Jumat, 02 Juli 2021

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) PENGANTAR MANAJEMEN - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL 

1. Apakah pengertian manajemen?
2. Siapakah manajer itu ? dan apakah nama spesifik manajer ?
3. Berikan 10 contoh manajer perusahaan !
4. Jelaskan jenis dari manajer ? dan tiapnya berikan contohnya !
5. Apakah pekerjaan seorang manajer ? deskripsikan !
6. Jelaskan karakteristik manajer yang sudah profesional !
7. Jelaskan mengapa perlu mempelajari teori manajemen ?
8. Jelaskan 3 pandangan tentang tanggung jawab sosial  ?
9. Apakah pengertian organisasi ? berikan 10 contoh dari organisasi tersebut ?
10. Jelaskan perkembangan teori manajemen !

JAWABAN

1. 

Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris Manage yang mempunyai arti mengelola ataupun mengurus, mengendalikan, dan/atau mengusahakan serta memimpin.

Manajemen merupakan sebuah proses dalam rangka untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi dengan cara bekerjasama antara orang orang yang ada dalam suatu struktur organisasi maupun pihak eksternal dan beberapa sumber daya yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Definisi manajemen juga diungkapkan oleh beberapa ahli seperti :

  1. Mary Parker F yang menyatakan bahwa manajemen adalah suatu seni dimana tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan bersama dengan orang lain.
  2. George R. Terry mengatakan bahwa manajemen merupakan sebuah ilmu sekaligus seni yang menjadi wadah dalam ilmu pengetahuan sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.
  3. Koontz mengatakan bahwa manajemen merupakan suatu seni yang produktif dan didasarkan ada suatu pemahaman ilmu. Menurut Koontz, ilmu dan seni bukan suatu hal yang saling bertentangan, bahkan keduanya merupakan dua bidang yang saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.
  4. Stoner menyatakan ilmu manajemen adalah suatu proses dalam membuat perencanaan, perorganisasian, pengendalian, dan juga kepemimpinan dari berbagai jenis usaha anggota organisasinya dan juga merupakan semua sumber daya yang dimiliki guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dulu.
  5. Wilson menyatakan manajemen adalah sebuah rangkaian tindakan yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam suatu upaya untuk mencapai sasaran dari organisasi tersebut. proses tersebut merupakan sebuah rangkaian aktivitas yang dijalankan secara sistematis.
  6. Oey liang lee menyebutkan bahwa manajemen merupakan ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengendalian ataupun pengawasan dari sumber daya perusahaan dalam sebuah upaya untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
  7. Lawrance A Appley mengatakan bahwa manajemen merupakan sebuah seni dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dilakukan menggunakan sebuah usaha dari orang yang lain.
2.

  Yang dimaksud dengan manajer adalah orang yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang baik yang diakui oleh organisasi untuk dapat memimpin, mengelola, mengendalikan, mengatur serta mengembangkan organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Atau definisi manajer yang lainnya adalah seseorang yang dapat mengarahkan orang lain dan mampu bertanggung jawab atas kegiatan atau pekerjaan tersebut.

Nama spesifik manajer: 
  • Ratu, raja ,walikota,presiden,gubernur, mentri,ceo, direktur utama,rektor,dekan fakultas.

3.
10 contoh manajer perusahaan: 

1. Google

Dengan jumlah karyawan mencapai angka 72.053 orang, Google dinilai sebagai perusahaan dengan sistem HR terbaik. Memiliki perusahaan dengan banyak cabang di dunia tak sedikit pun mengurangi baiknya kualitas manajemen HR di perusahaan yang berpusat di Mountain View, California, Amerika ini.

Budaya kerja dan inovasi yang selalu dilakukan dalam tubuh manajemen, jadi alasan kuat perusahaan yang bergerak di dunia teknologi ini menempati posisi pertama perusahaan dunia dengan sistem manajemen HR terbaik versi WorkForce 2017.

2. Facebook

Di posisi kedua ada sang raksasa teknologi pendatang baru, Facebook Inc. Perusahaan yang kini memiliki jumlah karyawan kurang lebih 17.000 orang ini dinilai memiliki manajemen HR yang sangat baik.

Meski bisnis Facebook kian meluas, manajemen perusahaan dinilai berhasil menciptakan budaya kerja yang terus berkembang dan sehat. Facebook juga dikenal haus akan inovasi dan memiliki manajemen yang jelas terkait perekrutan karyawan baru.

3. Coca-cola

Berdiri sejak beberapa dekade lalu, perusahaan penghasil minuman bersoda ini dinilai memiliki manajemen HR yang baik dan terstruktur. Perusahaan dengan jumlah karyawan mencapai 100.300 ini dinilai memiliki budaya kerja yang sangat kuat di mana disiplin menjadi salah satu faktornya.

4. Deloitte

Di posisi keempat, ada perusahaan konsultan yang berbasis di New York, Amerika Serikat Deloitte. Perusahaan dengan karyawan hingga 244.400 orang ini diklaim memiliki manajemen HR terbaik.

Salah satu faktornya karena di perusahaan tersebut karyawan diberikan benefit yang cukup unik serta menarik yakni seperti program cuti satu bulan penuh yang dapat diambil untuk alasan apa pun. Program cuti tak berbayar ini bisa dinikmati oleh karyawan kapan saja.

Lalu yang kedua adalah program cuti dengan durasi 3 hingga 6 bulan yang dapat diambil oleh karyawan. Program ini boleh diambil jika alasannya adalah untuk mengikuti pelatihan demi menambah pengalaman profesional karyawan dan selama periode tersebut karyawan akan mendapat bayaran 40 persen dari gaji normal yang biasa diterimanya per bulan.

5. AT&T

Inovasi tak ada henti di basis manajemen jadi alasan mengapa perusahaan telekomunikasi asal Amerika ini berhasil menjadi perusahaan dengan sistem manajemen HR terbaik. Budaya kerja yang sarat akan kedisplinan dan integritas membuat perusahaan dengan jumlah karyawan 268.000 orang ini kerap dijadikan tujuan para pencari kerja di dunia.

6. Walt Disney

Selanjutnya adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa hiburan The Walt Disney Co. Perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari 195.000 orang ini dinilai memiliki sistem manajemen HR terbaik karena terus mengedapankan inovasi di tubuh manajemen dan memiliki budaya kerja yang kuat mengakar meski anak perusahaan kian banyak dan lebar.

7. Marriott International

Perusahaan dengan jumlah karyawan 226.500 orang ini juga masuk dalam daftar perusahaan dengan sistem manajemen HR terbaik. Tersebar hampir di seluruh dunia, produk jasa pelayanan dari Marriott International INC., dinilai memiliki standar yang tinggi dan amat berkualitas. Tak heran banyak yang menjadikan jaringan hotel internasional ini sebagai standar pelayanan hotel kelas bintang lima dunia.

8. Comcast Corp

Perusahaan jaringan telekomunikasi dan broadcasting terbesar di dunia ini diketahui juga memiliki sistem HR terbaik. Fasilitas dan budaya kerja yang transparan serta disiplin tinggi adalah salah satu faktor penyebab perusahaan dengan jumlah karyawan sebanyak 159.000 orang ini menjadi tolak ukur perusahaan serupa di dunia.

9. Goldman Sachs

Mulai dari sistem perekrutan hingga budaya kerja serta pemberian insentif yang besar dan sesuai dengan keahlian jadi beberapa alasan mengapa perusahaan financial service yang berbasis di New York ini menjadi salah satu dari daftar perusahaan dengan sistem manajemen HR terbaik di 2017 ini.

10. Apple

Sebagai penutup, ada Apple yang menjadi perusahaan dengan sistem manajemen HR terbaik saat ini. Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi ini berhasil meraih predikat tersebut karena dinilai memiliki budaya kerja yang kuat serta disiplin. Fasilitas kantor yang amat memadai dengan dukungan berbagai tunjangan juga jadi tujuan banyak lulusan baru atau profesional muda untuk berkarir.

4.

Jenis-jenis manajer 
 a. manajer lini - pertama. tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yg memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga oprasional, disebut manajer lini/garis- pertama (first - line) atau first level). para manajer ini sering disebut manajer kantor, penyelia jasa, manajer departemen. sebagai contoh adalah penyelia teknik dalam suatu departemen riset.
b. manajer menengah. manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan2 para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan oprasional. sebutan lain bagi manajer menengah adalah general manajer, manajer pabrik, mandor wilayah, divisi manajer sebagai contoh adalah manajer wilayah yg membawahi beberapa kepala divisi wilayah.
c. manajer puncak . klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif. manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi dan bertanggung jawab menciftakan kondisi penting untuk melakukan perubahan. sebutan khas bagi manajer puncak adalah eksekutif (CEO) atau pimpinan oposisi (COO) , wakil presiden.

5.
Pada umumnya, tugas seorang manajer antara lain:
  • Mengendalikan dan Mengatur Divisi yang Dipimpinnya

Seorang manajer memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang dijalankan oleh divisinya sudah berjalan sesuai dengan rencana di awal atau sudah tepat menuju kepada tujuan perusahaan.

Jika manajer masing-masing divisi dapat melakukan hal ini, maka perusahaan tersebut pasti akan berjalan sesuai dengan visi dan misinya. Inilah yang dimaksud dengan mengendalikan dan mengatur proses manajemen sebuah divisi agar pekerjaan yang dilakukan efektif dan efisien.

  • Membangun Kepercayaan Antar Staf

Sebagai pemimpin dari sekelompok orang, tugas manajer juga harus tahu cara untuk tetap memperkuat timnya, salah satunya dengan menjaga erat komunikasi. Komunikasi adalah kunci utama dalam sebuah hubungan, termasuk hubungan antar kelompok kerja.

Di sini, seorang manajer harus bisa meruntuhkan tembok-tembok asumsi dan penghalang antar stafnya dengan cara membangun komunikasi yang kokoh. Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan antar staf terutama dalam satu tim dan memperkuat tim tersebut sehingga bisa berjalan dan berfungsi dengan baik.

  • Mengembangkan Kualitas Perusahaan

Selain mengatur dan mengendalikan divisi yang dipimpinnya, tugas manajer lainnya adalah mengembangkan kualitas perusahaan. Jika perusahaan tersebut berorientasi profit, maka menjadi tugas manajer juga untuk bisa mencapai profit yang telah ditentukan tersebut.

Untuk bisa mengembangkan kualitas perusahaan ini, diperlukan manajemen sumber daya dari lingkup kecil terlebih dahulu. Inilah mengapa seorang manajer memiliki peranan penting dalam pengembangan kualitas perusahaan.

  • Mengevaluasi Pekerjaan Divisi

Semua yang telah dikerjakan sesuai komando seorang manajer tidak dapat dinilai efektif atau tidaknya jika tidak ada evaluasi. Melakukan evaluasi ini juga termasuk tugas pokok seorang manajer. Karena dengan adanya evaluasi inilah seorang manajer bisa menentukan apakah yang telah dilakukan sudah sesuai dengan tujuan perusahaan atau belum.

Maka itu, seorang manajer juga perlu memahami kembali perencanaan organisasi sehingga dapat menilai mana yang salah dan mana yang sudah benar. Setelah menemukan kesalahan, adalah tugas seorang manajer lagi untuk dapat mengembalikan ke langkah yang tepat.

  • Menjadi Penengah dan Pemecah Masalah Perusahaan

Tidak mungkin ada perusahaan yang tidak memiliki masalah di dalamnya. Di sini dibutuhkannya pemecah masalah agar perusahaan bisa berjalan kembali normal. Menjadi penengah dan mampu memecahkan masalah juga termasuk ke dalam tugas manajer. Mereka harus mampu memberikan ide, gagasan, dan solusi terkait isu yang sedang dialami perusahaannya.

6.

Ciri karakteristik seorang manajer profesional dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Menantang Proses

Setiap kasus kepemimpinan yang terbaik selalu melibatkan satu jenis tantangan. Apapun tantangannya, semua kasus melibatkan perubahan dari statusquo. Tidak ada satu orang pun yang menyatakan telah melakukan yang terbaik secara pribadi dengan terus mempertahankan banyak hal tetap sama. Singkatnya, semua pemimpin menantang proses.

  1. Mengilhamkan Wawasan Bersama

Pemimpin mengilhamkan wawasan bersama. Mereka melayangkan pandangan ke seberang cakrawala waktu, membayangkan kesempatan menarik yang disediakan setelah mereka dan peserta mereka sampai pada tujuan yang jauh ini.

  1. Memungkinkan Orang Lain Bisa Bertindak

Pemimpin teladan menarik dukungan dan bantuan semua orang yang harus membuat kegiatan berjalan. Dengan satu cara, pemimpin melibatkan mereka yang harus hidup dengan hasilnya, dan mereka memungkinkan orang lain bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka memungkinkan orang lain bisa bertindak.

  1. Menjadi Penunjuk Jalan

Pemimpin berjalan terlebih dahulu. Mereka memberikan contoh dan membina komitmen melalui tindakan sehari-hari yang sederhana, yang menciptakan kemajuan dan momentum. Pemimpin menjadi penunjuk jalan melalui contoh pribadi dan pelaksaanaan yang penuh pengabdian.

    5.  Mendorong Hati

Usaha mendaki ke puncak berat dan lama. Orang jadi kehabisan tenaga, frustasi dan kehilangan semangat. Mereka sering tergoda untuk menyerah. Pemimpin mendorong hati peserta mereka untuk jalan terus.

7.
Alasan Mengapa Mempelajari Teori Manajemen

Manajemen adalah salah satbagian terpenting dalam suatu perusahaanTugasnya sangatkrusial dalam suatu organisasi yakni, menentukan dan mengawasi kinerja suatu organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen itu sendiri. 

Mempelajari teori manajemen membatu kita menjadi seorang manajer  yang efektif dalam mengelola organisasi  yang semakin kompleks dewasa ini. Manajemen merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada hasil yang mudah dilaksanakan. Teori adalah kumpulan prinsip yang disusun secara sistematis. Sedangkan konsep adalah simbol  yang dipakai untuk menjelaskan pengertian tertentu dalam teori.

Beberapa alasan mengapa mempelajari Teori manajemen antara lain :

  1. Teori mengarahkan keputusan Manajemen. Mempelajari teori membantu  mamahami proses yang pokok dan dapat memilih suatu tindakan yang efektif. Pada hakikatnya suatu teori merupakan kelompok asumsi-asumsi yang koheren/ logis, yang menjelaskan antara dua atau lebih fakta yang dapat di observasi. Teori yang absah, dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada situasi tertentu. Dengan pengetahuan ini, dapat menerapkan teori manajemen yang berbeda terhadap situasi yang berbeda.

  2. Teori membentuk pandangan kita mengenai organisasi. Mempelajari teori manajemen juga memberi petunjuk kepada kita dimana kita mendapatkan beberapa ide mengenai organisasi dan manusia didalamnya.

  3. Teori membuat kita sadar mengenai lingkungan usaha. Dengan mempelajari teori, kita dapat melihat bahwa setiap teori adalah hasil dari lingkungannya – social, ekonomi, politik dan kekuatan teknologi yang ada pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa tertentu. Pengetahuan ini akan membantu kita memehami apa sebabnya teori tertentu cocok terhadap keadaan yang berbeda.

  4. Teori merupakan suatu sumber ide baru. Teori memungkinkan kita pada suatu kesempatan mengambil pandangan yang berbeda dari situasi sehari-hari. Pendekatan “electic”, yaitu praktek meminjam prinsip-prinsip dari teori yang berbeda, seperti yang diperlukan oleh keadaan “State of the Art” dalam teori dan praktek manajemen. 

8.

Tanggung Jawab Sosial Manajer


1. Pandangan Klasik: Tanggung jawab sosial perusahaan hanyalah untuk memaksimalkan keuntungan.
Tokoh: Milton Friedman
 Tanggung jawab utama manajer adalah untuk menjalankan perusahaan sesuai dengan keinginan pemegang saham selaku pemilik perusahaan.
 Melakukan perbuatan sosial hanya akan menambah biaya untuk menjalankan bisnis.
 Biaya tersebut harus ditransfer kepada:
- konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi, atau
- pemegang saham dalam bentuk deviden yang lebih rendah.
 Perusahaan dapat mengemban tanggung jawab sosial sepanjang masih dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan untuk pemegang saham.

2. Pandangan Sosioekonomi: Tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya dalam bentuk mencetak laba (sebagai sebuah institusi ekonomi) tetapi juga melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (sebagai institusi sosial).

Which “masyarakat”?
 masyarakat yang telah mendukung produk/jasa perusahaan melalui hukum dan peraturan (= pemerintah).
 masyarakat yang telah mendukung dengan membeli produk/jasa perusahaan (= konsumen).

Argumen-argumen yang mendukung tanggung jawab sosial:
- Memenuhi ekspektasi publik
- Untuk mengamankan laba jangka panjang
- Tanggung jawab sosial merupakan kewajiban etis.
- Untuk menciptakan kesan publik yang baik.
- Untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang pelik.
- Untuk mengurangi jumlah peraturan pemerintah yang perlu diberlakukan.
- Untuk mengimbangi besarnya kekuasaan yang dimiliki perusahaan.
- Untuk meningkatkan harga saham dalam jangka panjang.
- Karena perusahaan memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dan program-program sosial.
- Untuk mengatasi masalah sosial sebelum masalah tersebut menjadi terlalu sulit dan mahal untuk diselesaikan.

Argumen-argumen yang menentang tanggung jawab sosial:
- Karena merupakan pelanggaran terhadap tujuan berupa maksimalisasi profit.
- Karena merupakan dilusi terhadap tujuan utama perusahaan yakni produktivitas ekonomis.
- Mahal.
- Kekuasaan yang dimiliki perusahaan akan terlalu besar jika perusahaan juga berusaha mencapai tujuan sosial.
- Kurangnya keahlian untuk mengatasi masalah sosial.
- Kurangnya akuntabilitas yang dimiliki perusahaan terhadap tindakan sosial.

9.
  Organisasi adalah tempat atau wadah untuk sekumpulan orang yang saling bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin, dan terkendali dalam memanfaatkan sumberdaya diantaranya adalah uang, metode, material, lingkungan, data, sarana dan prasarana, serta masih banyak lagi yang digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai sebuah tujuan bersama yang telah disepakati sebelumnya yaitu tujuan organisasi.

Contoh-contoh Organisasi

Partai Politik

Partai politik ini merupakan organisasi partai – partai yang fokus untuk kebijakan masyarakat luas. Di Indonesia banyak sekali partai politik.

Panti Asuhan

Organisasi ini adalah salah satu contoh lembaga yang peduli terhadap generasi penerus bangsa yang sudah tidak memiliki orang tua dan memberikan titik cerah kepada mereka.

Koperasi Simpan Pinjam

Organisasi ini mendukung perekonomian masyarakat karena dalam organisasi ini mengadakan operasi simpan pinjam.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH)

Organisasi ini membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memperoleh keadilan dan memperoleh haknya di dalam pengadilan.

Panti Jompo

Organisasi ini membantu orang – orang yang sudah lanjut usia yang tidak memiliki keluarga atau tidak ada yang merawat.

Karang Taruna

Organisasi karang taruna adalah organisasi perkumpulan anak – anak muda untuk memajukan dan mensejahterakan perkembangan ekonomi di daerahnya.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Organisasi ini adalah organisasi yang bergerak untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat serta membantu masyarakat untuk mengatasi permasalahannya sendiri.

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Organisasi ini adalah program pemerintah untuk mengadakan pembinaan demi kesejahteraan keluarga – keluarga di Indonesia.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Organisasi ini peduli terhadap konsumen, sehingga mereka bergerak untuk mencerdaskan konsumen.

Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling)

Organisasi ini bergerak di bidang keamanan, tugasnya adalah menjaga keamanan dan disediakan pos – pos keamanan. Keberadaan organisasi Siskamling ini meringankan tugas dari kepolisian RI yang tidak dapat mencapai daerah yang lebih terpencil lagi.

10.

Perkembangan teori manajemen terjadi dari masa ke masa, mulai dari teori manajemen ilmiah sampai teori manajemen modern.

Tokoh-tokoh dari teori manajemen ilmiah ini antara lain, F.W. Taylor, Frank dan LIlian Gilbreth, H. Gantt, dan H. Emerson.

Teori manajemen ilmiah menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun, dan untuk menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja. Tujuannya adalah kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas.

Teori manajemen ilmiah ini berkembang pada tahun 1870 hingga 1930. Pada kisaran tahun 1900-1940, muncul teori organisasi klasik.

Teori ini memiliki empat prinsip dasar untuk mencapai sistem pembagian kerja dan wewenang yang optimal.

Pertama adalah adanya spesialisasi berdasar pada sasaran tugas. Kemudian, pekerjaan yang memerlukan suatu proses tertentu dikumpulkan menjadi satu.

Selanjutnya, spesialisasi menurut klien.  Terakhir adalah pekerjaan yang dilakukan di daerah geografis yang sama dikumpulkan menjadi satu.

Setelah teori organisasi klasik, muncul teori hubungan manusiawi pada tahun 1930. Para tokoh teori manajemen ini adalah  Hawthorne Studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, dan Hugo Munsterberg.

Teori yang muncul paling terakhir adalah teori manajemen modern pada tahun 1940. Hingga saat ini, teori ini yang masih digunakan.

Tokoh-tokoh dari teori manajemen ini adalah A. Maslow, C. Argyris, D. McGregor, E. Schien, D. McCleland, R. Blake & J. Mouton, E. Dale, dan Peter Drucker.

Untuk mengetahui secara jelas perbedaan pemikiran tokoh-tokoh teori manajemen dari masa ke masa, berikut adalah uraian teori manajemen  berdasarkan pemikiran tokoh dari tiap masanya.

Teori Manajemen Ilmiah (1870-1930)

Salah satu tokoh teori manajemen ilmiah adalah Frederick Winslow Taylor. Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah satu tokoh terbesar manajemen. Ia dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah.

Berdasarkan penelitian dan analisisnya, ditetapkan beberapa prinsip baru yang menggantikan prinsip lama, yaitu sistem trial and error.

Kesimpulan dari penelitiannya adalah perusahaan akan mendapatkan hasil yang memuaskan apabila pekerjaan yang akan dilaksanakan direncanakan dengan memperhatikan segi teknologi maupun pelaksananya (manusia).

Terdapat tiga makalah yang merupakan hasil pemikiran Taylor tentang teori manajemen, yaitu Shop ManagementThe Principle of Scientific Management, dan Testimony before The Special House Committee.

Ketiga makalah tersebut diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Scentific Management.

Berdasarkan bukunya, Scientific Management, terdapat empat prinsip yang dirumuskan Taylor:
  1. Menghilangkan sistem coba-coba dan menggantinya dengan metode ilmu pengetahuan di setiap kegiatan manajemen;
  2. Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu. Langkah selanjutnya adalah memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja;
  3. Pekerja harus menerapkan ilmu pengetahuan di dalam menjalankan pekerjaannya;
  4. Antara pimpinan dan pekerja harus terdapat kerjasama yang baik.

Terdapat beberapa penelitian dan observasi yang dilakukan oleh Taylor, di antaranya adalah studi gerak dan waktu (time and motion study).

Dalam studi ini, seorang manajer harus mampu menentukan hal yang terbaik dalam pengerjaan suatu tugas melalui penganalisaan, observasi, dan serangkaian percobaan.

Percoban yang dilakukan Taylor adalah mencari berat terbaik untuk muatan skop supaya hasil yang didapat maksimal dan pengerjaannya dapat dilakukan dengan mudah.

Selain itu, Taylor juga mengembangkan suatu observasi  yang disebut organisasi fungsional. Organisasi fungsional ini terbagi menjadi dua, yaitu perencanaan dan pelaksanaan.

Pada perencanaan, manajer dibagi dalam beberapa kategori dengan nama route clerk, instruction card clerk, dan time and cost clerk.

Sedangkan dalam tahap pelaksanaan, dikenal manajer dengan nama gang boss, speed boss, repair boss, dan inspector. Sementara itu, di pabrik dikenal dengan nama disciplinarian.

Taylor juga mengembangkan teori  yang dikenal dengan nama The Taylor Differential Rate System. Teori ini mengenai upah per potong minimum dan upah per potong maksimum.

Maksud dari penetapan ini adalah untuk memotivasi karyawan supaya dapat bekerja maskimal.

Upah per potong minimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan sama dengan standar atau di bawah standar.

Sementara itu, upah per potong maksimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan di atas standar.

Teori Organisasi Klasik (1900-1940)

Salah satu tokoh teori organisasi klasik adalah Henry Fayol (1841-1925). Fayol mengemukakan teori dan teknik administrasi sebagai dasar pengelolaan organisasi yang kompleks.

Hal ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General (General and Industrial Management).

Fayol dan Taylor mengemukakan hal-hal yang sama dimana prinsip-prinsip manajemen tertentu harus dipelajari oleh baik manajer maupun karyawan. 

Akan tetapi, fayol lebih menitikberatkan kepada manajer tingkat bawah, sementara Taylor kepada manajer tingkat menengah dan atas.

Dalam teori menurut Fayol, manajemen dibagi ke dalam lima unsur, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengoordinasian, dan pengawasan.

Selain kelima unsur tersebut, Fayol membagi enam kegiatan manajemen, yaitu teknik produksi dan manufakturing produk, komersial, keuangan, keamanan, akuntansi, dan manajerial.

Berikut 14 prinsip manajemen menurut Fayol:

  1. Devision of Work (spesialisasi dalam pekerjaan). Dengan adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja.
  2. Authority and Responsibility (Kewenangan dan tanggung jawab). Kewenangan adalah hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk dipatuhi. Wewenang dibagi menjadi dua, yaitu wewenang personal dan wewenang offisial.  Wewenang personal bersumber pada intelegensi, pengalaman nilai moral, kesanggupan  untuk memimpin. Sementara itu, wewenang offisial adalah wewenang resmi yang diterima dari atasannya. Tanggung jawab adalah tugas dan fungsi yang harus dikerjakan.
  3. Dicipline (Disiplin).
  4. Unity of Command (Kesatuan Instruksi). Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari satu atasan. Hal ini untuk menghilangkan saling lempar tanggung jawab.
  5. Unity of Direction (Kesatuan Pengarahan). Kegiatan dengan tujuan sama harus diarahkan oleh satu orang yang sama.
  6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest. Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
  7. Renumeration. Gaji pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan.
  8. Centralization (Pemusatan).
  9. Scalar Chain (Garis Wewenang). Alur komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kekuasaan terakhir.
  10. Order. Setiap orang seharusnya ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya.
  11. Equity (Kesamaan). Persamaan perlakuan dalam organisasi kepada pekerja perlu dilakukan sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik.
  12. Stability of Tonure of  Personel. Pekerja memerlukan adaptasi dalam pekerjaan barunya. Seorang pekerja yang sering mengalami perubahan pekerjaan dalam suatu organisasi akan mengalami hambatan karena perlunya proses adaptasi. Hal ini tentu akan menurunkan produktivitas organisasi.
  13. Initiative (Inisiatif). Setiap bawahan perlu diberi kekuasaan dan kebebasan dalam berpendapat, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
  14. Esprit the Corps. Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.

Hubungan Manusiawi / Neo Klasik (1930-1940)

Teori ini lahir karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi seperti yang diharapkan.

Teori ini melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Salah satu tokoh teori hubungan manusiawi adalah Hugo Munsterberg.

Hugo Munsterberg (1863-1916)

Hugo merupakan Bapak psikologi industry. Bukunya Psychology and Industrial Efficiency menguraikan bahwa diperlukan tiga hal untuk mencapai produktivitas, yaitu penemuan best possible person, penciptaan best possible work, dan penggunaan best possible effect.

Teori Manajemen Modern (1940-sekarang)

Tokoh manajemen pada masa ini adalah Douglas McGregor yang terkenal dengan teori x dan y. Teori xy ini merupakan salah satu teori perilaku.

Teori xy ini diungkap McGregor dalam bukunya, The Human Side Enterprise. Dalam buku ini, diuraikan para manajer atau pemimpin organisasi memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai atau karyawan yaitu teori x atau teori y.

Menurut asumsi teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah:

  • Pada dasarnya pegawai tidak menyukai pekerjaan, jika mungkin berusaha menghindarinya.
  • Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, maka mereka harus dipaksa, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
  • Para pegawai akan mengelakkan tanggung jawab dan mencari pengarahan yang formal sepanjang hal itu terjadi.
  • Kebanyakan pegawai menempatkan rasa aman di atas faktor lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan memperlihatkan sedikit ambisi.

Untuk menyadari kelemahan dari asumí teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y.

Secara keseluruhan asumís teori Y mengenai manusia adalah sebagai berikut:
  • Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan kepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
  • Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
  • Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
  • Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan social, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
  • Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.

Dengan memahami asumís dasar teori Y ini, McGregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi menajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan kesempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam