Rabu, 28 April 2021

ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) DASAR PEMROGRAMAN (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL:
1. Apa yang dimaksud dengan program komputer dan programmer komputer ?
2. Apa yang dimaksud dengan algoritma ?
3. Sebutkan contoh sebuah algoritma !
4. Apa syarat-syarat sebuah algoritma ?
5. Bagaimana macam-macam penyajian algoritma ?
6. Apa itu kompilator (compiler) ? Berikan contoh kompilator Bahasa C !
7. Jelaskan proses kompilasi Bahasa C menjadi program eksekusi !
8. Apa itu variabel dan tipe data dalam Bahasa C ?
9. Buat contoh sebuah flowchart program yang kamu ketahui !
10. Buat sebuah program sederhana yang menerima masukan (input) biodata pribadi !

Jawaban : 
1. Program komputer adalah daftar besar perintah untuk dilakukan oleh komputer, barangkali dengan data di dalam tabel. Banyak program komputer berisi jutaan perintah, dan banyak dari perintah itu dilakukan berulang kali. Sebuah komputer pribadi modern yang umum (pada tahun 2003) bisa melakukan sekitar 2-3 miliar perintah dalam sedetik.

Komputer tidak mendapat kemampuan luar biasa mereka lewat kemampuan untuk melakukan perintah kompleks. Tetapi, mereka melakukan jutaan perintah sederhana yang diatur oleh orang pandai, pemrogram. “Programmer Baik memperkembangkan set-set perintah untuk melakukan tugas biasa (misalnya, menggambar titik di layar) dan lalu membuat set-set perintah itu tersedia kepada programmer lain.”

Dewasa ini, kebanyakan komputer kelihatannya melakukan beberapa program sekaligus. Ini biasanya diserahkan ke sebagai tugas ganda. Pada kenyataannya, UPS melakukan perintah dari satu program, kemudian setelah beberapa saat, UPS beralih ke program kedua dan melakukan beberapa perintahnya.

Programmer Komputer  

Adalah Merancang, mengembangkan, memodifikasi, dan menguji code, form, dan script yang memungkinkan aplikasi komputer untuk dijalankan. Bekerja dari spesifikasi yang dibuat oleh pengembang software atau team terkait.

2. Algoritma adalah logika, metode dan tahapan “urutan” sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Algoritma dapat juga diartikan sebagai urutan langkag secara sistematis dan logis. Dalam perkembangannya, algoritma banyak dipakai di bidang komputer.

Secara spesifik, pengertian algoritma ialah suatu metode khusus yang tepat dan terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur dan dituliskan secara matematis yang akan dikerjakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan bantuan komputer. 

Jadi berdasarkan definisi ini, dapat dikatakan algoritma merupakan langkah penyelesaian suatu masalah yang menghasilkan solusi dalam bentuk program komputer. Namun penting diketahui bahwa algoritma tidaklah tergantung oleh suatu bahasa pemrograman tertentu, artinya suatu algoritma harus dapat diwujudkan oleh bahasa pemrograman komputer apapun.

Algoritma dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu dalam bentuk tulisan/bahasa dan dalam bentuk gambar. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan haruslah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti manusia dalam menyajikan langkah-langkah algoritma. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan juga dapat dilakukan menggunakan pseudocode.

3. Dalam kasus di algoritma yang membuat sebuah data harus diulang beberapa kali, misal untuk kasus mencetak angka 1 sampai 5.

Penyelesaian pengulangan sebenarnya sangat mudah, bisa saja kita tulis satu persatu misal;

langkah 1: tulis angka 1

langkah 2: tulis angka 2

langkah 3: tulis angka 3

langkah 5: tulis angka 5.

Membuat intruksi pengulangan dengan menuliskannya satu persatu tentunya bukanlah cara praktis, jika hanya 5 baris mungkin saja bisa dibuat secara manual, ditulis satu-satu, namun bagaimana jika yang harus diulang sebanyak 1.000 (seribu baris misalnya), saya yakin anda akan kerepotan menuliskannya.

Oleh karena itu karena kerap sekali pengulangan ditemukan di kasus-kasus pemecahan masalah terkomputerisasi, maka di algoritma dikenal struktur pengulangan yang akan lebih memudahkan dan mempercepat penulisan proses pengulangan secara praktis dan cepat. (pengulangan ini biasanya dipelajari di materi algoritma Looping/ pengulangan).

4. Menurut Donald E. Kruth syarat algoritma yang baik ada 5 yaitu, sebagai berikut :

1. Finiteness (terbatas)
Algoritma yang baik itu harus ada akhir atau berhenti setelah selesai menjalankan instruksi.
Misalnya saat kita sedang berkendara motor dan telah sampai tujuan maka kita harus berhenti jangan jalan terus.

2. Defineteness (Pasti , Jelas)
Setiap langkah algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan jelas, Sehingga tidak menimbulkan makna ganda (ambiguos) .
Contoh pernyataan tidak tepat :
Lakukan langkah di bawah ini beberapa kali.
Pernyataan tersebut membingungkan karena tidak ada yang membatasi berapa banyak perintah itu harus dilakukan.
Lebih tepat :
Lakukan langkah di bawah ini sebanyak 10 kali.

3. Input (Masukan)
Algoritma yang baik harus memiliki masukan data untuk diolah/diproses.
Masukan data adalah besaran atau nilai yang diberikan kepada algoritma. Masukan biasanya di awal penulisan.
Sebagai contoh Untuk menghitung luas segitiga kita membutuhkan masukan berupa nilai alas, nilai tinggi, sehingga luas dapat dihitung.

4. Output (keluaran)
Algoritma yang baik adalah algoritma yang menghasilkan keluaran yang merupakan hasil dari pengolahan data masukan. Misalnya setelah kita memasukan nilai alas dan tinggi maka kita bisa mendapat output berupa luas segitiga.

5. Effectiveness (Efektif, efisien, hemat waktu)
Algoritma yang baik adalah algoritma yang mempunyai langkah - langkah yang efektif yaitu algoritma yang paling sederhana , sehingga dapat di kerjakan dalam waktu yang cukup wajar.
Misalkan kita ingin pergi mengantar anak ke sekolah dan ingin pergi ke pasar. Maka kita bisa mengantar anak dulu lalu langsung pergi ke pasar.


5. Penyajian Algoritma

Algoritma biasanya disajikan dalam dua bentuk, yaitu :
  1. Menggunakan Flow Chart (diagram alir)
  2. Menggunakan Pseudo-Code.

Flow-Chart

  • Menggambarkan secara keseluruhan urutan proses / logika, dimana persoalan yang ada akan diselesaikan, dan menunjukkan tingkat dari detail penyelesaian persoalan
  • Merupakan cara yang klasik dalam menyajikan algoritma, digunakan simbol-simbol sebagai berikut :

Pseudo Code

Stepwise Refinement Of Algorithms disebut juga sebagai “top-down” desain. Ide dari “stepwise refinement” adalah membagi suatu proses yang akan diselesaikan menjadi sejumlah langkah-langkah, yang masing-masing dijelaskan dengan algoritma yang lebih kecil dan lebih sederhana dari pada proses secara keseluruhan.


Contoh : Algoritma Euclidean
Yaitu proses untuk menentukan pembagi bersama terbesar dari dua bilangan bulat. Ada dua bilangan bulat m dan n ( m ≥ n ). Carila pembagi terbesar (pbt) dari kedua bilangan tersebut, yaitu bilangan positif terbesar yang habis dibagi m dan n.

Dengan Flow-Chart

Dengan Pseudo-Code

Deskripsi :
1) Bagilah m dengan n, misalkan r adalah sisanya
2) Jika r = 0, maka n adalah jawabannya. Stop
    Jika r ≠ 0, lakukan langkah 3
3) Ganti nilai m dengan nilai n, dan nilai n diganti dengan nilai r, ulangi langkah 1

Contoh dengan angka :
m = 30; n = 12
1.1 Hitung r = sisa (m/n)‘r = sisa(30/12) = 6
2.1 Check r, r ≠ 0, lakukan langkah 3
3.1 m = n ; n = r‘m = 12 ; n = 6
1.2 Hitung r = sisa (m/n)‘r = sisa(12/6) = 0
2.2 Check r; r = 0; selesai‘Pbt = n = 6
Jadi Pbt(30,12) = 6

6. Pengertian Compiler (Kompilator) 

 Komputer memiliki bahasanya sendiri yang biasa disebut dengan bahasa mesin, Bahasa mesin adalah seperangkat instruksi serta data yang bisa dieksekusi secara langsung oleh prosesor komputer. Bahasa Mesin ialah tingkatan yang paling rendah dari bahasa pemrograman (misal bahasa Assembly) dan biasanya dipakai sebagai tujuan kompilasi oleh kompiler pada bahasa bahasa pemrograman yang lain pada tingkatan yang lebih tinggi (bahasa pemrograman tingkat tinggi misal bahasa C++, Pascal, Visual Basic, COBOL, atau Java).
Pengertian Compiler (Kompilator), Bahasa Pemrograman C++, Belajar Bahasa C++
Pengertian Compiler (Kompilator)

Pengertian Compiler Kompilator

Compiler atau Kompilator merupakan sebuah program komputer yang berfungsi untuk menerjemahkan program komputer yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu menjadi program yang di tulis dalam bahasa pemrogrman lain salah satunya adalah C++.

atau Compiler atau Kompilator adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengubah source code / kode pemrograman menjadi bahasa mesin agar dapat dijalankan oleh komputer.

Istilah Compiler biasah digunakan untuk program komputer yang menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (Contoh bahasa C++, Pascal, FORTRAN, Visual C#, COBOL, Visual Basic, Java, atau xBase) diterjemahkan menjadi bahasa mesin, biasanya menggunakan bahasa Assembly sebagai perantara. salah satu contoh Compiler dalam Bahasa C++ adalah Visual C++, GNU Compiler Collection (GCC) dan Borland C++.

C++ adalah bahasa pemrograman turunan dari bahasa pemrograman C. Kalau Bahasa C adalah bahasa yang sifatnya prosedural, C++ orientasinya pada objek. Atau dalam bahasa pemrograman disebut Object Oriented Programming.

C++ muncul karena ketika membuat sebuah software yang skalanya besar, C tidak cocok untuk dipakai karena tidak efisien. C terlalu banyak percabangan, kode yang harus diketikkan, dan juga perulangan. Karena itulah kemudian lahir bahasa C++.

Contoh Program C++

Ada banyak contoh program C++ yang menarik. Berikut ini beberapa contoh program C++ yang bisa Anda tulis ulang untuk melatih kemampuan menulis bahasa C++.

1. Bahasa Program Membuat Huruf “F” Memakai Karakter Bintang


2. Menampilkan Bilangan Ganjil

7. Sebelum melangkah ketahap pemmbuatan program C++, maka sebaiknya kita mengetahui konsep kompilasi dan eksekusi program di C dan C++. Berikut ini ilustrasi konsep kompilasi dan eksekusi program C dan C++.

Preprocessor
Mula mula kode program akan dimasukan ke bagian preprosesor, yaitu di awali dengan tanda # ( paund ) dan menghasilkan file yang akan dilewatkan ke dalam compiler. Beberapa preprosesor tersebut di antaranya adalah sebagai berikut
  • # include
  • #define
  • #ifdef
  •  Dan lain – lain.
Kompiler C++
Kompiler akan menerjemahkan kode program yang telah dilewatkan oleh preprosesor ke dalam bahasa assembly.

Assembler
Assembler menerima keluaran dari compiler C++ dan akan membuat sebuah kode objek. Jika dalam kode program kita tidak menggunakan fungsi – fungsi yang terdapat pada library lain, maka kode objek ini akan langsung dieksekusi menjadi file EXE.

Link Editor
Bagian ini dikerjakan jika kode program yang kita buat menggunakan fungsi – fungsi luar yang disimpan dalam suatu library lain. Link Editor akan mengkombinasikan kode objek dan library yang ada untuk menjadiakan sebuah file EXE.

8. Variabel adalah sebuah tempat menyimpan sebuah nilai. Sementara tipe data adalah jenis nilai yang akan tersimpan dalam variabel.

Pada pelajaran matematika, kita sering menemukan x dan y.

Nah Si x dan y ini disebut variabel, karena tugasnya menyimpan nilai.

x = 3;
y = 4;

Masih bingung?

Anggap saja variabel itu sebuah wadah, lalu tipe data itu jenis-jenis benda yang akan disimpan dalam wadah tersebut.

Variabel dan Tipe Data

Tipe data adalah jenis data. 

Menurut Wikipedia:

“Tipe data atau kadang disingkat dengan ‘tipe’ saja adalah sebuah pengelompokan data untuk memberitahu compiler atau interpreter bagaimana programmer ingin mengolah data tersebut” 1

Ada delapan jenis tipe data pada C:

  1. Char
  2. Integer
  3. Float
  4. Array
  5. Structure
  6. Pointer
  7. Enum
  8. Void

Apabila kita kelompokkan, maka akan terdapat empat kelompok tipe data.

Kelompok tipe data pada bahasa pemrograman C

Pada tutorial ini, kita akan bahas tipe data dasar dan void saja.

Untuk tipe data yang lainnya akan dibahas di tutorial yang beda.

Tipe Data Dasar pada C

Sesuai namanya, tipe data dasar adalah tipe data yang paling dasar dalam bahasa pemrograman C.

Tipe data dasar terdiri dari…

Tipe data dasar pada pemrograman c

  1. Char: adalah tipe data yang berisi 1 huruf atau 1 karakter;
  2. Integer: adalah tipe data yang berupa angka;
  3. Float: adalah tipe data yang berupa bilangan pecahan
  4. Double: adalah tipe data sama seperti float, namun double memiliki ukuran penyimpanan yang lebih besar dibandingkan float.

Setiap tipe data memiliki panjang dan ukuran, perhatikan tabel berikut.


9. 

10. 

hasil : 


Minggu, 25 April 2021

ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL 
1. Jelaskan peran dan fungsi sains dan teknologi dalam peradaban manusia !
2. Jelaskan hubungan manusia sains dan teknologi !
3. Jelaskan fungsi keindahan dalam kehidupan !
4. Manusia sebagai pencipta dan pendukung keindahan, jelaskan pernyataan tersebut !
5. Jelaskan proses terjadinya pelapisan sosial !
6. Mengapa terjadi pelapisan sosial dalam kehidupan masyarakat !
7. Jelaskan arti penting lingkungan hidup bagi manusia !
8. Jelaskan prinsip-prinsip dasar pembangunan berkelanjutan !
9. Jelaskan fungsi keluarga dalam kehidupan manusia !
10. Jelaskan tahap pertumbuhan individu !

Jawaban : 
1. Dalam kehidupan manusia, sains dan teknologi digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah ,dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Jika melihat fenomena perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa, kita akan melihat bagaimana peran sains dan teknologi yang sangat sentral. Dalam peradaban manusia, kemajuan sains dan teknologi tidak hanya memberikan manfaat bagi manusia namun juga dapat menimbulkan kerugian.
Pada satu sisi, perkembangan sains dan teknologi memang telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Pada sisi lain, pesatnya kemajuan sains dan teknologi membawa pengaruh negatif. Gejala dehumanisasi merupakan salah satu dampak negatif sains dan teknologi. Gejala dehumanisasi yaitu tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan.

            Berikut adalah dampak positif perkembangan sains dan teknologi dalam kehidupan :
a.Menjadi sumber pengetahuan yang selalu berkembang di masanya.
b.Dapat menjadi pusat segala pertukaran informasi.
c.Memberikan informasi yang tepat , cepat , dan akurat.
d.Bidang komunikasi sudah tidak mengenal batas antara jarak dan waktu.
e.Bidang transportasi dapat memberikan banyak pilihan jenis transportasi pada manusia dengan variasi kecepatan waktu dan harga.

Berikut adalah dampak negatif perkembangan sains dan teknologi dalam kehidupan :
a.Dengan begitu cepatnya pertukaran informasi yang cepat dan tidak dapat terbendung , maka mulai marak terjadinya kemerosotan moral.
b.Secara tidak disadari manusia yang sedang dimanjakan oleh teknologi yang  dibuat. Manusia semakin malas dan bodoh , hal itu terjadi karena semakin ringkasnya pekerjaan manusia yang di tangani oleh teknologi.
c.Banyak limbah dari teknologi modern yang tidak bisa diolah sehingga menimbulkan tumpukan sampah teknologi yang tidak bisa di daur ulang.

2. Manusia , Sains , dan Teknologi
Dalam kehidupan manusia selalu terdapat sains dan teknologi yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah, dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention),melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata dari sains dan teknologi bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. Sains dan teknologi tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa sains dan teknologi mencerminkan  keterbelakangan. Dalam konteks di atas, hubungan antara sains, teknologi, dan manusia menjadi penting, sebab seperti yang kita ketahui, teknologi (produk sains) lahir karena adanya kebutuhan manusia untuk mempermudah segala aktivitas dan kegiatannya .

3. Keindahan adalah sifat-sifat yang merujuk pada sesuatu yang indah, dimana manusia mengekspresikan perasaan  indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum oleh masyarakat. Keindahan membuat diri manusia terkagum-kagum akan suatu pesona dari manisia,benda,lingkungan tempat tinggal mauun pemandangan alam yang dilihatnya.

Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic dimana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita.

Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan dimana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.

Keindahan sebagai ibenda tertentu yang menunjukkan keindahan memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak dimana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.Apapun yang ada didunia ini semua bermanfaat, keindahan yang tiada habisnya didunia tentu saja memiliki manfaat yang begitu besar. Dengan adanya keindahan akan membuat perasaan menjadi tenang dan tentram. Keindahan yang alami dapat memunculkan suatu inspirasi yang sungguh luar biasa. Karena dengan sesuatu yang indah akan membuat pikiran kita menjadi lebih jernih, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan inspirasi.

Misalnya, suatu ketika manusia ingin membuat suatu karya seni rupa, kemudian manusia itu belum mempunyai ide tentang karya seni rupa apa yang akan dibuat. Lalu ia merenung dengan menyendiri atau bisa juga pergi kesuatu tempat yang indah untuk mencari sebuah inspirasi.

4. Budaya tercipta dari hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh Tuhan dengan di bekali akal dan pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Di samping itu manusia juga memiliki akal, pikiran, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, dan perilaku. Denga semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka  mamusia bisa menciptakan kebudayaan.

5. Pelapisan Sosial terbentuk berdasarkan dua teori yaitu:

  1. Terjadi dengan Sendirinya, proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan  
  2. Terjadi dengan Sengaja, sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
  • Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
  • Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal )

Ciri-ciri Kelompok Sosial adalah:

  1. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;
  2. Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;
  3. adanya pemimpin yang saling berpengaruh;
  4. Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlaw men);
  5. Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;
  6. Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.
6. Karena adanya keinginan suatu golongan masyrakat untuk lebih dihargai,dihormati,dan diperlakukan lebih.Dlm diri manusia terdapat prestise,nah dgn begitu mereka berusaha untuk mendapatkan status yg lebih tinggi dalam masyarakat yg diikuti dengan perannya masing".setelah itu, mereka akan menganggap dirinyalah yg teratas sehingga timbul hasrat tersebut yang menimbulkan pelapisan sosial.Selain itu, agar lebih mudah diketahui penggolongan kehidupan masyarakat itu sendiri.

7. Lingkungan sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup karena lingkungan merupakan daya dukung kehidupan. Oleh sebab itu, makhluk hidup tak akan bisa dipisahkan dari lingkungannya.

Lingkungan meliputi segenap unsur biotik dan abiotik. Lingkungan menjadi tempat makhluk hidup mencari makanan. Dan khusus bagi manusia, lingkungan merupakan tempat untuk melakukan aktifitas sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain lain. Lingkungan merupakan habitat yang menjadi wahana bagi kelanjutan kehidupan.

Lingkungan memiliki sifat sebagai daya dukung atau daya sokong terhadap kehidupan, dan untuk bertahan di dalamnya, makhluk hidup melakukan adaptasi.

8. Prinsip - prinsip pembangunan berkelanjutan yang diterapkan dalam implementasi pembangunan berkelanjutan antara lain :

Equity (Pemerataan)

Pemerataan dalam pembangunan berkelanjutan menjadi tujuan utama. Pemerataan dianggap mampu meminimalisasi disparitas baik ekonomi dan sosial serta kesempatan yang seimbang bagi masyarakat.

Ekonomi

Dalam pembangunan berkelanjutan, pendekatan pembangunan di aspek ekonomi menitikberatkan pada peningkatan keahlian untuk para pekerja agar mampu meningkatkan daya saing mereka dalam memperoleh pekerjaan yang layak, menonjolkan kerjasama ekonomi strategis, serta meningkatkan performa infrastruktur dasar seperti perumahan, air, jalan, dll bahkan infrastruktur informasi. Berbeda dengan kota-kota yang tidak menerapkan pembangunan berkelanjutan karena kota dengan model pembangunan ini menonjolkan kompetisi antar sektor dan masyarakat, pengembangan industri besar serta ekspansi ekonomi besar-besar dan ketergantungan terhadap dunia bisnis yang begitu besar. Kota-kota yang menerapkan pembangunan berkelanjutan memiliki kondisi sosial ekonomi yang kondusif karena ada rasa tanggungjawab bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penciptaan modal tenaga kerja dan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Energi

Penerapan penghematan energi merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan. Contohnya yang diterapkan adalah mengoptimalkan pembangunan bangunan dengan pencahayaan alami sebanyak mungkin, mengutamakan pengembangan sistem transportasi umum, massal, dan hemat energi dan bukan justru pro terhadap penggunaan kendaraan-kendaraan pribadi di jalan.

Ekologi

Prinsip pelestarian ekologi dalam pembangunan berkelanjutan diterapkan melalui penggunaan lahan campuran (mixed use) semaksimal mungkin, sistem transportasi dan bangunan yang saling terintegrasi, memperhatikan keberadaan ruang terbuka, ruang hijau, dan membatasi pemekaran kota secara berlebihan.

Engagement (Peran Serta)

Bentuk pembangunan berkelanjutan dapat dilakukan melalui peningkatan dan optimalisasi peran serta masyarakat dalam proses pembangunan lingkungan. Dalam hal ini, pemerintah berperan sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat dan mampu menampung aspirasi atau masukan dari masyarakat

9. Keluarga memiliki fungsi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, seperti biologis, ekonomi, sosialisasi, pendidikan, dan masih banyak lagi.  Karena keluarga adalah salah satu dasar terbentuknya kehidupan sosial bermasyarakat. 
  1. Fungsi Biologis dalam Keluarga

    Seperti yang kita ketahui, baik pria maupun wanita sama-sama memiliki kebutuhan biologis. Fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan biologis ini sangat penting. Saat suami dan istri saling memenuhi kebutuhan biologis, aktivitas tersebut akan berlanjut pada tahap reproduksi atau meneruskan keturunan. Keluarga adalah sarana reproduksi yang paling tepat. Setelah fungsi biologis dari suami dan istri terpenuhi, maka terjadi proses pengembangbiakan untuk melangsungkan keturunan dari keluarga tersebut.

  2. Fungsi Pemeliharaan dalam Keluarga

    Sebagaimana yang kita ketahui, keluarga adalah sarana yang sah secara hukum dan agama untuk meneruskan keturunan. Akan tetapi, fungsi keluarga tidak hanya sebatas memproduksi anak saja, tetapi juga memeliharanya dengan mencukupi segala kebutuhan lahiriah dan batiniahnya. Membesarkan anak adalah salah satu fungsi dari keluarga yang tidak bisa diganggu gugat. Nah, apa saja yang harus dilakukan oleh sebuah keluarga untuk memberi perawatan yang terbaik untuk anaknya? Keluarga harus menyediakan makanan, tempat tinggal, kasih sayang, perlindungan, dan keamanan bagi anak maupun seluruh anggota keluarga.

  3. Fungsi “Rumah” dalam Keluarga

    Yang dimaksud dari fungsi keluarga sebagai “rumah” bukan hanya sekedar menyediakan tempat tinggal saja, tapi juga membuat seluruh anggota keluarga merasa seperti memiliki “rumah” sebagai tempat perlindungan yang menawarkan rasa aman dan proteksi yang baik. Sebuah “rumah” di dalam keluarga akan memberikan dukungan emosional dan psikologis untuk semua anggota keluarga. Di samping itu, fungsi “rumah” dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan cinta bagi setiap anggota keluarga tersebut.

  4. Fungsi Sosialisasi dalam Keluarga

    Fungsi keluarga yang satu ini juga tidak kalah penting dengan tiga fungsi yang sudah disebutkan sebelumnya. Keluarga memainkan peran penting dalam proses sosialisasi. Di dalam keluarga, seorang anak akan belajar tentang nilai, norma, moral, dan cara untuk menjalin komunikasi dengan orang lain di luar keluarga. Selain itu, keluarga adalah tempat untuk membentuk karakter pada masing-masing anggota keluarga, terutama anak. Dari keluarga, anak bisa belajar mengenai hal-hal baik dan buruk maupun yang salah atau benar. Melalui proses sosialisasi dalam keluarga, anak akan menjadi manusia sosial dengan karakter yang baik.

  5. Fungsi Ekonomi dalam Keluarga

    Sejak zaman dahulu, fungsi ekonomi di dalam keluarga sudah berjalan tanpa kita sadari. Keluarga adalah tempat di mana kita bisa memperoleh makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan materi lainnya. Keluarga akan memberikan dukungan finansial untuk masing-masing anggota keluarganya. Fungsi ekonomi dalam keluarga meliputi pencarian nafkah, manajemen keuangan, dan penggunaan dana untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan dalam sebuah keluarga.

  6. Fungsi Pendidikan dalam Keluarga

    Keluarga adalah tempat pertama untuk memberikan pendidikan dan didikan kepada setiap anggota keluarganya, terutama bagi anak-anak. Keluarga adalah sarana pertama untuk mengajarkan membaca atau berhitung, mengenalkan segala pengetahuan dalam kehidupan, mengajarkan keterampilan, dan memberikan panduan mengenai proses jual-beli. Tanpa kita sadari, orang tua pasti pernah mengajarkan salah satu hal tersebut.Bahkan, sebelum anak mendapat materi pendidikan ini di sekolah, sering kali orang tua lebih dulu mengajarkan pendidikan dasar tersebu kepada anak-anaknya.

10. 

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi perlu kita pelajari untuk melihat bagaimana pertumbuhan seorang insan manusia. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan tentang keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia. Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia adalah keselurhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri.

pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran tentang pertumbuhan. Menurut para pakar yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap sebab pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations atau pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi

1. Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. meurut Frued tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral, sebab mulut dilihat sebagai sumber kenikmatan dan ketaidak nikmatan. Pendapat semacam ini mungkin beralasan kepaa kenyataan, bahwa pada masa ini mulut memainkan peranan penting dalam kehidupan individu. Bahwa anak memasukkan apa saja yang dijumpai ke dalam mulutnya itu tidak sebab multu adalah sumber kenikmatan utama, melainkan sebab pada saat itu mulut adalah alat utama untuk melakukan eksplorasi dan belajar. Pada tahun kedua anak belajar berjalan, dan dengan berjalan itu anak mulai pula belajar menguasai ruang. Di samping itu terjadi pembiasaan tahu akan kebersihan. Melalui tahu akan kebersihan itu anak belajar mengontrol impuls-impuls yang datang dari dalam dirinya.

2. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Dalam masa ini pula tampak muncuk gejala kenakalan yang biasanya terjadi antara 3 tahun sampai umur 5 tahun. Anak sering menentang  kehendak orang atau, kadang sampai menggunakan kata – kata kasar, dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Kalau pada masa-masa sebelumya anak masih merasa satu dengan dunianya, belum mampu mengadakan pemisahan secara sadar antara dirinya sendiri sebgai subyek dan yagn lain sebagai obyek maka kemampuan ini kini dimilikinya. Berarti ia menyadari bahwa dirinya juga subyek seperti yang lain. sebagai subyek ia mempunyai kebebasan untuk menghendaki sesuatu.

Pada masa ini terjadi apa yang kita sebut dengan menghendaki dan kehendak yang dimiliki tidak dapat ditahan-tahan; akna tetapi kalau ia telah memperolehnya maka ia tidak lagi memperdulikannya dan menghendaki benda yang lain dan seterusnya

3. Masa intelektual dari kira-kira 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama , maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masa-masa sebelumnya. Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa pueral. Sifat-sifat anak pada masa pueral ini mempunyai sifat-sifat yang khas, yang pertama adalah ditujukan untuk berkuasa (menimbulkan tingkah laku dari perbuatan yang ditujukan untuk berkuasa), yang kedua adalah tingkah laku ekstrovers yaitu perbuatan yang berorientasi ke luar dirinya (ingin menyaksikan keadaan-keadaan dunia di luar dirinya).

ada beberapa sifat khas pada anak-anak masa ini antara lain :
  1. adanya korelasi positif tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
  2. sikap tunduk kepada peraturan-peraturan, permainan yang tradisional
  3. adanya kecenderungan memuji diri sendiri
  4. kalau tidak dapat menyelesaikan ssesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
  5. senang membandingkan dirinya dengan anak lain
  6. adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit
  7. amat realistik ingin tahu, ingin belajar
  8. gemar membentuk kelompok sebaya

4. Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun
Masa sosial adalah masa yang banyak menarik perhatian masyarakat sebab mempunyai sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya, dan dia harus mengarahkan dirinya agar dapat menemukan diri, meneliti sikap hidup yang lama dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi yang dewasa. Pada dasarnya masa ini masih dirinci ke dalam beberapa masa, yaitu masa praremaja , masa remaja (sebagai gejalanya adalah merindu puja, dan pada fase ini, untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang tidak pernah dialami pada masa-masa sebelumnya), dan masa usia mahasiswa (pemuda yang berusia 18 s.d. 30 tahun, dan diklasifikasikan pada masa remaja akhir sampai dewasa awal / dewasa madya, dan pada mahasiswa ini banyak terdapat idealisme yang realistik yaitu yang dapat diterapkan dalam tindakan.)

TUGAS MANDIRI 3 PENGANTAR MANAJEMEN (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL:
1. Bagaimana menurut kalian tentang penyebab perilaku tidak etis terhadap perbedaan budaya dan perbedaan personal !
2. Jelaskan tentang bagaimana karyawan dan organisasi memperlakukan agen ekonomi lainnya 
(terdapat pada slide ke-11 pertemuan 5) !
3. Berilah satu contoh dari proses pengambilan keputusan yang sering dilakukan pada kegiatan 
sehari-hari kalian secara prbadi !
4. Berilah contoh dari jenis-jenis keputusan menurut kalian secara pribadi!
5. Berilah satu contoh menurut kalian pada masalah yang terstruktur dan keputusan terprogram secara prbadi !

Jawaban : 

1. Kebanyakan orang mendefinisikan perilaku tidak etis sebagai perilaku yang menyimpang dari apa yang mereka yakini sebagai perilaku yang patut dalam lingkugan mereka. Penting untuk memahami apa yang menyebabkan orang-orang berperilaku tidak etis. Alasan pertama yaitu standar etika orang yang berbeda dari etika masyarakat secara umum, atau orang tersebut memilih oleh berlaku egois.

Sebagian besar perilaku tidak etis adalah hasil dari sikap yang egois. Orang yang melakukan perbuatan tidak etis tersebut mengetahui bahwa perbuatannya menyimpang, namun ia memilih untuk melakukan penyimpangan tersebut karena diperlukan pengorbanan pribadi untuk bertindak sesuai dengan etika.

2. Sejumlah persoalan etika juga berakar dari bagaimana karyawan memperlakukan organisai mereka. Konflik kepentingan muncul ketika suatu keputusan secara potensial menguntungkan individu tetapi mungkin merugikan organisasi. Untuk menjaga praktik seperti ini sebagian besar perusahaan melarang pembeli mereka untuk menerima hadiah dari pemasok. Mengungkapkan rahasia perusahaan juga jelas tidak etis. Karyawan yang bekerja di bisnis yang sangat kompetitif seperti elektronik, software, pakaian, mungkin tergoda untuk menjual informasi mengenai rencana perusahaan kepada competitor. Kejujuran juga masalah yang sering muncul termasuk menggunakan telepon perusahaan untuk membuat panggilan interlokal pribadi, mencuri perlengkapan kantor, dan menambahkan pengeluaran.   

3. Contoh dari proses pengambilan keputusan yang sering dilakukan pada kegiatan sehari-hari kalian secara prbadi : 

Memutuskan akan pergi kemana dulu hari ini . 

Juga seperti, ada janjian bertemu dengan dua orang sekaligus, kita harus memutuskan yang mana yanv harus ditemui terlebih dahulu .


4. Keputusan biasanya terbagi menjadi dua jenis yaitu keputusan pribadi dan keputusan bersama

Keputusan pribadi merupakan keputusan yang diambil untuk kepentingan diri sendiri dan dilakukan secara perorangan .Contoh keputusan pribadi: seperti menentukan pilihan ekstrakulikuler di sekolah, menentukan cara belajar yang baik.

 Keputusan bersama merupakan keputusan yang diambil bedasarkan kesepakatan bersama dan untuk kepentingan bersama.Keputusan bersama tidak boleh menguntungkan satu pihak dengan merugikan pihak lain.contoh keputusan bersama: 

1. dalam pemilihan rt
2. dalam pemilihan rw
3. menentukan jadwal poskamling
4. menentukan waktu kerja bakti
5. memilih ketua karangtaruna

5. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur yaitu keputusan yang berulang- ulang dan
    rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada
    manjemen tingkat bawah.
   Contoh : Manajer produksi dari PT. XYZ selalu melakukan kegiatan rutin disetiap awal bulan,
   yaitu dengan melakukan pembelian bahan baku untuk persediaan.

 Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur yaitu keputusan yang sebagian dapat
   diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini
   seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan - perhitungan serta analisis yg terperinci.
   Contoh : Pak Darwin adalah seorang Menejer Keuangan pada PT. Arta. Pekerjaan pada devisi
   keuangan mengharuskan Pak Darwin harus cermat dalam menginvestasikan serta mengolah
   keuangan pada PT. Arta. Pada saat itu diharuskan penggantian mesin di pabrik dan harus
   menghitungan dengan cermat sebelum melakukan investasi pada mesin yang akan dibeli agar
   investasi yang dilakukan tidak merugikan perusahaan.  Maka Pak Darwin harus melakukan
   keputusan untuk menginvestasikan keuangan perushaan secara cermat.

Sabtu, 24 April 2021

ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) KALKULUS (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL
Hitunglah integral dibawah ini dengan metode subsitusi dan subsitusi yang merasionalkan

Jumat, 23 April 2021

ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) PENGANTAR MANAJEMEN (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam 


SOAL 
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan unsur-unsur 6M dalam manajemen ?
2. Sifat apa yang mampu berpengaruh terhadap keberhasilan dalam kepemimpinan pengorganisasian ?
3. Sebutkan tipe-tipe gaya kepemimpinan !
4. Sebutkan masalah-masalah yang diatur oleh MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) dalam program kepegawaiannya !
5. Apa saja bidang kegiatan yang masih memerlukan keahlian dalam manajemen operasional ?
6. Sebutkan dan jelaskan tiga golongan pembagian manajer pada tingkatan manajemen dalam suatu perusahaan !
7. Apa saja tiga pendekatan rasional yang sering digunakan oleh seorang manajer untuk pengambilan keputusan ? dan jelaskan !
8. Sebutkan proses yang dilakukan dalam pengambilan keputusan !
9. Menurut G.Terry ada 4 fungsi manajemen yaitu Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.
Jelaskan satu persatu !
10. Tugas seorang manajer dalam perusahaan, meliputi apa saja deskripsikan ?

Jawaban : 
1. 

Unsur-Unsur Manajemen

Berikut akan diulas satu per satu mengenai 6 unsur-unsur manajemen beserta penjelasannya lengkap, biasa dikenal sebagai 6M yang terdiri dari man, money, materials, machines, methods, dan market.

1. Manusia (Man)

unsur-unsur manajemen man

Unsur manajemen yang pertama dan paling utama adalah man atau manusia. Lebih spesifik lagi, man merujuk pada sumber daya manusia (SDM)) yang dimiliki. Adanya sumber daya manusia sangat penting untuk melakukan proses manajemen, mulai dari perencanaan hingga proses produksi yang dilaksanakan.

Unsur ini juga meliputi pekerja yang dimiliki. Tanpa adanya unsur manusia, tentu manajemen tidak bisa dilakukan. Nantinya tiap-tiap individu juga memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing, sesuai dengan struktur dan keahlian masing-masing. Karena itulah unsur ini menjadi unsur yang paling vital dalam manajemen.

2. Uang (Money)

unsur-unsur manajemen unsur-unsur manajemen moneymoney

Selanjutnya ada unsur uang atau money. Dalam manajemen, uang sangat penting agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Untuk menjalankan aktivitas perusahaan atau industri, uang dibutuhkan sebagai modal untuk membeli bahan baku, membeli alat dan mesin, menggaji karyawan, menyewa lahan, dan lain sebagainya.

Kegiatan atau ketidaklancaran proses manajemen tentu akan sangat dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan perusahaan yang baik. Pengelolaan uang dan kas perusahaan haruslah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Untuk itulah unsur uang ini juga sangat penting dan haruslah diperhatikan.

3. Bahan (Materials)

Bahan atau materials juga termasuk unsur manajemen. Unsur ini sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan. Bahan tersebut nantinya akan diolah hingga menghasilkan produk tertentu. Tanpa adanya bahan baku, tentu aktivitas perusahaan tidak bisa berjalan karena tidak ada produk yang bisa dihasilkan.

Unsur ini sangat berkaitan dengan unsur manusia. Dalam proses produksi, sumber daya manusia (SDM) akan mengolah dan menjadikan bahan baku atau sumber daya alam (SDA) menjadi produk jadi atau setengah jadi yang akan dijual. Karena itulah, unsur bahan atau material ini juga dianggap sebagai sarana manajemen untuk mencapai tujuan. 

4. Mesin (Machines)

Dalam proses manajemen, mesin atau machines juga penting dan berfungsi untuk memudahkan pelaksanaan aktivitas perusahaan. Dengan adanya alat dan mesin, maka waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi dan pengolahan bahan baku akan semakin cepat dan efisien, serta menekan biaya agar minim.

Dengan perkembangan teknologi yang maju dan modern saat ini, tentu mesin sudah menjadi kebutuhan wajib bagi tiap perusahaan untuk melakukan proses produksi. Selain itu, produksi dengan bantuan alat dan mesin tentu akan meminimalisir kesalahan yang biasa dilakukan manusia (human error).

5. Metode (Methods)

Unsur manajemen selanjutnya adalah metode atau methods. Yang dimaksud metode adalah tata cara atau langkah-langkah yang dilakukan dalam aktivitas perusahaan. Umumnya metode yang disepakati dan digunakan dikenal sebagai standard operational procedure (SOP) yang harus dipatuhi oleh pekerja.

Adanya metode sangat penting sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dan benar serta runtut dari awal sampai akhir, yang diterapkan pada tiap-tiap divisi atau bagian dalam perusahaan. Pemilihan metode yang tepat dan benar tentu akan membuat proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

6. Pasar (Market)

Unsur manajemen yang terakhir adalah pasar atau market. Pasar menjadi unsur yang sifatnya sangat strategis, karena penguasaan pasar akan menjadi faktor yang menentukan keberhasilan perusahaan. Yang dimaksud pasar adalah sektor konsumen yang ditargetkan atau dituju dengan harapan konsumen membeli produk yang dihasilkan perusahaan.

Untuk menguasai dan mendominasi pasar, tentu ada langkah-langkah yang harus dilakukan, mulai dari menentukan segmentasi konsumen yang dituju, menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar, melakukan iklan dan promosi yang gencar dengan strategi yang tepat, dan lain sebagainya.

2. 

Sifat umum yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai kesuksesan dalam kepemimpinan dalam organisasi adalah:

  1. Memiliki sebuah bentuk kondisi badan yang dimana akan sesuai dengan tugas yang diberikan. Hal ini dikarenakan tugas kepemimpinan akan melakukan penuntutan dari sifat kesehatan yang tertentu pula.
  2. Memiliki pengetahuan yang luas. Berpengetahuan luas tidak akan selalu memiliki sebuah pendidikan yang tinggi. Ada pula orang orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi tapi memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik daripada orang yang berpendidikan tinggi.
  3. Memiliki sebuah keyakinan terhadap organisasi akan dapat berhasil dalam mencapai sebuah tujuan yang dimana akan ditentukan dan juga bakat dari kepemimpinan yang ada. Seperti percaya diri yang dimana menjadi modal yang sangatlah penting.
  4. Memiliki sebuah tingkat stamina dan juga semangat bekerja tuntas yang besar.
  5. Memiliki kemampuan yang terbilang cepat dalam melakukan pengambilan keputusan.
  6. Memiliki sifat yang objektif dalam seluruh emosi yang ada.
3. 
GAYA KEPEMIMPINAN

  1. Tipe Kepemimpinan Otokratis
Kepemimpinan otokratis adalah gaya kepemimpinan yang berpusat pada satu orang, yaitu bos. Dalam tipe kepemimpinan ini, pemimpin memegang semua kewenangan dan tanggung jawab atas perusahaan dan bawahannya. Sebagai pemimpin otokratis biasanya selalu mengambil keputusan sendiri tanpa berkonsultasi denngan bawahannya. Pemimpin jenis ini juga memiliki ambisi kuat dan ketika berkomunikasi dengan bawahannya selalu mengharapkan pelaksanaan yang cepat dan tanggap.
Jarang ada / tidak ada sama sekali fleksibilitas, karena dalam jenis kepemimpinan ini semua kebijakan berasal dari seorang pemimpin otokratis. Saat ini kedengarannya sulit untuk mengharapkan situasi yang mendukung kepemimpinan otokratis, namun Donald Trump (Trump Organization) dan Albert J Dunlap (Sunbeam Corporation) adalah beberapa contoh pemimpin dan perusahaan yang menjalankan jenis kepemimpinan ini.
  1. Kepemimpinan Demokratis
Sangat berbeda dengan kepemimpinan otokratis, kepemimpinan demokratis lebih melibatkan kontribusi bawahan untuk setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin.  Tanggung jawab akhir tetap dipegang oleh pemimpin demokratis, hanya saja dalam prosesnya pemimpin banyak mendelegasikan wewenangnya kepada bawahan untuk menyelesaikan beberapa proyek kerja.
Untuk menjalankan kepemimpinan ini dibutuhkan keberanian, kejujuran, kreativitas, keadilan, kecerdasan dan kompetensi. Satu hal lagi, tipe kepemimpinan demokratis menawarkan komunikasi aktif antara atasan dan bawahan. Inilah yang membuat gaya kepemimpinan ini paling banyak disukai, setidaknya menurut berbagai data statistik.
  1. Gaya Kepemimpinan Strategis
Kepemimpinan strategis adalah salah satu yang menjadikan seorang pemimpin layaknya sebuah kepala organisasi. Biasanya pemimpin strategis tidak hanya berasal dari orang-orang level atas suatu perusahaan. Pemimpin ini biasanya dipilih untuk tujuan yang lebih luas agar bisa menciptakan kinerja yang baik untuk perusahaan.
Fungsi pemimpin strategis adalah mengisi kesenjangan antara kebutuhan baru dan kebutuhan praktis dalam suatu perusahaan.  Kepemimpinan strategis biasanya sangat diharapkan dan efektif dilakukan pada masa perubahan suatu perusahaan karena hampir 55% dari gaya kepemimpinan ini melibatkan pemikiran yang strategis.
  1. Gaya Kepemimpinan Transformasional
Sangat berbeda dengan tipe-tipe kepemimpinan yang lainnya. Gaya kepemimpinan transformasional selalu berkaitan dengan memulai perubahan baik dalam diri sendiri, orang lain, kelompok maupun organisasi. Pemimpin transformasional selalu bisa memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang melebihi apa yang sebelumnya mereka harapkan.
Pemimpin transformasional selalu menetapkan hal yang menantang dan harapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan gaya kepemimpinan yang lainnya. Oleh karena itu kepemimpinan ini selalu memiliki pengikut yang berkomitmen dan merasa puas karena pemimpinnya sangat memberdayakan pengikut yang memiliki visi-misi yang sama.
  1. Kepemimpinan Tim
Kepemimpinan tim dibentuk dengan landasan yang sama dengan membentuk tim kesebelasan / tim sukses. Semua yang ada pada jenis kepemimpinan ini selalu melibatkan gambaran yang jelas mengenai masa depan, dimana ia sedang menuju dan untuk apa dia melakukan sesuatu. Semua ini berkat visi yang ditanamkan untuk memberikan rasa yang kuat mengenai tujuan yang akan dicapai dan arah menuju tujuan tersebut.
Kepemimpinan ini selalu menekankan bekerja dengan hati dan pikiran semua orang yang terlibat. Hal yang menantang dari kepemimpinan tim adalah tidak selamanya akan membuahkan hasil yang bagus, kepemimpinan ini bisa gagal karena kualitas pemimpin yang buruk namun bisa juga berhasil apabila kondisinya sebaliknya.
  1. Kepemimpinan Lintas Budaya
Keberagaman kebudayaan telah memberikan kontribusi hadirnya tipe kepemimpinan ini. Jenis kepemimpinan yang ada karena terdapat berbagai budaya di masyarakat. Pemimpin jenis ini juga selalu berfikir lebih maju dan mengenali pasar global kontemporer.
Saat ini dibutuhkan pemimpin yang secara efektif mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka dengan lingkungan yang berbeda, terlebih untuk perusahaan internasional.
  1. Kepemimpinan fasilitatif
Salah satu gaya kepemimpinan yang selalu bergantung pada pengukuran dan hasil. Pemimpin fasilitatif selalu memperhatikan efektivitas kelompok dengan efektivitas prosesnya. Jika suatu kelompok memliki efektivitas yang tinggi maka pemimpin tidak banyak campur tangan, sedangkan jika kelompok tidak efektif maka pemimpin akan member petunjuk dan membantu kelompok tersebut menjalankan prosesnya.
Kepemimpian fasilitatif melibatkan pemantauan terhadap dinamika kelompok / bawahannya. Pemimpin kemudian menawarkan saran proses pelaksanaan dan melakukan intervensi untuk membentu kelompok yang berjalan tidak sesuai dengan jalurnya.
  1. Tipe Kepemimpinan Laissez-faire
Gaya kepemimpinan laissez-faire selalu memberikan kewenangan kepada karyawan. Pemimpin Laissez-faire memberikan sikap permisif yang mengizinkan karyawan memilih cara kerja sesuai dengan apa yang mereka kehendaki agar merasa nyaman dan menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Pemimpin disini tidak banyak melakukan intervensi karena intervensi bisa sangat menggangu karyawan yang telah dewasa untuk menjalankan tugasnya.
Menurut berbagai penelitian, kepemimpinan laissez-faire adalah gaya manajemen yang paling efektif dan memuaskan. Banyak perusahaan yang mencapai tujuannya secara konsisten menggunakan kepemimpinan ini.
  1. Kepemimpinan Transaksional
Jenis kepemimpinan yang mempertahankan dan melanjutkan status quo. Kepemimpinan ini juga melibatkan proses pertukaran layaknya jual-beli. Pengikut akan mendapatkan imbalan dengan segera setelah berhasil melaksanakan perintah pemimpinnya.
Pada dasarnya gaya kepemimpinan ini memiliki fokus pada harapan dan pemimpin diharapkan mampu memberikan keterampilan umpan balik dalam proses pelaksanaan perusahaan. Mengutip Boundless.com, kepemimpinan transaksional meliputi:
  • Menjelaskan apa yang diharapkan dari kinerja karyawan
  • Menjelaskan bagaimana karyawan bisa memenuhi harapan tersebut
  • Memberikan imbalan terhadap keberhasilan karyawan mencapai tujuan perusahaan
  1. Kepemimpinan Pembinaan
Tipe pemimpin pada jenis ini selalu berusaha memberikan pengajaran dan mengawasi bawahannya. Pemimpin selalu mengatur hasil yang akan dicapai dan apa saja yang memerlukan perbaikan. Pada intinya pemimpin senantiasa memberikan pembinaan dengan meningkatkan keterampilan mereka, kemudia pemimpin memberikan motivasi yang mendorong motivasi bawahannya untuk mencapai tujuan perusahaan.
  1. Kepemimpinan Karismatik
Karisma tidak hanya perubahan perilaku saja, ini merupakan perubahan transformasi nilai-nilai dan kayakinan bawahannya terhadap pemimpinnya. Pemimpin karismatik adalah seseorang yang mampu memanifetasikan kekuatan revolusionernya. Inilah yang membedakan pemimpin karismatik dengan pemimpin populis, ia mampu mempengaruhi sikap terhadap objek tertentu.
  1. Gaya Kepemimpinan Visioner
Tipe kepemimpinan yang melibatkan seseorang yang mengetaui bahwa metode, langkah-langkah dan proses kepemimpinannya diperoleh dengan dan melalui orang lain. Pemimpin yang sukses selalu memiliki aspek visi dalam dirinya dan selalu mengubah visi tersebut menjadi sesuatu yang nyata.
Perlu diingat bahwa beberapa orang yang sangat visioner cenderung memamerkan kepemimpinan visioner dan banyak orang tidak nyaman dengan hal itu.

Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

4. 
Tidak hanya di dalam perusahaan besar, manajemen SDM juga sangat diperlukan bagi perusahaan kecil walaupun hanya berisikan sedikit karyawan. Namun, karena cakupannya lebih kecil, terkadang manajemen SDM yang ada di perusahaan kecil cenderung dikelola oleh orang yang bukan pada bidangnya (misalnya manajer merangkap HRD). Keadaan ini kemudian mengakibatkan kesalahan pada proses manajemen SDM.

Beberapa kesalahan yang ditemui antara lain:

1. Terlalu Cepat Merekrut

Ketika ada sebuah posisi yang dibuka dalam perusahaan kecil, itu berarti terjadi kekosongan karena ada karyawan yang resign. Oleh karenanya akan dilakukan perekrutan dengan segera agar bisnis tetap berjalan.

Sayangnya banyak manajer perekrutan di perusahaan kecil yang langsung merasa mendapat tekanan besar sehingga tidak teliti dalam mempekerjakan seseorang. Besar kemungkinan orang tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan atau berkualitas namun diterima hanya agar posisi yang kosong bisa terisi.

2. Tidak Mengalokasikan Sumber Daya yang Cukup Untuk Pelatihan

Setiap pelatihan membutuhkan waktu dan uang. Banyak perusahaan kecil yang membuat kesalahan besar karena gagal melatih karyawan dengan benar. Kegagalan untuk melatih dengan benar dapat menyebabkan perusahaan kehilangan pelanggan, membuat karyawan merasa tidak siap dan membebani keuangan perusahaan.

3. Gagal Mengatasi Masalah Kinerja

Kekurangan karyawan akan kinerja dan perilaku menjadi masalah bagi perusahaan manapun. Kegagalan untuk mengatasi masalah kinerja dan perilaku secara tidak langsung akan membenarkan perbuatan karyawan terkait. Hal ini kemudian memunculkan perasaan tidak puas oleh karyawan yang bekerja dengan baik.

4. Sembarangan Melakukan PHK

Banyak pengusaha kecil atau manajer yang memecat karyawan berdasarkan hubungan pribadi atau masalah personal lain yang tidak berhubungan dengan kinerja mereka. Jika pemecatan dilakukan dengan alasan perusahaan tidak mampu membayar gaji mereka, maka Anda wajib untuk memeriksa faktor kinerja dan membuat keputusan logis.

Jika seorang karyawan perlu dipecat karena kinerja atau perilaku yang tidak baik, penting untuk mengesampingkan perasaan pribadi dan fokus pada pemenuhan kebutuhan bisnis terlebih dahulu.

5. Tidak Mematuhi Hukum Ketenagakerjaan

UU Ketenagakerjaan berlaku untuk semua bisnis apapun tanpa terkecuali. Sementara itu UU lainnya berlaku dengan bisnis minimal 12 orang atau lebih dan selanjutnya. Setiap perusahaan wajib mempelajari hukum tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mematuhi semua hukum yang berlaku.

Pemilik usaha kecil harus menyadari hukum ketenagakerjaan mengenai:

  • Diskriminasi
  • Cuti keluarga
  • Persyaratan upah minimum
  • Lembur
  • Standar keamanan
  • Cacat

6. Penggolongan Karyawan

Beberapa usaha kecil mengklasifikasikan karyawan sebagai kontraktor untuk menghemat pajak, namun hal ini bisa menjadi masalah besar jika ternyata data tak sesuai dengan hukum yang berlaku. Anda bisa menerapkan hukum ketenagakerjaan yang berbeda misalnya untuk karyawan kontrak dan tetap.

Itulah kesalahan yang biasa terjadi, dengan banyak nya pekerjaan manajemen SDM, membuat HRD ingin segera menyelesaikan semuanya tanpa memperhatikan hal-hal di atas.

5. 

Bidang kegiatan yang memerlukan keahlian Manajemen Operasional 

 1. Manajer Pabrik (Plant Manager) : manajemen pabrik termasuk keahlian di bidang perencanaan produksi, manajemen pembelian, manajemen persediaan, termasuk pengelolaan karyawan di bagian operasional maupun pengelolalaan sumber daya lainnya yang dipergunakan di pabrik. 

2. Direktur Pembelian (Director of Purchashing) : mengenai fungsi pembelian, kemampuan menelaah program penjualan, mengintegrasikan atau membuat keterkaitan dari supplier sampai distributor, mengkoordinasi aktifitas operasi. 

3. Manajer Mutu (Quality Manager) : mengenai konsep statistic untuk dapat melakukan pengawasan semua aspek operasional karena kualitas merupakan tanggung jawab secara bersama diantara semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terutama fungsi operasional. 

4. Konsultan Perbaikan Proses (Process Improvement Consultants) : berkaitan dengan desain proses sehingga dapat memberikan berbagai konsultasi mengenai perbaikan proses untuk operasi perusahaan. 

5. Manajer dan Perencana Rantai Pasokan (Supply Chain Manager and Planner) bertanggung jawab mengenai negosiasi kontrak jangka panjang antara perusahaan dengan supplier maupun distributor sehingga harus mempunyai keahlian tentang Material Requirement Planning, Supply Chain Management, Teknologi komunikasi canggih dalam dunia bisnis, konsep penjadwalan dan persediaan.

6. 

1. manajemen puncak (top management), bertanggung jawab terhadap keseluruhan aktivitas suatu organisasi. tugasnya adalah merencanakan kegiatan dan strategi serta mengarahkan jalannya perusahaan.

2. manajemen menengah (middle management), membawahi dan mengarahkan kegiatan manajemen lainnya dan kadang langsung pada karyawan operasional, sebagai penghubung antara manajemen puncak dan manajemen bawah. tugasnya adalah menggerakkan, memahami, dan memotivasi orang lain, baik secara individu maupun kelompok.

3. manajemen lini pertama (first-line management), manajemen tingkat paling rendah. bertanggung jawab melaksanakan keputusan dan rencana yang ditetapkan manajemen tingkat menengah yang mencakup prosedur, teknik, pengetahuan, dan keahlian dibidang khusus. tugasnya yaitu memimpin dan mengawasi tenaga operasional.

7. Pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara :

  • Meneliti situasi
    Tahap pertama adalah meneliti atau mendefenisikan problem. apabila manajer telah mengenali problem yang sesuangguhnya, manajer dapat meneliti lebih lanjut untuk memperoleh pemahaman yang lebih solidmengenai problem tersebut.
  • Mengembangkan alternatif Pemecahan
    Setelah problem teridentifikasi, manajer dapat mengembangkan alternatif - alternatif pemecahan yang praktis dan kreatif serta mempertimbangkan segala keterbatasan dalam setiap alternatif.
  • Mengevaluasi alternatif dan memilih alternatif yang terbaik
    Dari alternatif - alternatif yang telah diperoleh, manajer harus mampu mengevaluasi sejauh mana alternatif yang ada mampu memberikan kontribusi yang paling baik terhadap perusahaan dan memiliki resiko yang paling rendah.
  • Implementasi
    Selanjutnya setelah mendapatkan alternatif terbaik, manajer tinggal melaksanakan alternatif tersebut. proses pelaksanaan alternatif tersebut tentu dengan tetap memperhatikan segala resiko yang ditimbulkan.
  • Follow Up dan Evaluasi
    Langkah terakhir adalah monitoring dan evaluasi, tahap ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan keputusan yang diambil telah mengenai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. apabila dirasa keputusan yang diambil belum mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai, maka seorang manajer haarus cepat tanggap dalam menyelesaikan problem dari keputusan yang diambil.
2. Alat pembantu pengambil keputusan
  • Bagan Positif dan Negatif (Bagan T)
  • Matriks Multikriteria
  • Matriks Pay - off (Pay-Off Matrix)
  • Programasi Linear (Linear Programing).
  • Analisis Titik Impas (Analisi Break-Even)
  • Pohon Keputusan (Decision Tree)
8. 
  1. Identifikasi masalah dan ketidakjelasan (uncertainties)
    Misal untuk meningkatkan pendapatan perusahaan , kita ingin menaikkan harga jual dari produk atau jasa kita.
    Jika berhasil maka pendapatan akan naik, tetapi jika menyebabkan calon pelanggan tidak mau beli maka malah menurunkan pendapatan
  2. Mengumpulkan informasi
    Kita bisa bertanya kepada sales apakah harga baru tersebut dapat diterima calon pelanggan. Lihat juga bagaimana pesaing-pesaing anda mengerjakan pricing.
    Kita juga perlu mengadakan survei pasar apakah calon pelanggan kita bersedia membeli dengan harga baru tersebut.
  3. Membuat prediksi kemungkinan  yang terjadi
    Pada tahap ini pikirkan alternatif-alternatif yang mungkin. Silahkan membuat anggaran kenaikan pendapatan dengan harga baru tersebut pada setiap alternatif.
  4. Mengambil keputusan dari alternatif-alternatif yang ada
    Silahkan membuat alternatif keputusan termasuk beberapa pilihan harga baru. Bisa juga ada pilihan harga lama tetapi spesifikasi dikurangi sehingga mengurangi biaya produksi. Pastikan tidak ada bias dalam pemikiran kita. Pastikan kita mengambil keputusan dengan obyektif. Dengan pemikiran yang matang silahkan mengambil salah satu alternatif keputusan tersebut.
  5. Mengevaluasi hasil terhadap prediksi yang telah dibuat
    Bandingkan hasil dengan prediksi yang telah kita buat dan lakukan evaluasi. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah keputusan kita sudah tepat 100%. Jika perlu ada perbaikan-perbaikan, kita dapat memperbaiki langkah-langkah supaya hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan.
9. 

Fungsi Manajemen

George R. Terry,1958 dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 10) membagi empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan). Keempat fungsi manajemen ini disingkat dengan POAC.

Planning (Perencanaan)

George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 10) mengemukakan tentang Planning sebagai berikut, yaitu “Planning is the selecting and relating of facts and the making and using of assumptions regarding the future in the visualization and formulation to proposed of proposed activation believed necesarry to accieve desired result”.

“….Perencanaan adalah pemilih fakta dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan atau asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.”

Organizing (Pengorganisasian)

Pengorganisasian tidak dapat diwujudkan tanpa ada hubungan dengan yang lain dan tanpa menetapkan tugas-tugas tertentu untuk masing-masing unit. George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 38) mengemukakan tentang organizing sebagai berikut, yaitu “Organizing is the determining, grouping and arranging of the various activities needed necessary forthe attainment of the objectives, the assigning of the people to thesen activities, the providing of suitable physical factors of enviroment and the indicating of the relative authority delegated to each respectives activity.

“…Pengorganisasian ialah penentuan, pengelompokkan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang dipeelukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (pegawai), terhadap kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor physik yang cocok bagi keperluan kerja dan penunjukkan hubungan wewenang, yang dilimpahkan terhadap setiap orang dalam hubungannya dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan.

Terry (Sukarna, 2011: 46) juga mengemukakan tentang azas-azas organizing, sebagai berikut, yaitu :

  1. The objective atau tujuan.
  2. Departementation atau pembagian kerja.
  3. Assign the personel atau penempatan tenaga kerja.
  4. Authority and Responsibility atau wewenang dan tanggung jawab.
  5. Delegation of authority atau pelimpahan wewenang.

Actuating (Pelaksanaan /Penggerakan)

Menurut George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 82) mengatakan bahwa

Actuating is setting all members of the group to want to achieve and to strike to achieve the objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing efforts.

“….Penggerakan adalah membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha dengan keras untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian dari pihak pimpinan.

Definisi diatas terlihat bahwa tercapai atau tidaknya tujuan tergantung kepada bergerak atau tidaknya seluruh anggota kelompok manajemen, mulai dari tingkat atas, menengah sampai kebawah. Segala kegiatan harus terarah kepada sasarannya, mengingat kegiatan yang tidak terarah kepada sasarannya hanyalah merupakan pemborosan terhadap tenaga kerja, uang, waktu dan materi atau dengan kata lain merupakan pemborosan terhadap tools of management. Hal ini sudah barang tentu merupakan mis-management.

Tercapainya tujuan bukan hanya tergantung kepada planning dan organizing yang baik, melainkan juga tergantung pada penggerakan dan pengawasan. Perencanaan dan pengorganisasian hanyalah merupakan landasan yang kuat untuk adanya penggerakan yang terarah kepada sasaran yang dituju. Penggerakan tanpa planning tidak akan berjalan efektif karena dalam perencanaan itulah ditentukan tujuan, budgetstandard, metode kerja, prosedur dan program. (Sukarna, 2011: 82-83).

Faktor-faktor yang dierlukan untuk penggerakan yaitu:

  1. Leadership (Kepemimpinan)
  2. Attitude and morale (Sikap dan moril)
  3. Communication (Tatahubungan)
  4. Incentive (Perangsang)
  5. Supervision (Supervisi)
  6. Discipline (Disiplin).

Controlling (Pengawasan)

Control mempunyai perananan atau kedudukan yang penting sekali dalam manajemen, mengingat mempunyai fungsi untuk menguji apakah pelaksanaan kerja teratur tertib, terarah atau tidak. Walaupun planningorganizing, actuating baik, tetapi apabila pelaksanaan kerja tidak teratur, tertib dan terarah, maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Dengan demikian control mempunyai fungsi untuk mengawasi segala kegaiatan agara tertuju kepada sasarannya, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Untuk melengkapi pengertian diatas, menurut George R. Terry (Sukarna, 2011: 110) mengemukakan bahwa Controlling, yaitu:

Controlling can be defined as the process of determining what is to accomplished, that is the standard, what is being accomplished. That is the performance, evaluating the performance, and if the necessary applying corrective measure so that performance takes place according to plans, that is conformity with the standard.

“…Pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standard, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan, dan bilaman perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras dengan standard (ukuran).

Terry (Sukarna, 2011: 116), mengemukakan proses pengawasan sebagai berikut, yaitu:

  1. Determining the standard or basis for control (menentukan standard atau dasar bagi pengawasan)
  2. Measuring the performance (ukuran pelaksanaan)
  3. Comparing performance with the standard and ascerting the difference, it any (bandingkan pelaksanaan dengan standard dan temukan jika ada perbedaan)
  4. Correcting the deviation by means of remedial action (perbaiki penyimpangan dengan cara-cara tindakan yang tepat).
10. Tugas seorang manajer : 
  1. Perencanaan. Seorang manajer bersama jajaran di organisasi merencanakan bagaimana setiap divisi akan bekerja untuk mengembangkan perusahaan dan mencapai tujuan. Perencanaan dapat menyangkut banyak hal, dari soal rencana bisnis, kebutuhan tenaga kerja, target pertumbuhan, hingga penyusunan anggaran. 
  2. Pengaturan. Tugas manajer selanjutnya adalah mengatur dan mengelola tim agar sejalan dengan tujuan organisasi. Tanggung jawab ini meliputi perencanaan pekerjaan, pembagian dan pendistribusian tugas ke setiap staf, penetapan target, penyusunan prosedur operasional dan standar kinerja, serta penerapan proses kerja yang efisien. 
  3. Pengawasan. Manajer punya wewenang untuk mengawasi dan mengendalikan tim untuk memastikan agar proses berjalan sesuai rencana. Manajer juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kendala dan hambatan tim serta membantu mereka mengatasinya.  
  4. Evaluasi. Tugas manajer ini terkait dengan evaluasi dan penilaian terhadap proses dan hasil, apakah meleset atau melampaui target. Manajer bertanggung jawab mencari tahu di mana bottleneck dari keseluruhan proses dan apa yang harus diperbaiki. Mereka juga mengevaluasi bagaimana kinerja setiap karyawan dan memberikan penilaian individual.
  5. Kepemimpinan. Ini merupakan tugas manajer yang tak kalah penting. Manajer adalah pemimpin di setiap divisi, sehingga mereka harus mampu memotivasi seluruh anggota tim untuk bekerja mencapai tujuan bersama. 

Rabu, 21 April 2021

TUGAS MANDIRI 3 KALKULUS (SEMESTER GENAP) -KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam 

ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam


SOAL:
1. Menurut pemahaman kamu apa yang dimaksud dengan system informasi akuntansi?
2. Jelaskan lah perbedaan atau Karakteristik dari Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Informasi Manajemen!
3. Apa yang dimaksud dengan Sistem Pengendalian Intern dan jelaskan tujuan dari systemPengendalian intern ? 
4. Jelaskan Fungsi-fungsi yang terkait dalam Akuntansi Penjualan Kredit serta Informasi apa yang diperlukan manajemen dalam Penjualan Kredit?
5. Apa saja yang kamu ketahui mengenai Sistem Akuntansi Penjualan Kredit dan buatlah satu flowchart yang menjelaskan transaksi penjualan Kredit?
6. Salah satu unsur pokok system pengendalian intern adalah “Struktur Organisasi yang memisahkan tanggung jawab dan Wewenang secara tegas, menurut Pendapat anda Apa pentingnya pemisahan tugas tersebut!
7. Deskripsikanlah Sistem Otorisasi & Prosedur pencatatan dalam system penjualan Kredit!
8. Apa yang menyebabkan adanya piutang pada suatu organisasi/Perusahaan dan jelaskan apa saja Informasi yang mungkin dibutuhkan oleh manajemen!
9. Jelaskanlah jaringan prosedur yang membentuk system Akuntansi Pembelian!
10. Apa yang bisa kamu simpulkan ketika kamu membuat ringkasan Jurnal pada Tugas Mandiri 1 
sebelumnya?

Jawaban : 

1. SIA, menurut Mulyadi, adalah pengaturan formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen, guna memudahkan pengelolaan perusahaan (2001).

Sedangkan, menurut Nugroho Widjajanto (2001), SIA adalah susunan formulir, catatan, dan peralatan.

Termasuk di dalamnya adalah komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat. Mereka kemudian didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.

Dari sini dapat disimpulkan, bahwa SIA merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai formulir, catatan dan laporan yang telah disusun dan menghasilkan suatu informasi keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Dengan demikian manajemen perusahaan dapat melihat keuangan dengan jelas melalui sistem tersebut. Selain itu, manajemen juga dapat mengontrol kinerja dari sistem yang digunakan.

2. Sistem Informasi Akuntansi Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.

Sistem informasi manajemen, adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras(hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.

Perbedaan SIA dan SIM :

1. SIA berkewajiban untuk memberikan informasi dengan lingkungan sedangkan SIM tidak, SIM hanya merupakan usaha seorganisasi.

2. SIA hanya menangani informasi dalam hal akutansi saja sedangkan SIM hampir semua masalah dibahas dan dicari pemecahannya.

3. Output SIA masih luas, bisa dijadikan sebagai bahan bagi manajer maupun sumber data bagi sistem lain, sedangkan SIM hanya menyediakan informasi bagi manajer untuk dicari pemecahannya.

4. SIA lebih berorientasi kepada data, sedangkan SIM lebih berorientasi kepada informasi.

5. SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedangkan SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi.

3. 

Pengertian Sistem Pengendalian Internal Menurut Ahli

Menurut Mulyadi, bahwa meliputi struktur organisasi dan seluruh cara-cara serta alat-alat yang di koordinasikan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta (asset) milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mengoptimalkan efisiensi didalam operasi dan membantu mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Menurut AICPA Pengendalian internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, personil manajemen, dan satuan usaha lainnya, yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal-hal berikut: efektifitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, kesesuaian dengan undang-undang, dan peraturan yang berlaku.

Tujuan Sistem Pengendalian Internal

Berdasarkan definisi tersebut dapat dilihat bahwa sistem pengendalian internal bertujuan untuk :

  1. Menjaga kekayaan organisasi
  2. Memeriksa ketelitian dan keandalan data akuntansi.
  3. Mendorong efisiensi operasional.
  4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
4.Fungsi Yang Terkait Dalam Sistempenjulan Kredit Dengan Kartu Kredit Perusahaan Adalah:
a. Fungsi Kredit
fungsi ini bertanggung jawab atas pemeberian kartu kepada pelanggan yang terpilih. Fungsi kredit melakuakn pengumpulan informasitentang kemepuan keuangan calon anggota dengan meminta fotocopy rekening koran bank, keterangan gaji atau pendapatan calon anggota dari perusahaan tempat ia bekerja.
b. Fungsi Penjualan
fungsi ini bertangung jawab melayani kebutuhan barang pelanggan. Fungsi penjualan mengisi faktur penjualan kredit untuk memungkinkan fungsi gudang dan fungsi pengiriman melaksanakan penyerahan barang kepada pelanggan.
c. Fungsi Gudang
fungsi ini menyediakan barang yang diperlukan oleh pelanggan sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan kartu kredit yang diteriam dari fungsi penjualan.
d. Fungsi Pengiriman
fungsi ini bertanggung jawab untuk menyerahkan barang yang kuantitas, mutu, dan spesifikasinya sesuai denganyang tercantum dalam tembusanfaktur penjualan kartu kredit yang diterima dari fungsi penjualan. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk memperoleh tanda tangan dari pelanggan diatas faktur penjualan kredit sebagai bukti telah diterimanya barang yang dibeli oleh pelanggan.
e. Fungsi Akuntansi
fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transakasi bertambahnya piutang kepada pelanggan ke dalam kartu piutang berdasarkan faktur penjualan kartu kredit yang diterima dari fungsi pengiriman.
f. Fungsi Penagihan
fungsi ini bertangung jawab untuk membuat surat tagihan secara periodik kepada pemegang kartu kredit.

Informasi Yang Diperlukan Oleh Manajemen
Informasi yang diperlukan oleh manajemen dari transaksi penjuala dengan kartu kredit adalah:
1. Jumlah pendapatan penjualan menurut jenis produk atau kelompok produk selam jangka waktu tertentu.
2. Jumlah piutang kepada setiap debitur dari transakasi penjualan kredit
3. Jumlah harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu tertentu
4. Nama dan alamat pembeli
5. Kuantitas produk yang dijual
6. Nama wiraniaga yang melakukan penjualn
7. Otorisasi pejabat yang berwenang

Dokumen yang digunakan untuk melaksanakan sistem penjualan kredt dengan kartu kredit perusahaan adalah:
1. Faktur Penjualan Kartu Kredit
dokumen ini digunakan untuk merekam transaksi penjualan kredit
2. Surat Tagihan
surat tagihan ini merupakan turnaround document yang isinya dibagi menjadi dua bagian: bagian atas merupakan dokumen yangharus disobek dan dikembalikan bersama cek oleh pelanggan ke perusahaan, sedangkan bagian bawah berisi rincian transaksi pembelian yang dilakukan pelanggan dalam periode waktu tertentu.

Catatan Akuntansi Yang Digunakan 
Catatan akntansi yang digunakan dalam sistem penjualan kredit dengan kartu kredit adalah:
1. Jurnal Penjualan
catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik secara tunai maupun kredit.
2. Kartu Piutang
catatan akuntansi merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi piutang perusahaan kepada tiap-tiap debiturnya.
3. Kartu Gudang
catatan ini sebenarnya bukan termasuk dalam golongan catatan akuntansi. Catatan ini diselenggarakan oleh fungsi gudang dan hanya berisi data kuantitas barang yang disimpan digudang beserta mutasinya.

5. PENJUALAN KREDIT

Dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahaan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya. kegiatan penjualan kredit memungkinkan perusahaan menambah volume penjualan dengan memberi kesempatan kepada para pembeli membelanjakan senghasilan yang akan diterima mereka pada masa yang akan datang. Penjualan kredit dapat dilakukan melalui dua sistem yaitu: penjualan kredit dengan kartu kredit perusahaan dan sistem penjualan kredit biasa.

Penjualan Kredit Dengan Kartu Kredit Perusahaan
Sistem penjualan dengan menggunakan kartu kredit ini biasanya digunakan oleh toko pengecer (retailer). Kartu kredit perusahaan (company credit cards) ini diterbitkan oleh perusahaan tertentu untuk para pelanggannya . pelanggan akan diberi kartu kredit perusahaan setelah melalui seleksi berdasarkankemampuan membayar kredit dan karakternya. Pelanggan daat menggunakan kartu kredit ini untuk membeli barang hanya pada perusahaan yang menerbitkan kartu kredit tersebut. Pada akhir bulan atau pada tanggal tertentu perusahaan menagih jumlah barang yang dibeli oleh pemegang kartu kredit selama jangka waktu tertentu yang telah lewat.

6. Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas.

Struktur organisasi merupakan kerangka (framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Dalam perusahaan manufaktur misalnya, kegiatan  pokoknya adalah memproduksi dan menjual produk.  Untuk melaksanakan kegiatan pokok tersebut dibentuk departemen produksi, departemen pemasaran, dan departemen keuangan dan umum. Departemen-departemen ini kemudian terbagi-bagi  lebih lanjut menjadi unit-unit organisasi yang lebih kecil untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan. Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini :
  • Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi. Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan misalnya pembelian. Setiap kegiatan dalam perusahaan memerlukan otorisasi dari manajer fungsi  yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Fungsi penyimpanan adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk menyimpan aktiva perusahaan. Fungsi akuntansi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk mencatat peristiwa keuangan perusahaan.
  • Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh semua tahap suatu transaksi
7. Sistem Otorisasi Dan Prosedur Pencatatan
setiap transaksi terjasi dengan otorisasi dari karyawan yang berwenang dan dicatat melalui prosedur pencatatan tertentu, maka kekayaan perusahaan akan terjamin keamanannya dan data akuntansi yang dicatat terjamin ketelitian dan keandalannya
Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan dengan kartu kredit adalah:
1. Prosedur Penjualan
dalam prosedur ini fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan menambahkan informasi penting pada surat order dari pembeli. Fungsi penjualan kemudian membuat faktur penjualan kartu kredit dan mengirimkannya kepada berbagi fungsi yang lain untu memungkinkan fungsi tersebut memberikan kontribusinya dalam melayani order dari pembeli.
2. Prosedur Pengiriman
dalam prosedur ini fungsi gudang menyiapkan barang kepada pembeli sesuai dengan informasi yang tercantum dalam faktur penjualan kartu kredit yang diteriam dari fungsi gudang. Pada saat penyerahan barang, fungsi pengiriman meminta tanda tangan penerimaan barang pemegang kartu kredit diatas faktur penjualan kartu kredit.
3. Prosedur Pencatatan Piutang
dalam prosedur ini fungsi akuntansi mencatat tembusan faktur penjualan kartu kredit kedalam kartu piutang.
4. Prosedur Penagihan
dalam prosedur ini fungsi penagihan menerima faktur penjualan kartu kredit dan mengarsipkannya menurut abjad. Secara periodik fungsi penagihan membuat surat tagihan dan mengirimkannya kepada pemegang kartu kredit perusahaan, dilampiri dengan faktur penjualan kredit.
5. Prosedur Pencatatn Penjualan 
dalam prosedur ini fungsi akuntansi mencatat tansaksi penjualan kartu kredit kedalam jurnal penjualan.

8. Pengertian Piutang

Dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang atau jasa yang dijual secara kredit. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian piutang adalah uang yang dipinjamkan (yang dapat ditagih dari seseorang) atau tagihan uang perusahaan kepada para pelanggan yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan.

Pengertian piutang dalam akuntansi lebih dipersempit, yaitu salah satu unsur dari aktiva lancar (aset ekonomi yang mudah dicairkan) dalam neraca perusahaan, yang timbul akibat adanya penjualan barang, jasa atau pemberian kredit terhadap debitur, yang pada umumnya diberikan tempo 30 hingga 90 hari untuk pembayarannya.

Intinya, dalam akuntansi, piutang digunakan untuk menjelaskan adanya tuntutan pada pihak luar perusahaan, yang diharapkan akan selesai dengan penerimaan sejumlah uang tunai.

Penyebab Timbulnya Piutang

Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan barang dan jasa perusahaan, di mana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli. Dengan kata lain, piutang timbul karena adanya pemberian kredit kepada debitur yang pelunasannya dilakukan secara mengangsur atau dengan cicilan.

Ada kalanya sebuah piutang menjadi piutang tak tertagih jika belum ada pembayaran ketika jatuh tempo. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya piutang tak tertagih ini adalah :

  • Naiknya piutang sedangkan penjualan tidak berubah.
  • Turunnya penjualan dan naiknya piutang
  • Turunnya penjualan dengan piutang yang tetap
  • Turunnya piutang diikuti turunnya penjualan dengan jumlah yang lebih besar
  • Naiknya penjualan diikuti naiknya piutang dengan jumlah yang lebih besar.
9. Jaringan Prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah :
  • Prosedur permintaan pembelian: Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian
  • Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok: Fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada para pemasok untuk memperoleh informasi menganai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain.
  • Prosedur order pembelian: Fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan perusahaan.
  • Prosedur penerimaan barang: Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima lalu membuat laporan penerimaan barang.
  • Prosedur pencatatan utang: Fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan faktur dari pemasok dan mengarsip dokumen dan mencatatnya sebagai utang.
  • Prosedur distribusi pembelian: Meliputi distibusi rekening yang didebit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.

 

Secara garis besar transaksi pembelian mencakup beberapa prosedur, yakni :

a. Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian. Dasar dari permintaannya adalah saldo persediaan suatu barang, bila saldo mendekati jumlah minimum, maka bagian gudang segera membuat permintaan pembelian.

b. Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok, kemudian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih. Order pembelian dibuat rangkap empat (4), lembar pertama untuk pemasok, lembar kedua untuk gudang, lembar ketiga untuk voucher, lembar keempat untuk arsip.

c. Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok, menyerahkan barang yang diteima kepada fungsi gudang untuk disimpan, dan melaporakan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi

d. Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari pemasok tersebut, fungi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian.


10. Catatan akuntansi yang digunakan penjualan dan penerimaan kas belum sesuai, dikarenakan catatan akuntansi yang digunakan penjualan tunai kurang terperinci atau kurang lengkap.Hanya ada 3 yang digunakan yaitu jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas dan kartu gudang.

Terdapat kurangnya kelengkapan
dokumen yang digunakan penjualan
tunai dan penerimaan kas, yaitu
dokumen penerimaan kas dari
penjualan tunai yang dilakukan yaitu
faktur penjualan, dan bukti setor bank
dan surat jalan yang menggunakan
surat tanda terima barang dalam
bentuk nota jalan.
Praktik yang sehat dalam
pengendalian intern penjualan dan
penerimaan kas masih belum sesuai
dikarenakan jumlah kas yang diterima
dari penjualan tunai disetor
seluruhnya ke bank pada setiap 3 hari,
tidak pada hari yang sama dengan
transaksi penjualan tunai atau hari
kerja berikutnya hal inilah yang akan
menimbulkan penyalahgunaan dan
penyelewengan kas.

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam