Sabtu, 26 Desember 2020

TUGAS MANDIRI 4 - MATEMATIKA DISKRIT KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL : 

  

JAWABAN:


2. 
 



TUGAS MANDIRI 4 - PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam

SOAL 

1. Bagaimana cara pemerintah dalam mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang  diakibatkan oleh virus covid -19 ? 
2. Carilah jurnal  yang berkaitan dengan pertumbuhan Ekonomi dan ringkaslah jurnal tersebut! 

JAWAB : 

1. Berbagai ekonom dunia memperkirakan bahwa jika pandemi corona terus meluas dan meningkat hampir dapat dipastikan akan terjadi resesi ekonomi dunia. Jika pun tidak terjadi eskalasi sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi krisis ekonomi di sebagian besar negara.

Indikator ekonomi makro sudah menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sudah diambang krisis. Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sekitar 5 %, jika tidak ada pandemi corona banyak ekonom yang memperkirakan hanya sekitar 4 %. Dengan adanya kasus corona diperkirakan hanya 2 %. Jika kasus corona di Indonesia meningkat dan meluas pertumbuhan bisa di titik 0 %. Jika tidak terkendali maka tidak mustahil pertumbuhan minus seperti yang terjadi pada krisis 1998.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebelum pandemi corona sudah melemah, setelah pandemi corona merebak makin melemah sangat tajam dari sekitar Rp 14.000 menjadi di atas Rp 16.000 - bahkan sempat melampaui pelemahan tertinggi saat krisis 1998 sebesar Rp 16.950. Penguatan nilai tukar rupiah biasanya hanya terjadi saat pemerintah menarik utang luar negeri.

Harga saham juga mengalami penurunan yang sangat besar. Di awal 2020 harga saham gabungan masih selalu di atas 6.000 namun di minggu ke 3 Maret hanya sekitar 4.000 atau sudah turun sekitar 35 %.

Neraca perdagangan kita sudah mengalami defisit sejak tahun 2019, demikian juga dengan neraca transaksi berjalan.

Beban APBN juga sudah beberapa tahun dirancang dengan skenario defisit di atas 2 % dari PDB. Akibatnya, utang pemerintah naik lebih dari 100 % selama 5 tahun terakhir.

Dari berbagai 6 (enam) indikator tersebut, yaitu : (1) pertumbuhan ekonomi, (2) nilai tukar rupiah, (3) harga saham gabungan, dan (4) neraca perdagangan, (5) neraca transaksi berjalan, dan (6) beban fiskal/APBN kesemuanya mengalami permasalahan yang serius.


Perbedaan dengan krisis 1998 bahwa perbankan dan lembaga keuangan masih dalam kondisi tidak terpuruk. Namun jika kondisi perekonomian memburuk dalam waktu yang lama maka diperkirakan perbankan pun akan menghadapi masalah serius. Posisi perbankan selama ini konsentrasi pada menahan lajunya kredit macet sebagai dampak dari pelemahan ekonomi di berbagai sektor serta dapat dipastikan akan turunnya konsumsi masyarakat.

Persoalan ekonomi lain yang dihadapi adalah beban utang BUMN yang banyak jatuh tempo pada tahun ini (2020). Seperti kita ketahui bahwa utang BUMN selama 5 (lima) tahun terakhir meningkat sangat besar yaitu sekitar 100 %.

Atas dasar permasalahan tersebut maka kebijakan yang dibutuhkan mengatasi krisis ekonom, antara lain adalah :

1. Menahan penurunan laju pertumbuhan ekonomi melalui instrumen kebijakan : (a) memberikan insentif ke sektor industri berbasis sumber daya alam, (b) memberikan insentif kepada UMKM, (c) mendorong belanja pemerintah untuk membeli produk dalam negeri


2. Meningkatkan laju konsumsi masyarakat melalui : (a) penyaluran dana tunai ke masyarakat seperti bantuan langsung tunai dan proyek padat karya, (b) pengurangan pajak terhadap produk dalam negeri untuk kebutuhan masyarakat

3. Memacu ekspor, melalu instrumen : (a) pengurangan pajak ekspor, (b) peningkatan kerjasama penjualan produk-produk andalan kita, (c) peningkatan program imbal dagang untuk pemenuhan barang yang harus diimpor, (d) pemberian bantuan untuk ekspor komoditas produk petani, (e) lobby ke negara pasar non tradisional untuk ekspor produk seperti semen, batu bara, pupuk, CPO tekstil, alas kaki, pulp/produk kayu, ikan dan produk ikan, serta produk- produk lainnya.

4. Meningkatkan produksi dalam negeri melalui : (a) pemberian insentif untuk peningkatan produk pertanian untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor, (b) memacu kembali produksi industri tekstil, (c) peningkatan produksi alpahankam untuk kebutuhan TNI dan Polri serta kebutuhan Kementerian/Lembaga, (d) memberlakukan bea masuk tinggi untuk produk yang sudah bisa diproduksi dari dalam negeri 

5. Mengendalikan impor, melalui instrumen : (a) pemberian insentif kepada produk substitusi impor, (b) penugasan ke BUMN untuk impor kebutuhan masyarakat banyak, seperti : BBM, beras, gula, daging/ternak, dan garam

6. Melakukan restrukturisasi utang pemerintah, BUMN dan swasta, baik utang dalam negeri maupun utang luar negeri.

7. Meninjau ulang proyek-proyek yang padat dengan produk barang dan jasa dari luar negeri

8. Menunda atau membatalkan rencana pengadaan barang dan jasa dari luar negeri yang tidak terlalu mendesak.

9. Mewajibkan semua eksportir untuk segera mengembalikan hasil ekspor ke dalam negeri.

10. Menyesuaikan/menurunkan harga BBM dan listrik sesuai penurunan harga minyak dan batu bara.

11. Melakukan buy back saham BUMN oleh masing-masing BUMN.

Pembahasan dan perumusan kebijakan atasi krisis ekonomi hendaknya disatukan dengan pembahasan dan perumusan kebijakan untuk atasi krisis fiskal.

Dari 10 prioritas kebijakan atasi krisis ekonomi hendaknya ditujukan untuk : (1) menahan laju penurunan pertumbuhan ekonomi, (2) menguatkan dan menstabilkan nilai tukar rupiah, (3) memperbaiki neraca transaksi perdagangan, (4) meningkatkan perolehan dan cadangan devisa, dan (5) meningkatkan produksi dan konsumsi produk dalam negeri.


2. PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA:

Variabel PDRB tahun sebelumnya

memberikan dampak positif terhadap

pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan

bahwa kecepatan konvergen yang tinggi

akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pengeluaran pemerintah memberikan

dampak positif terhadap pertumbuhan eko‐

nomi, demikian pula variabel openness,

sumberdaya alam, lokasi, dan variabel

desentralisasi memberikan dampak positif

terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sementara variabel populasi memberi‐

kan dampak negatif terhadap pertumbuhan

ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa

penduduk bukan angkatan kerja jumlahnya

cukup besar sehingga menurunkan rata‐rata

produktivitas penduduk yang menjadi

angkatan kerja yang berdampak negatif

terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga

pada variabel inflasi memberikan dampak

negatif. Hal ini menunjukkan bahwa peran

pemerintah dalam mengendalikan harga

untuk jangka panjang tidak mampu mendu‐

kung pertumbuhan ekonomi, tetapi justru sebaliknya dapat menghambat pertumbuhan

ekonomi.

 Hasil positif signifi‐ kan dari koefisien variabel pengeluaran 

pemerintah menunjukan bahwa pemerintah

masih berperan penting dalam mendukung

pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini

perlu disikapi dengan keseriusan dari

pemerintah untuk mengalokasikan pengelua‐

rannya tersebut pada sektor dan proyek yang

produktif.

Diharapkan ada studi lebih jauh yaitu analisis peran kebijakan 

fiskal dalam pertumbuhan ekonomi yang

memisahkan antara kebijakan fiskal untuk

kepentingan produktif seperti investasi

publik dan kepentingan yang tidak produktif

seperti konsumsi rutin.

TUGAS MANDIRI 4 - TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga
Jurusan:  Sistem informasi
Kelas : Malam 


SOAL : 

1. Buatlah sebuah postingan yang memuat tentang '' Teori Motivasi'' . 

2. Coba ceritakan pengalaman mu atau kisah pengalaman orang lain yang membuat mu merasa termotivasi untuk melakukan sesuatu hal! 

JAWABAN : 
 1. 
        Motivasi
    Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan atau "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang. Menurut Weiner (1990) yang dikutip Elliot et al. (2000), motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.
    Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak (Sargent, dikutip oleh Howard, 1999) menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya (Siagian, 2004).
    Jadi, motivasi merupakan dorongan kehendak yg berasal dari dalam diri ( internal ) ataupun dari luar (eksternal ) untuk mencapai suatu tujuan. 


  

Teori-teori motivasi  :

  Berikut ini berbagai teori motivasi menurut para pakarnya yaitu: Maslow (teori hierarki kebutuhan), McClelland (teori motivasi prestasi), Mc Gregor (teori X dan Y), teori motivasi Hezberg, dan Teori ERG Aldefer. Berikut penjelasannya:

a. Teori Motivasi Maslow

Teori Maslow Maslow dalam Reksohadiprojo dan Handoko (1996), membagi kebutuhan manusia sebagai berikut:
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan hirarki kebutuhan manusia yang paling dasar yang merupakan kebutuhan untuk dapat hidup seperti makan,minum, perumahan, oksigen, tidur dan sebagainya.
2. Kebutuhan Rasa Aman
Apabila kebutuhan fisiologis relatif sudah terpuaskan, maka muncul kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan akan rasa aman ini meliputi keamanan akan perlindungan dari bahaya kecelakaan kerja, jaminan akan kelangsungan pekerjaannya dan jaminan akan hari tuanya pada saat mereka tidak lagi bekerja.
3. Kebutuhan Sosial
Jika kebutuhan fisiologis dan rasa aman telah terpuaskan secara minimal, maka akan muncul kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk persahabatan, afiliasi dana interaksi yang lebih erat dengan orang lain. Dalam organisasi akan berkaitan dengan kebutuhan akan adanya kelompok kerja yang kompak, supervisi yang baik, rekreasi bersama dan sebagainya.
4. Kebutuhan Penghargaan
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas prestasi seseorang, pengakuan atas kemampuan dan keahlian seseorang serta efektifitas kerja seseorang.
5. Kebutuhan Aktualisasi diri
Aktualisasi diri merupakan hirarki kebutuhan dari Maslow yang paling tinggi. Aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan potensi yang sesungguhnya dari seseorang. Kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan, keahlian dan potensi yang dimiliki seseorang. Malahan kebutuhan akan aktualisasi diri ada kecenderungan potensinya yang meningkat karena orang mengaktualisasikan perilakunya. Seseorang yang didominasi oleh kebutuhan akan aktualisasi diri senang akan tugas-tugas yang menantang kemampuan dan keahliannya.

Teori Maslow mengasumsikan bahwa orang berkuasa memenuhi kebutuhan yang lebih pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (perwujudan diri). Kebutuhan yang lebih rendah harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi seperti perwujudan diri mulai mengembalikan perilaku seseorang. Hal yang penting dalam pemikiran Maslow ini bahwa kebutuhan yang telah dipenuhi memberi motivasi. Apabila seseorang memutuskan bahwa ia menerima uang yang cukup untuk pekerjaan dari organisasi tempat ia bekerja, maka uang tidak mempunyai daya intensitasnya lagi. Jadi bila suatu kebutuhan mencapai puncaknya, kebutuhan itu akan berhenti menjadi motivasi utama dari perilaku. Kemudian kebutuhan kedua mendominasi, tetapi walaupun kebutuhan telah terpuaskan, kebutuhan itu masih mempengaruhi perilaku hanya intensitasnya yang lebih kecil.

b. Teori Motivasi Prestasi dari Mc. Clelland

Konsep penting lain dari teori motivasi yang didasarkan dari kekuatan yang ada pada diri manusia adalah motivasi prestasi menurut Mc Clelland seseorang dianggap mempunyai apabila dia mempunyai keinginan berprestasi lebih baik daripada yang lain pada banyak situasi Mc. Clelland menguatkan pada tiga kebutuhan menurut Reksohadiprojo dan Handoko (1996 : 85) yaitu :
1. Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan mengambil tugas yang dapat dipertanggung jawabkan secara pribadi atas perbuatan-perbuatannya. Ia menentukan tujuan yang wajar dapat memperhitungkan resiko dan ia berusaha melakukan sesuatu secara kreatif dan inovatif.

2. Kebutuhan afiliasi, kebutuhan ini ditujukan dengan adanya bersahabat.

3. Kebutuhan kekuasaan, kebutuhan ini tercermin pada seseorang yang ingin mempunyai pengaruh atas orang lain, dia peka terhadap struktur pengaruh antar pribadi dan ia mencoba menguasai orang lain dengan mengatur perilakunya dan membuat orang lain terkesan kepadanya, serta selalu menjaga reputasi dan kedudukannya.

c. Teori X dan Y dari Mc. Gregor

Teori motivasi yang menggabungkan teori internal dan teori eksternal yang dikembangkan oleh Mc. Gregor. Ia telah merumuskan dua perbedaan dasar mengenai perilaku manusia. Kedua teori tersebut disebut teori X dan Y. Teori tradisional mengenai kehidupan organisasi banyak diarahkan dan dikendalikan atas dasar teori X. Adapun anggapan yang mendasari teori-teori X menurut Reksohadiprojo dan Handoko (1996 : 87 )
a. Rata-rata pekerja itu malas, tidak suka bekerja dan kalau bisa akan menghidarinya.
b. Karena pada dasarnya tidak suka bekerja maka harus dipaksa dan dikendalikan, diperlakukan dengan hukuman dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.
c. Rata-rata pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi kecil, kemamuan dirinya diatas segalanya.

Teori ini masih banyak digunakan oleh organisasi karena para manajer bahwa anggapn-anggapan itu benar dan banyak sifat-sifat yang diamati perilaku manusia, sesuai dengan anggapan tersebut teori ini tidak dapat menjawab seluruh pertanyaan yang terjadi pada orgaisasi. Oleh karena itu, Mc. Gregor menjawab dengan teori yang berdasarkan pada kenyataannya.

Anggapan dasar teori Y adalah :
a. Usaha fisik dan mental yang dilakukan oleh manusia sama halnya bermain atau istirahat.
b. Rata-rata manusia bersedia belajar dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung jawab.
c. Ada kemampuan yang besar dalam kecedikan, kualitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh pegawai.
d. Pengendalian dari luar hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan tercapainya tujuan organisasi.

d. Teori Motivasi dari Herzberg

Teori motivasi yang dikemukakan oleh Herzberg dan kelompoknya. Teori ini sering disebut dengan M – H atau teori dua faktor, bagaimana manajer dapat mengendalikan faktor-faktor yang dapat menghasilkan kepuasan kerja atau ketidakpuasan kerja. Berdasarkan penelitian telah dikemukakan dua kelompok faktor yang mempengaruhi seseorang dalam organisasi, yaitu ”motivasi”. Disebut bahwa motivasi yang sesungguhnya sebagai faktor sumber kepuasan kerja adalah prestasi, promosi, penghargaan dan tanggung jawab.

Kelompok faktor kedua adalah ”iklim baik” dibuktikan bukan sebagai sumber kepuasan kerja justru sebagai sumber ketidakpuasan kerja. Faktor ini adalah kondisi kerja, hubungan antar pribadi, teknik pengawasan dan gaji. Perbaikan faktor ini akan mengurangi ketidakpuasan kerja, tetapi tidak akan menimbulkan dorongan kerja. Faktor ”iklim baik” tidak akan menimbulkan motivasi, tetapi tidak adanya faktor ini akan menjadikan tidak berfungsinya faktor ”motivasi”.

e. Teori ERG Aldefer
Teori Aldefer merupakan teori motivasi yang mengatakan bahwa individu mempunyai kebutuhan tiga hirarki yaitu : ekstensi (E), keterkaitan (Relatedness) (R), dan pertumbuhan (Growth) (G).

Teori ERG juga mengungkapkan bahwa sebagai tambahan terhadap proses kemajuan pemuasan juga proses pengurangan keputusan. Yaitu, jika seseorang terus-menerus terhambat dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan menyebabkan individu tersebut mengarahkan pada upaya pengurangan karena menimbulkan usaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebih rendah.

Penjelasan tentang teori ERG Aldefer menyediakan sarana yang penting bagi manajer tentang perilaku. Jika diketahui bahwa tingkat kebutuhan yang lebih tinggi dari seseorang bawahan misalnya, pertumbuhan nampak terkendali, mungkin karena kebijaksanaan perusahaan, maka hal ini harus menjadi perhatian utama manajer untuk mencoba mengarahkan kembali upaya bawahan yang bersangkutan memenuhi kebutuhan akan keterkaitan atau kebutuhan eksistensi. Teori ERG Aldefer mengisyaratkan bahwa individu akan termotivasi untuk melakukan sesuatu guna memenuhi salah satu dari ketiga perangkat kebutuhan. 

2.  Ini adalah sedikit cerita saya yang membuat saya merasa termotivasi untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang dimaksud disini adalah pencapaian saya dalam meraih prestasi. 

  Sewaktu SMA saya selalu mendapatkan peringkat 1 dan peringkat 2 kelas. Tapi saat kenaikan kelas 12 , peringkat saya menurun menjadi 4 . Disitu saya merasa kecewa, terpukul, dan sedih. 
  Posisi saya di gantikan oleh teman laki laki dikelas saya, yang mana dia hanya masuk 10 besar, tetapi kali ini dia bisa menggeser posisi saya. Saya sempat terkejut juga. 
   Akhirnya saya merasa ingin tahu, Bagaimana dia bisa naik secara drastis dan bisa menggeser posisi saya. 
   Saya selidiki, saya dekati dia, saya cari tau latar belakang dia bagaimana. 
 Dia seorang anak yatim, beragama Kristen, di kelas dia terkenal sebagai laki laki yang dingin, jarang dekat dengan perempuan, jarang berbicara. Dia pandai hampir semua mata pelajaran, kecuali menghitung. Kerap kali kami saling berbagi informasi. Sampai dia bercerita, bahwa semenjak ayah nya meninggal, ia merasa sangat kehilangan dan sangan takut bila kehilangan ibu nya. Ia belum sempat membahagiakan ayah nya. Dan dia semangat untuk terus menjadi yang terbaik demi membahagiakan Ibu nya. Karena kebahagiaan orang tua nya adalah yang paling penting baginya. Apa yang dia lakukan semata mata untuk membuat orang tuanya bahagia. Dia berkata kepada saya, '' BAHAGIA KAN LAH ORANG TUA MU SEBELUM KAU KEHILANGAN DIA''. Sontak saya merasa tersentuh. Kebahagiaan orang tua adalah motivasi dia untuk terus maju. Akhirnya hati saya pun tersentuh, mendengar kata katanya. 

  Semenjak saat itu, saya termotivasi untuk terus maju demi membahagiakan orang tua saya. Walaupun saya tidak bisa membalas jasa orang tua saya dengan uang, setidak nya melihat mereka bahagia, lelah mereka selama ini terbayar kan. 
  Akhirnya saya bisa kembali meraih posisi saya di kelas sebagai peringkat 2 dan teman laki laki saya itu di posisi peringkat 1. 
Saya juga memegang prinsip, '' Meraih prestasi itu mudah, tapi mempertahankan prestasi itu yg sulit ''. 


TERIMAKASIH

Jumat, 25 Desember 2020

TUGAS MANDIRI 4 - PENGANTAR SISTEM TEKNOLOGI DAN INFORMASI KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL.

1. Carilah contoh aplikasi kecerdasan buatan, Dan jelaskan fungsi dari aplikasi tersebut di masyarakat! 


JAWABAN: 

   

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia. Sedangkan menurut Mc Leod dan Schell,  kecerdasan buatan adalah aktivitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia.

Dengan kata lain AI merupakan sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

AI sendiri merupakan teknologi yang memerlukan data untuk dijadikan pengetahuan, sama seperti manusia. AI membutuhkan pengalaman dan data supaya kecerdasannya bisa lebih baik lagi. Poin penting dalam proses AI adalah learningreasoning dan self correction. AI perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses belajar AI pun tidak selalu disuruh oleh manusia, melainkan AI akan belajar dengan sendirinya berdasarkan pengalaman AI saat digunakan oleh manusia.

Hal yang cukup menarik dari AI adalah ia mampu melakukan self correction atau mengoreksi diri sendiri. Jika kamu pernah mendengar ungkapan AI “Jika aku tidak pernah menang, maka setidaknya aku tidak boleh kalah” sedikit ngeri juga ya. AI memang diprogram untuk itu terus belajar dan membenahi diri sendiri dari kesalahan yang pernah dibuatnya.

CONTOH APLIKASI KECERDASAN BUATAN : 

1. SIRI 
   

Siri merupakan asisten virtual yang ditawarkan oleh iPhone dan juga iPad.

Asisten virtual ini dapat membantu Anda menemukan banyak informasi, mengirim pesan, melakukan panggilan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Anda bisa bertanya apapun kepada Siri dan pertanyaan tersebut akan dijawab secara otomatis dalam waktu yang sangat cepat.

Siri dapat diibaratkan sebagai customer service berbasis teknologi.

2. Mobil tanpa pengemudi 

Mobil tanpa pengemudi memang masih sangat jarang di Indonesia, namun di luar negeri mobil seperti ini sudah cukup populer dan banyak digunakan oleh kalangan milinieal.

Mobil ini dapat bergerak sendiri dengan sensor tanpa disetir oleh manusia.

Bahkan di beberapa negara mobil seperti ini telah menjadi taksi dan menjadi transportasi umum yang bisa digunakan masyarakatnya.

3. Bixby 

Bixby adalah asisten pintar pada smartphone Samsung.

Dan tentu saja telah dibekali dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan bisa melakukan banyak hal terhadap penggunanya.

Bixby bisa mengenali sebuah gambar, dan menelusurinya di internet.

4. Google assistant 

  

Sama seperti Bixby, Google Assistant juga merupakan asisten pintar.

Sesuai dengan namanya, Google Assistant dimiliki oleh perusahaan raksasa mesin pencari yaitu google.


5. Alexa 

 

  

Alexa merupakan fitur pintar yang dimiliki oleh Amazon.

Mengontrol lampu, termostat, switch, menjawab pertanyaan, membaca audiobook, memberikan informasi tentang bisnis lokal, memberikan hasil skor pertandingan dan jadwal olahraga, melaporkan lalu lintas dan cuaca, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semua dilakukan dengan layanan suara. 

Kamis, 24 Desember 2020

Rabu, 02 Desember 2020

UJIAN TENGAH SEMESTER ( GANJIL) - TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI KAMPUS MILLENIAL ITBI

 Nama : Mutiarani Sinaga 

Jurusan : Ssitem Informasi 

Kelas : Malam


SOAL UJIAN 

1.Apa yang dimaksud dengan Perilaku Organisasi dan berikan alasan mengapa kita harus mempelajari organisasi secara formal ? 

2. Pada dasarnya organisasi dapat didefenisikan menjadi beberapa kelompok , yaitu : Organisasi dalam arti Statis , Dinamis , Sistem Kerja Sama ,Sistem tata hubungan kerja , dan organisasi sebagai proses pembagian tugas . Coba jelaskan kelima defenisi tersebut ! 

3. Coba jelaskan keunggulan dan kelemahan dari setiap evolusi teori organisasi yang sudah kita bahas sebelumnya !

4. Menurut pendapat kamu pendekatan / teoriorganisasi manakah yang lebih sesuai diterapkan pada perkembangan organisasi saat ini ? 

5. Jelaskan lah 4 pendekatan yang digunakan dalam pengukuran efektifitas organisasi ! 

6. Apa itu MBO ( Manajemen By Objective ) jelaskan bagaimana contoh pelaksanaan pendekatan tersebut disebuah organisasi (misalnya. Perusahaan ) ?

7. Menurut kamu , apa itu kepribadian dan mengapa lingkungan merupakan salah satu determinan kepribadian ? 

8. Menurut pemahaman kamu , bagaimana hubungan kepuasan kerja dengan prouktivits , kemangkiran kerja , dan turnover karyawan ? 

9. Apa yang terjadi apabila karyawan atau anggota dalam organisasi tidak mampu mengelola emosinya dalam konteks waktu yang tepat ? 

10. Jelaskan secara ringkas inti dari jurnal yang kamu review / ringkas sebelumnya ? 


Jawaban: 


1.  Perilaku Organisasi adalah penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang, individu, dan kelompok bertindak dan bereaksi dalam suatu organisasi, untuk mencapai dan mencapai kualitas kinerja tertinggi, dan hasil yang dominan. Perilaku Organisasi mempelajari pengaruh dan dampak yang dimiliki individu, kelompok, dan struktur organisasi terhadap perilaku di dalam organisasi untuk tujuan meningkatkan efektivitas organisasi.

Alasan mengapa kita harus mempelajari organisasi secara formal: 

a). Kompetisi Yang Semakin Ketat
Jika kita perhatikan saat ini, kompetisi yang ada semakin ketat. Sebuah perusahaan atau organisasi tidak bisa menganggap sebelah mata kompetitornya karena kelengahan sedikit dapat membuat ketertinggalan. Agar bisa memenangkan kompetisi atau setidaknya tidak tertinggal dari kompetisi, diperlukan proses belajar yang terus menerus.

b).Sinergi Antar Anggota Tim
Hampir tidak ada pekerjaan yang sama sekali tidak membutuhkan orang lain. Terlebih dalam organisasi yang baik, maka kekuatan utamanya terletak pada bagaimana menciptakan sinergi diantara anggota tim yang ada. Masing-masing orang belajar dan membawa hasil belajarnya untuk saling menyokong dan memperkokoh tim.

c). Perubahan Yang Sangat Cepat
Perubahan di dunia bisnis secara umum terjadi sangat cepat. Sesuatu bisa menjadi tren untuk kemudian secara tiba-tiba tergantikan dengan tren lainnya. Sebuah penemuan demi penemuan terus menerus terjadi dan saling menguatkan serta menggantikan satu sama lain. Untuk menghadapi perubahan tentu saja diperlukan kemampuan belajar dari situasi yang ada sehingga dapat menghadapi segala perubahan dengan percaya diri.

d).Mengantisipasi Masa Depan Yang Penuh Ketidakpastian
Siapa yang menyangka akhirnya ekonomi raksasa seperti Amerika Serikat dapat runtuh gara-gara kredit perumahan (sub-prime mortgage)? Siapa yang mampu menebak arah bisnis dan perekonomian 10 tahun mendatang. Ya, manusia harus sadar bahwa hari esok penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Organisasi yang belajar, meskipun tetap menghadapi ketidakpastian, namun lebih siap dan terbuka menghadapi apapun yang terjadi ke depannya.

2. PENGERTIAN ORGANISASI

Berbagai literatur tentang organisasi dan manajemen telah memberikan definisi tentang organisasi, dengan berbagai cara, tergantung segi tinjauan atau pendekatannya. Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu statis dan dinamis.
ORGANISASI DALAM ARTI STATIS
Organisasi dalam arti statis berarti melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam. Dengan kata lain melihat organisasi itu seperti yang tergambar dalam bagan(organoprogram) yang beraneka ragam.
            Ada berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti statis, antara lain :
1)    Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai alat(tool) yang berarti
a)    Organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
b)   Organisasi merupakan wadah daripada sekelompok orang yang mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
c)    Organisasi sebagai wadah dimana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan manajemen ini bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manejemen.
2)   Organisasi dipandang sebagai jaringan dan hubungan kerja yang bersifat formal seperti yang tergambar dalam suatu bagan dengan mempergunakan kotak-kotak yang beraneka ragam.
3)   Organisasi dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan atau jabatan yang menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang, garis komando dan garis tanggungjawab.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa organisasi dalam arti statis merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan wewenang, garis komando dan tanggung jawab.


ORGANISASI DALAM ARTI DINAMIS
Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis. Memandang organisasi sebagai organisme yang dinamis berarti memandang organisasi tidak hanya dari segi bentuk dan wujudnya, tetapi melihat juga organisasi itu dari segi isinya. Isi dari organisasi tersebut ialah sekelompok orang yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan kata lain organisasi dinamis berarti menyoroti aktivitas yang ada di dalam organisasi, serta segala macam aspek yang berhubungan dengan usaha pencapaian tujuan yang hendak dicapai.
Macam pandangan tentang organisasi dalam arti dinamis, sebagai berikut :
1)    Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu selalu bergerak mengadakan pembagian tugas/pekerjaan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan serta sesuai pula dengan lingkup dari organisasi tersebut.
2)   Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi itu dari segi isinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi organisasi dalam arti dinmis menyoroti unsur manusia yang ada didalamnya. Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi karena hanya manusialah yang memiliki sifat kedinamisan.
Organisasi dalam arti dinamis selalu dihadapkan kepada 2 macam kemungkinan, yaitu:
1)    Kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang, yang berarti organisasi itu selalu bergerak untuk tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan zaman. Pertumbuhan dan perkembangan organisasi dapat bersifat kuantitatif dan kualitatif. Yang lebih penting adalah pertumbuhan dan perkembangan organisasi yang bersifati kualitatif.
2)   Kemungkinan organisasi itu akan mati. Hal ini merupakan ancaman dan tantangan yang mau tidak mau harus dapat diatasi.
Kematian organisasi merupakan tantangan dalam arti bahwa orang-orang yang bergabung dalam organisasi itu dihadapkan dengan berbagai masalah atau persoalan dalam tingkat atau kadar persoalan yang berbeda-beda. Setiap masalah harus dapat diatasi, karena bila tidak dapat diatasi akan menjadi hambatan atas jalannya organisasi. Kematian organisasi merupakan ancaman, yang berarti segenap aspirasi yang ditampung dalam organisasi akan bubar berantakan.
Organisasi sebagai proses juga memandang organisasi dari segi interaction antara orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Interaksi tersebut dapat berlangsung secaara formal dan informal.
Hubungan formal adalah hubungan-hubungan yang mengikuti pola seperti yang telah diatur dalam dasar hukum pendirian organisasi, sesuai struktur organisasi, seperti yang telah ditetapkan secara resmi oleh pimpinan.
Hubungan informal adalah hubungan-hubungan yang terjadi dalam organisasi yang tidak terikat oleh dasar hukum pendirian organisasi, tidak terikat oleh struktur organisasi, tidak terikat oleh hirariki dan tidak terikat oleh aturan-aturan yang ditetapkan secara resmi oleh pemimpin organisasi.
Kesimpulannya, organisasi itu tidak hanya sekedar wadah saja, tetapi juga sebagai sistem kerja-sama sebagai siste, tata-hubungan kerja, dan sebagai proses pembagian tugas.

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM KERJASAMA
Sistem adalah suatu keseluruhan yang sangan rumit dari berbagai unsur atau faktor/hal yang saling berhubungan dan saling ketergantungan antara yang satu dengan lainnya sehingga semua unsur atau semua faktor atau semua hal itu merupakan suatu kesatuan atau merupakan suatu kebulatan yang utuh.
Kerjasama merupakan suatu bentuk perwujudan daripada hubungan dua orang atau lebih dalam usaha mencapai tujuan bersama. Jadi tujuan daripada orang-orang melakukan kerjasama ialah untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama mereka. Agar orang-orang yang bekerjasama itu dapat mencapai tujuan maka perlu adanya hubungan yang baik.
Apabila tujuan yang akan dicapai itu sedemikian kompleks, hal itu akan mengakibatkan timbulnya jaringan hubungan kerja yang sangat kompleks dan rumit, sehingga memerlukan perumusan kerja yang lebih baik. Dengan demikian setiap orang yang tergabung dalam suatu bentuk kerjasama mempunyai peran yang diikuti dengan peratanggung jawaban.

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM TATA-HUBUNGAN KERJA
Tata hubungan kerja ialah hubungan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di dalam suatu situasi kelompok untuk mengadakan kerjasama dalam usaha mencalai tujuan bersama. Yang dimaksud stuasi kelompok adalah suatu kelompok yang anggotanya dapat mengadakan interaksi dalam waktu yang sama sehingga terjalin suatu hubungan yang sangat erat. Lawan dari situasi kelompok adalah situasi kebersamaan, yaitu kelompok dimana orang yang bnerada dalam kelompok saling tidak mengenal sebelumnya.
Taa-hubungan dapat bersifat pribadi, formal, informal langsung atau secara tidak langsung. Apabila kegiatan dalam kelompok itu semakin kompleks, maka diperlukan sistem pembagian tugas, ketentuan atau peraturan yang harus ditaati dan dijalankan oleh setiap anggota. Dengan demikian tata-hubungan tidak hanya berlangsung secara pribadi, formal, informal langsung dan tidak langsung, tetapi dapat berlangsung pula secara struktural, hirarki, vertikal, horizontal dan diagonal.
1)    Tata hubungan pribadi, adalah tata-hubungan yang berlangsung antar pribadi satu dengan satu.
2)   Tata hubungan formal, adalah tata-hubungan yang berlangsung dengan mengikuti suatu pola atau aturan yang telah ditentukan.
3)   Tata hubungan informal, adalah tata-hubungan yang tidak mengikuti atau menyimpang dari aturan atau ketentuan formal yang telah ditetapkan.
4)   Tata hubungan langsung, adalah tata hubungan yang tidak dipisahkan oleh jarak. Media yang dipergunakan antara lain wawancara, rapat, ceramah, dll.
5)   Tata hubungan tidak langsung, adalah tata-hubungan yang dipisahkan oleh jarak. Media yang dipergunakan misalnya ;telepon, internet, surat dan memo.
6)   Tata hubungan struktural/hirarki, adalah tata-hubungan yang mengikuti saluran secara hirarkis seperti yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi.
7)   Tata hubungan vertikal, adaah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan dengan bawahan atau sebaliknya. Dengan demikian tata-hubungan ertikal dapat berlangsung secara up word dan secara down word.
a)    Up word, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara bawahan dengan pimpinan atau antara instansi yang lebih rendah dengan yang lebih tinggi. Bawahan atau instansi yang lebih rendah merupakan bawahan langsung dari pimpinan atau instansi yang lebih tinggi.
b)   Down word, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan dengan bawahan ata instansi yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah. Atasan/pemimpin atau instansi yang lebih tinggi merupakan atasan langsung dari bawahan atau instansi yang lebih rendah.
8)   Tata hubungan horizontal, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan yang setingkat, antara bawahan dengan bawahan, dan dengan instansi yang setingkat.
9)   Tata hubungan diagonal, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara atasan dengan bawahan dan sebaliknya, atau antara instansi yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah. Tata-hubungan diagonal dengan demikian juga dapat bersifat up word dan down word.
Berbagai macam bentuk hubungan tersebut harus dibina dan dikembangkan guna menciptakan sistem kerjasama yang baik dan serasi antara para anggota atau antar unit, antar satuan kerja yang ada didalam organisasi.
Kerjasama dan tujuan bersama merupakan dua unsur penting suatu organisasi. Akan tetapi kedua unsur tersebut akan terwujud apabila didukung oleh suatu sistem tata-hubungan kerja yang baik. Mengingat tata-hubungan kerja itu berlangsung dalam suatu situasi kelompok yang masing-masing pihak bekerja dan satu sama lain saling bekerjasama guna mewujudkan tujuan bersama, maka tata-hubungan kerja itu akan menimbulkan suatu jaringan kerja yang sangat kompleks.

ORGANISASI SEBAGAI PROSES PEMBAGIAN TUGAS
       Setiap bentuk kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama perlu memiliki sstem pembagian tugas. Adanya kerjasama yasng baik tidak menjamin keberhasilan pencapaian tujuan. Dalam proses pembagian tugas terdapat berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan yaitu :
1)    Menetapkan berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan dalam organisasi, meliputi bidang apa saja dan setiap bidang biasanya memerlukan jenis kegiatan tersendiri.
2)   Menghimpun secara teratur bagian-bagian yang saling bergantung satu sama lain.
3)   Mengelompokan jenis pekerjaan yang sama dalam suatu kelompok sendiri, untuk ditangani atau dikelola oleh orang-orang tertentu.
4)   Mengadakan pencarian hubungan yang ada dari setiap jenis pekerjaan.
5)   Menunjuk bagian dan orang yang diserahi tugas untuk memikul tugas dan tanggungjawab dalam suatu bidang tertentu.
6)   Merumuskan fungsi-fungsi yang harus dijalankan bagian atau orang-oran tersebut. Juga harus ditentukan sampai dimana tugas, kewajiban, wewenang, dan tanggung jawab mereka masing-masing.

3.  a)  Teori organisais klasik

 Keunggulan :

·         Memiliki penggunaan disiplin, aturan dan supervisi ketat untuk mengubah organisasi-organisasi agar beroperasi lebih efisien.

·         Memiliki Organisasi yang secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi, dan tugas-tugasnya terspesialisasi.

·         Pembagian kerja yang terarah dapat memberikan pengaruh positif terhadap kecakapan dan keahlian pekerja yang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya.

 

Kelemahan :

·         Dalam teori ini biasanya terjadi masalah pada pengorganisasian yang tidak tepat yang dapat dilihat dari refleksi struktur yg tidak tepat dan ini dapat menyebabkan efisiensi dan efektif kerja yang ada di perusahaan itu menjadi tidak produktif.

·         Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang pindah dari pekerjaan ke pekerjaan lain dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga akan menghambat kemajuan dan keterampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.

b) Teori organisasi Neoklasik          

Keunggulan :

·         Menekankan hubungan informal dan motivasi-motivasi non ekonomis yang beroperasi di dalam organisasi.

·         Manajemen dapat merancang hubungan dan peraturan yang formal dan sebagainya, namun diciptakan juga pola hubungan status, norma, dan hubungan informal yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sosial para anggota organisasi.

·         Memiliki perspektif sistem kerjasama dalam karyanya, menjadi pijakan bagi organisasi yang dibangun dan memotivasi para manajer dalam organisasi dalam berusaha agar tidak gagal dalam sistem kerjasama.

·         Titik tekanan teori neoklasik ini yaitu pada dua elemen pokok dalam organisasi, yaitu perilaku individu dan kelompok pekerja.

Kelemahan :

·         Sejak pembagian kerja dilakukan, timbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana pedoman kerja tidak ada dan disiplin diri menjadi kurang.

·         Neoklasik menyatakan bahwa kapasitas dan kekuasaan tak dapat dikompensasikan, karena bukan merupakan satu-satunya hubungan.

·         Tentang struktur irganisasi, teori neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions) internal di antara orang-orang yang melaksanakan fungsi yang berbeda-beda.

·         Hubungan interaksi antara manajer dan bawahan yang perlu dibina ,jika tidak dilakukan akan berpengaruh pada moral dan efisiensi kerja yang akan memburuk dan hubungan manusiawi dalam organisasi jiga memburuk.

c) Teori organisasi Modern

Keunggulan

·         Teori modern memiliki multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan.

·         Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju.

·         Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompeleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariabel, dan probabilistic.

·         sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan & perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh.

Kelemahan

·         teori ini organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

 4.  Organisasi – organisasi di Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern. Organisasi di indonesia tidak menekankan analisis dan deskripsi sendiri – sendiri. Selain itu konsep dinamis, horizontal dan multidimensi yang ditunjukan sebagian organisasi di Indonesia semakin memperkuat pandangan bahwa teori organisasi yang diterapkan di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern.  Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neoklasik.

Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

 5. 4 model nilai-nilai efektivitas suatu organisasi yaitu :

1)       Pendekatan sumber daya system (sistems resource approach) dalam efektifitas organisasi berfokus pada sejauh mana organisasi dapat memperoleh seumber-sumber daya yang diperlukan. Suatu perusahaan yang dapat memperoleh bahan baku ketika terjadi kelangkaan adalah efektif menurut perspektif ini., pendekatan ini berfokus pada input.

2)      Pendekatan proses internal (internal process approach) berkaitan dengan mekanisme internal dari organisasi dan berfokus pada meminimalisir ketegangan, mengingrasikan individu dan organisasi, dan melaksanakan operasi secara lancer dan efisien, pendekatan ini berfokus pada proses transformasi.

3)      Pendekatan Tujuan (Goal approach) berfokus pada tingkat dimana suatu organisasi mencapai tujuannya, pendekatan ini berfokus pada output.

4)      Pendekatan Konstituensi strategis (Strategic Contituencies approach) berfokus pada kelompok yang memiliki kepentingan organisasi, menurut pandangan ini, efektifitas adalah sejauh mana organisasi berhasil memuaskan permintaan dan ekspektasi dari semua kelompok ini, pendekatan ini berfokus pada umpan balik.

6. Management by Objectives (MBO) adalah metode penilaian kinerja karyawan yang berorientasi pada pencapaian sasaran kerja. Secara umum esensi sistem MBO, terletak pada penetapan tujuan-tujuan umum oleh para manajer dan bawahan yang bekerja bersama, penentuan bidang utama setiap individu yang hasilnya dirumuskan secara jelas dalam bentuk hasil-hasil (sasaran) yang dapat diukur dan diharapkan, dan ukuran penggunaan ukuran-ukuran tersebut sebagai satuan pedoman pengoperasian satuan-satuan kerja serta penilaian masing penilaian sumbangan masing-masing anggota. Pada metode MBO, setiap individu karyawan memiliki sasaran kerjanya masing-masing, yang bersesuaian dengan sasaran kerja unitnya untuk satu periode kerja. Penilaian kinerja dalam metode MBO dilakukan di akhir periode mengacu pada realisasi sasaran kerja.

Contoh Penerapan MBO di Perusahaan

Contoh MBO didasari oleh karakteristik berupa SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Specific).

Beberapa langkah yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam contoh rancangan MBO dalam perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Menentukan sasaran dan tujuan perusahaan bersangkutan
  • Selain secara umun, tujuan dan sasaran bagi tiap-tiap SDA dan departemen juga harus ditentukan
  • Mengontrol pelaksanaan kinerja karyawan dan pengembangannya
  • Mengevaluasi setiap hasil kinerja karyawan dan prosesnya
  • Memberikan Feedback (Umpan Balik)
  • Memberikan Award (Penghargaan) bagi departemen, pisi ataupun inpidu karyawan yang berhasil mencapai target yang ditetapkan.
7. Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”.

Penelitian mengatakan bahwa kepribadian dibentuk dari berbagai macam faktor baik genetik maupun lingkungan. Kita bisa melihat adanya perbedaan karakter kepribadian antara satu orang dengan orang yang lain walaupun orang tersebut lahir dari ibu dan tinggal di keluarga yang sama.

Faktor genetik dianggap mempunyai pengaruh terhadap karakteristik kepribadian tertentu yang kemudian dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan termasuk pola asuh dalam keluarga. 

Lingkungan tentunya akan mempengaruhi karakteristik kepribadian juga. Itulah mengapa disarankan kita mendapatkan untuk mengambil sesuatu yang positif di lingkungan kita, lingkungan kita juga mempunyai pengaruh dalam perkembangan kepribadian kita ke depannya.

8. Berdasarkan hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas , maka karyawan yang puas cenderung memiliki produktivitas kerja yang tinggi dan produktivitas kerja akan berdampak pada kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan hasil persepsi dan interaksi antara karyawan dengan lingkungan kerjanya. 

Aktivitas turnover karyawan itu sejatinya tidak bisa dihindari dan terbilang wajar. Bahkan cenderung menguntungkan perusahaan jika dilakukan dalam periode yang sewajarnya.

Lain cerita jika perusahaan terlalu sering gonta-ganti karyawan. Bisa-bisa perusahaan yang rugi. Tingkat turnover diukur berdasarkan jumlah tenaga kerja yang berhenti bekerja dalam periode waktu tertentu. karyawan tinggi bukanlah pertanda baik bagi perusahan. Bahkan perusahaan bisa saja merugi karena tingkat turnover karyawan terlampau tinggi.

9.  Apabila karyawan atau anggota dalam organisasi tidak mampu mengelola emosinya dalam konteks waktu yang tepat maka, dapat mengurangi kinerja karyawan serta sebuah organisasi tidak dapat berjalan dengan baik yang mana nanti nya di mungkin kan tidak menghasilkan apa-apa. Hubungan dalam sebuah organisasi tersebut juga tidak akan kondusif seperti yang diinginkan. 

10. 

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam