkan para karyawan, mengurangi jam kerja dari sebelumnya 5 hari menjadi 3 hari dan menghentikan lembur.

Dampaknya adalah. kalau (unjuk rasa dilakukan) terus-terusan yang rugi kan rakyat kita juga. Keadaan ekonomi global sekarang ini, seperti yang saya bilang tadi, tidak terlalu baik, kita masih sedikit naik. Nah kalau kita bikin persoalan-persoalan sendiri, tidak percaya pada hukum, nanti orang mempertanyakan apakah betul Indonesia ini negara hukum." 

2.  Apa yang anda ketahui tentang kebutuhan?  Kebutuhan bisa di tutup dengan cara bagaimana? Kebutuhan di pengaruhi oleh apa? Jelaskan !

Jawaban : 

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara alamiah melalui pencapaian kesejahteraan.Kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan tingkat kepentingannya, waktu, sifat, dan subjeknya. Pemenuhan kebutuhan dapat berupa barang, jasa, sesuatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud. Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh keadaan alam, agama, adat, dan peradaban. Sifat dari kebutuhan adalah tidak terbatas, meningkat dan selalu berubah. 

 kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus segera terpenuhi. dapat ditutup dengan cara berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

kebutuhan dipengaruhi oleh tunrtuan hidup secara primer.

3. Menurut anda bagaimana kondisi perekonomian indonesia saat ini ?  Mengapa sampai terjadi hal yg demikian? Jelaskan! 

Jawaban : 

 Perekonomian indonesia saat ini sangat menurun drastis . Banyak perusahaan yg bangkrut.  Banyak karyawan yg di phk. Banyak org yg tidak boleh keluar rumah sehingga mereka kesusahan mencari ekonomi  untuk keluarganya. Bahkan sekolah sekolah pun banyak yang tutup.  

Faktor ini di sebabkan oleh COVID19 .  Semakin bertambahnya jumlah manusia yang terkena covid19 maka semakin ketat peraturan pemerintah untuk tidak keluar rumah.  Dan itu adalah salah satu faktor penyebab terbesar. 

4.  Apa yang mempengaruhi nilai suatu negara?  Jelaskan ! 

Jawaban: 
 
Perbedaan Tingkat Inflasi Antara Dua Negara
Suatu negara dengan tingkat inflasi konsisten rendah akan lebih kuat nilai tukar mata uangnya dibandingkan negara yang inflasinya lebih tinggi. Daya beli (purchasing power) mata uang tersebut relatif lebih besar dari negara lain. Pada akhir abad 20 lalu, negara-negara dengan tingkat inflasi rendah adalah Jepang, Jerman dan Swiss, sementara Amerika Serikat dan Canada menyusul kemudian. Nilai tukar mata uang negara-negara yang inflasinya lebih tinggi akan mengalami depresiasi dibandingkan negara partner dagangnya.

2. Perbedaan Tingkat Suku Bunga Antara Dua Negara
Suku bunga, inflasi, dan nilai tukar sangat berhubungan erat. Dengan merubah tingkat suku bunga, bank sentral suatu negara bisa mempengaruhi inflasi dan nilai tukar mata uang. Suku bunga yang lebih tinggi akan menyebabkan permintaan mata uang negara tersebut meningkat. Investor domestik dan luar negeri akan tertarik dengan return yang lebih besar. Namun jika inflasi kembali tinggi, investor akan keluar hingga bank sentral menaikkan suku bunganya lagi. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan suku bunga maka akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

3. Kestabilan Politik Dan Ekonomi
Para investor tentu akan mencari negara dengan kinerja ekonomi yang bagus dan kondisi politik yang stabil. Negara yang kondisi politiknya tidak stabil akan cenderung beresiko tinggi sebagai tempat berinvestasi. Keadaan politik akan berdampak pada kinerja ekonomi dan kepercayaan investor, yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara tersebut.

5. Jelaskan tentang kecenderungan mengonsumsi marjinal !. 

Jawaban : 

Kecenderungan mengkonsumsi marjinal (marginal propensity to consume atau MPC) adalah bagian dari pendapatan disposabel (disposable income) tambahan yang digunakan konsumen untuk membeli barang dan jasa. Kita menghitungnya dengan membagi perubahan dalam pengeluaran konsumsi dengan perubahan dalam disposable income.

Konsumsi = Penghasilan disposabel – Tabungan

Karena alasan ini, nilai MPC akan berada antara 0 dan 1. Nilai MPC 0 berarti semua pendapatan tambahan ditabung, dan 1 berarti pendapatan tambahan dihabiskan untuk barang dan jasa.

MPC = Perubahan dalam pengeluaran konsumsi/Perubahan dalam pendapatan disposabel

Atau

MPC = 1 – Kecenderungan marjinal untuk menabung (maginal propensity to save atau MPS)

Misalnya, jika sebuah rumah tangga mendapatkan penghasilan tambahan Rp100.000, di mana Rp60.000 dihabiskan untuk barang, dan Rp40.000 ditabung, maka MPC 0,6, sedangkan MPS 0,4.

Mengapa kecenderungan mengkonsumsi marjinal adalah penting
MPC sangat penting dalam menganalisis dampak konsumsi terhadap perekonomian. Konsumsi meningkat ketika pendapatan disposabel meningkat. Secara keseluruhan, seberapa besar pengaruh peningkatan pendapatan disposabel pada konsumsi rumah tangga akan tergantung pada MPC.  

Efek pengganda ekonomi
Keynesian menggunakan kecenderungan marginal untuk mengkonsumsi konsep untuk menjelaskan efek pengganda konsumsi terhadap ekonomi. Keynesian berpendapat bahwa kebijakan fiskal, seperti pengeluaran pemerintah, menciptakan banyak efek dan dapat mengarah pada pertumbuhan PDB riil yang lebih tinggi.

Faktor penentu kecenderungan mengkonsumsi marjinal
Banyak faktor yang menentukan kecenderungan mengkonsumsi marjinal, termasuk pajak, tingkat pendapatan, kekayaan, ketersediaan kredit, suku bunga, harga barang, dan kepercayaan konsumen.

Penghasilan disposabel merupakan penghasilan yang tersisa setelah rumah tangga membayar pajak. Oleh karena itu, semakin tinggi tarif pajak, semakin rendah pendapatan disposabel . Jika kita memperhitungkan dampak pajak, maka kita harus memodifikasi rumus di atas menjadi:

Pengganda Keynesian = 1/[1-MPC (1 – tarif pajak)]

Selain itu, pengeluaran konsumsi masing-masing individu juga bervariasi berdasarkan tingkat pendapatan mereka. Biasanya, individu berpenghasilan tinggi cenderung menghabiskan lebih sedikit untuk barang dan jasa daripada individu berpenghasilan rendah.

Konsumen juga mengandalkan kredit untuk membeli beberapa barang, seperti perumahan dan kendaraan. Mau tidak mau, suku bunga dan ketersediaan kredit menjadi penentu. Suku bunga tinggi membuat biaya pinjaman lebih mahal; oleh karena itu, mereka cenderung menunda pembelian tersebut. Di sisi lain, konsumen lebih suka menabung karena pengembalian lebih tinggi ketika suku bunga naik.

6.   Sebutkan faktor faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi . 

Jawaban : 

Faktor-fakror yang mempengaruhi konsumsi, besar kecilnya konsumsi yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh:

Pendapatan.
Perkiraan harga dimasa mendatang.
Harga barang yang bersangkutan.
Iklan.
Ketersediaan barang dan jasa.
Selera.
Mode.
Jumlah keluarga.
Lingkungan sosial budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam