Senin, 01 Februari 2021

TUGAS MANDIRI 5- BAHASA INGGRIS KAMPUS MILLENIAL ITBI

 Nama : Mutiarani Sinaga 

Jurusan : Sistem Informasi 

Keelas : Malam 

SOAL:

A Topic about adjective. Fill the blank with the best answer !

1. She's a _______________ little girl who learns very quickly.

2. Water becomes a _______________ at 0 degrees centigrade.

3. The skin of a snake is not rough or slimy; in fact, it is quite dry and _______________.

4. These pants are too _______________; I think I need something a little larger.

5. Make sure you wear the _______________ clothing when you go for your job interview.

B Topic about demonstrative. Fill the blank with the best answer !

6. Do you know ____ boys over there?

7. Do you know outfits of Mr Eren Yeager ? How could i buy something like ____ ?

8. Could you bring me _____ book I left in the garden?

C Solve this request !

9. Write a short story with adjectives that describe yourself and your college major. 


Jawab : 


A


Topic about adjective. Fill the blank with the best answer :


1.She's a SMART litle girl who learns very quickly


2. Water becomes at MELT at 0 degrees centigrade.


3.The skin of a snake is not rough or slimy, in fact, it is quite dry and SLICK


4. These pants are too TIGHT I think I need something a little larger


5.Make sure you wear the BEST clothing wen you go for yout job interview




B.Topic about demonstratve. Fill the blank with the best answer.


 6. Do you know HANDSOME boys over there?


7. Do you know outfits of Mr Eren Yeager ? How could i buy something like a SHIRT? 


8. Could you bring me MY book I let in the garden?



C.My name is Mutiarani Sinaga. I am a student at the Indonesian Institute of Technology and business. I chose this campus because I feel that I fit into this camp. the lecturers are very patient and friendly, always guiding the students well. I went to college while working, which is where I like to work hard. I feel myself good, diligent, sincere, smart, and patient. so that I really aspire to be a scholar so that my parents can be proud.

Senin, 25 Januari 2021

TUGAS MANDIRI 5 - PENDIDIKAN AGAMA DAN ASAH SKILL KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

Soal: 
1. Mendeskripsikan peranan kepala keluarga bagi anak anak 
2. Mendeskripsikan pendidikan agama dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak! 

Jawab : 

1. 

Peran ayah sebagai kepala keluarga dalam keluarga sangatlah penting. Ayah merupakan sosok yang penting dalam keluarga. Selain sebagai pemimpin, ayah juga sering dijadikan idola dan panutan anak-anaknya. Saat menjalankan kewajibannya dengan baik, ayah menjadi sosok panutan yang bertanggungjawab dengan melindungi keluarganya.

Peran ayah dalam keluarga juga tentu akan memberikan pengaruh dalam pembentukan sebuah keluarga. Meski ayah dan ibu memiliki peran dan fungsinya masing-masing baik dalam hal pengasuhan anak maupun rumah tangga, peran ayah memiliki nilai yang lebih tinggi sebagai pemimpin.

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Hafizhohullah menjelaskan bahwa ayah memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dalam mendidik keluarga serta putra-putrinya untuk mentaati Allah.

Sebab, di antara doa-doa yang dilantunkan oleh para nabi, adalah do’a khusus untuk kebaikan anak-anak dan keturunananya.


Peran Ayah dalam Keluarga Menurut Islam

1. Menjadi Pemimpin dalam Keluarga
Peran ayah dalam keluarga yang pertama adalah menjadi pemimpin keluarga. Setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, dan Allah menciptakan manusia untuk menjadi Khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Al-An’am:165).

Manusia dianugerahkan oleh Allah kedudukan untuk mengatur, memimpin dan memiliki kekuasaan di muka bumi. Meski begitu, menjadi pemimpin tentu tidak mudah. Karena setiap pemimpin itu akan diminta pertanggungjawabannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya,

Dan isteri pemimpin terhadap keluarga, rumah suaminya, dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya,”.

Kedua keterangan tersebut menegaskan betapa pentingnya sosok seorang ayah sebagai pemimpin keluarga. Tugas dan tanggung jawabnya begitu besar, karena tidak hanya menyangkut kehidupan di dunia tapi juga di akhirat kelak.

Ayah berperan sebagi pemimpin agar keluarganya selalu melakukan kebaikan yang mendatangkan pahala. Allah berfirman: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya,” (Al-Zalzalah: 7-8).

2. Pencari Nafkah Keluarga
Peran ayah dalam keluarga yang selanjutnya adalah menjadi pencari nafkah keluarga. Peran ayah dalam keluarga selain sebagai pemimpin adalah sebagai pencari nafkah untuk keluarganya. Sebagaimana Allah Berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Sebab itu maka perempuan yang shalehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” (An-Nisa: 34).

Nafkah yang dicari oleh seorang ayah ini juga haruslah nafkah yang halal, karena Allah sudah menentukan rezeki bagi setiap orang. Allah berfirman: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya,” (An-Nahl: 114).

3. Mencarikan Pendamping yang Baik untuk Anaknya
Peran ayah dalam keluarga yang selanjutnya adalah mencarikan pendamping yang baik untuk anaknya. Urusan pendamping atau jodoh ini memang sudah diatur oleh Allah SWT. Namun, apabila seorang ayah memiliki anak perempuan yang sudah mampu untuk menikah, maka ayah bisa mencarikan pendamping untuk anaknya.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa memelihara tiga orang anak perempuan, lalu ia mendidik dan menikahkan mereka, serta berbuat baik kepada mereka, maka dia akan mendapatkan surga,”

Selain memimpikan surga, mencarikan pendamping yang baik untuk anaknya adalah peran ayah yang ditunjukkan agar anak-anaknya memiliki keluarga yang lebih baik dari dirinya. Tentunya setiap orang tua berharap anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik dalam segala hal.

4. Peran Ayah sebagai Pendidik
Peran ayah dalam keluarga yang selanjutnya adalah menjadi pendidik keluarga. Dalam surat Luqman ayat 13-19, menyiratkan bahwa seorang ayah memiliki peran sebagai pemimpin sekaligus pendidik bagi anaknya. Dia tidak dapat melepaskan masalah pendidikan anak-anaknya hanya kepada ibu dan sekolahnya. Anak memerlukan ayah dalam perkembangannya, yang tidak dapat digantikan.

Nabi Muhammad SAW: “Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca AlQur’an, karena orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lingkungan singgasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-Nya; mereka beserta para Nabi-Nya dan orang-orang suci,” (At Thabrani).

Menjalankan peran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik atau educator dalam keluarga, ayah adalah guru bagi anak-anaknya, baik di dalam maupun di luar rumah. Cakupan pendidikan yang bisa diberikan pada anaknya begitu luas. Bukan hanya pendidik akademik saja, tetapi juga sosial dan nilai-nilai agama.

Rasulullah telah membuatkan metode yang jelas dalam mencegah kesalahan-kesalahan pada anak serta meluruskan ketimpangan perilakunya.

Orang tua yang berperan sebagai pendidik semestinya menempuh metode yang diberikan Rasulullah dan memilih metode yang paling patut dipakai dalam mendidik dan mengasuh anak ,sehingga para orangtua sampai pada apa yang mereka cita-citakan yaitu mendapatkan anak yang disiplin, beriman dan bertakwa.

Di antara metode Rasulullah dalam mencegah atau mengatasi kesalahan ialah pengarahan langsung. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dari Abu Salamah, ia berkata, “Aku pernah di bawah asuhan Rasul, dan waktu itu tanganku menggamak ke sana-sini di dalam baskom besar, maka Rasul berkata kepadaku,”Wahau anakku, bacalah bismillah kemudian makanlah dengan tangan kananmu, dan makan makanlah yang dekat denganmu,”.

2. 
Pendidikan agama di lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pembentukan kepribadian bagi anak-anak, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga. Proses pembinaan nilai-nilai agama dalam membentuk kepribadian aak-anak dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma’rifatullah. Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya. Selain itu, agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik, juga di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya. 

Jumat, 22 Januari 2021

Selasa, 19 Januari 2021

Senin, 11 Januari 2021

TUGAS MANDIRI 5 - PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL 

  

JAWABAN 

1. Perekonomian terbuka adalah perekonomian yang melibatkan diri dalam perdagangan internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa serta modal dengan negara-negara lain.
Perekonomian tertutup adalah perekonomian yang tidak melibatkan diri dengan perdagangan internasional dan jasa serta modal dari Negara lain. Artinya Negara tersebut berusaha mandiri dan memenuhi kebutuhannya sendiri
Ekonomi terbuka adalah perekonomian di mana terdapat kegiatan ekonomi antara masyarakat domestik dan luar, misalnya orang , termasuk bisnis , dapat perdagangan barang dan jasa dengan orang lain dan bisnis di masyarakat internasional , dan aliran dana sebagai investasi di seberang perbatasan. Perdagangan bisa dalam bentuk pertukaran manajerial, transfer teknologi, segala macam barang dan jasa. Meskipun, ada pengecualian tertentu yang tidak dapat ditukar, seperti, kereta api jasa suatu negara tidak dapat diperdagangkan dengan another.to memanfaatkan layanan ini, suatu negara harus memproduksi sendiri. Hal ini kontras dengan perekonomian tertutup di mana perdagangan internasional dan keuangan tidak dapat berlangsung.
Tindakan menjual barang atau jasa ke luar negeri disebut ekspor . Tindakan membeli barang atau jasa dari negara asing disebut mengimpor . Bersama-sama ekspor dan impor secara kolektif disebut perdagangan internasional .
Ada sejumlah keuntungan bagi warga dari sebuah negara dengan perekonomian terbuka. Satu  keuntungan  utama  adalah  bahwa warga negara konsumen memiliki berbagai jauh lebih besar dari barang dan jasa dari yang untuk memilih. Selain itu, konsumen memiliki kesempatan untuk berinvestasi mereka tabungan luar negeri.
Dalam perekonomian terbuka, pengeluaran suatu negara dalam suatu tahun tertentu tidak perlu sama dengan output barang dan jasa. Sebuah negara dapat menghabiskan lebih banyak uang daripada menghasilkan dengan meminjam dari luar negeri, atau dapat menghabiskan waktu kurang dari menghasilkan dan meminjamkan perbedaan untuk orang asing .
Model dasar
Dalam perekonomian tertutup, seluruh output dijual di dalam negeri, dan pengeluaran dibagi menjadi tiga komponen: konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.

Negara yang menganut sistem ekonomi tertutup: 
1. Venezuela
2. Korea Utara
3. Myanmar 
4. Zimbabwe

Negara yang menganut sistem ekonomi terbuka: 
1. Indonesia
2. Amerika Serikat
3. Malaysia
4. Dst. 

2. Di bidang ekonomi, pengeluaran agregat ( AE ) adalah ukuran pendapatan nasional . [1] Pengeluaran agregat didefinisikan sebagai nilai saat ini dari semua barang jadi dan jasa dalam perekonomian. [2] Dengan demikian, pengeluaran agregat adalah jumlah total dari semua pengeluaran yang dilakukan dalam perekonomian menurut faktor-faktor selama periode waktu tertentu. Ini adalah pengeluaran yang terjadi pada barang-barang konsumsi, investasi yang direncanakan dan pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah dalam perekonomian. Dalam skenario perekonomian terbuka, pengeluaran agregat juga mencakup selisih antara ekspor dan impor.

Pengeluaran agregat didefinisikan sebagai

  •  = Konsumsi Rumah Tangga
  •  = Investasi yang Direncanakan
  •  = Belanja pemerintah
  •  = Ekspor Neto (Ekspor - Impor)

Pengeluaran agregat menyediakan satu cara untuk menghitung jumlah total semua aktivitas ekonomi dalam suatu perekonomian, yang disebut sebagai produk domestik bruto suatu perekonomian. Produk domestik bruto dihitung melalui model pengeluaran agregat , juga dikenal sebagai persilangan Keynesian. AE juga digunakan dalam model permintaan agregat - penawaran agregat yang memajukan model pengeluaran agregat dengan memasukkan perubahan harga.

Permintaan agregat (AD) mengacu pada jumlah total barang yang diminta dalam suatu perekonomian selama suatu periode dan dengan demikian AD ditentukan oleh total pengeluaran yang direncanakan dalam suatu perekonomian untuk tingkat harga tertentu. 

Komponen

Berbagai aliran pemikiran menggunakan berbagai komponen untuk menghasilkan Pengeluaran Agregat. Aliran utama pemikiran ekonomi, yaitu ekonom klasik dan Keynesian, menggunakan komponen berikut:

Konsumsi

Konsumsi adalah konsumsi rumah tangga selama suatu periode waktu tertentu. Konsumsi rumah tangga total dapat dibagi menjadi dua bagian: Konsumsi Otonom dan Konsumsi Induksi. Konsumsi Otonom adalah jumlah konsumsi berapapun jumlah pendapatannya; oleh karena itu, meskipun pendapatan nol, konsumsi otonom adalah konsumsi total. Konsumsi yang diinduksi mengacu pada tingkat konsumsi yang bergantung pada tingkat pendapatan. 

Investasi

Investasi adalah jumlah pengeluaran barang modal. Investasi adalah pengeluaran atas barang-barang yang diharapkan menghasilkan pengembalian atau meningkatkan nilainya sendiri dari waktu ke waktu. Pengeluaran investasi dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, investasi terencana dan investasi tidak terencana. Dalam jangka panjang, jumlah perbedaan dalam investasi yang tidak direncanakan akan sama dengan nol saat perekonomian mendekati ekuilibrium.

Pengeluaran Pemerintah

Model Keynesian menyebarkan keadaan aktif untuk mengontrol dan mengatur perekonomian. Pemerintah dapat melakukan pengeluaran dalam hal infrastruktur, dan dengan demikian meningkatkan total pengeluaran dalam perekonomian seperti yang dianjurkan oleh Keynes. Pembayaran transfer (seperti pensiun dan tunjangan pengangguran) tidak termasuk dalam G karena itu berarti penghitungan ganda.

Ekspor Neto

Dalam perekonomian terbuka, total pengeluaran dalam perekonomian juga termasuk komponen ekspor neto, yaitu total ekspor dikurangi total impor. 

  • Pendapatan (Y)

Pendapatan adalah jumlah dari berbagai komponen pendapatan upah, pendapatan laba, dan pendapatan sewa.


3. 

  Siklus ini menjelaskan bagaimana kegiatan perekonomian dalam suatu negara. Dalam kegiatan ekonomi terjadi aliran-aliran faktor-faktor produksi, pendapatan, barang-barang dan pengeluaran  diantara sektor-sektor yang melakukan kegiatan ekonomi. Dalam hal ini yang terlibat sebagai pelaku ekonomi terdiri atas tiga sektor yaitu Rumah Tangga, Pemerintah dan Perusahaan baik swasta ataupun milik pemerintah.

Pada dasarnya pelaku inti dari kegiatan ekonomi itu sendiri adalah masyarakat dari sektor rumah tangga. Sebagai pemilik faktor-faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal, dan keahlian) mereka akan menawarkan sumber daya yang kemudian oleh pengusaha atau produsen disambut baik untuk menghasilkan barang dan jasa. Produsen akan memberikan pendapatan berupa upah dan gaji untuk tenaga kerja, sewa untuk tanah, bunga untuk modal dan laba atau keuntungan untuk keahlian. Aliran yang terjadi di sini adalah aliran berupa uang.
Kemudian masyarakat yang mendapatkan upah ini akan mengalokasikan pendapatannya dengan membeli hasil penjualan produk barang dan jasa untuk konsumsi. Terjadi aliran berupa uang yang masuk ke produsen dari kegiatan ini. Namun tidak semua masyarakat memilih untuk membelanjakan habis uangnya untuk kegiatan konsumsi. Ada juga mereka yang memilih untuk menggunakan pendapatanya untuk menabung yang dalam hal ini perlu peran lembaga keuangan (bank). Dalam hal ini bank akan menghimpun dana masyarakat dan memberikan bunga sebagai timbal balik kepada masyarakat yang telah menyimpan dananya ke bank.


Produsen tentunya membutuhkan dana yang kemudian bisa diperoleh dari masyarakat yang secara langsung telah membeli barang atau jasa yang mereka hasilkan. Namun bisa juga diperoleh dari investasi yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
Hal inilah yang kemudian melibatkan lembaga keuangan yang juga bisa memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat. Pinjaman tersebutlah yang kemudian bisa digunakan oleh masyarakat untuk berinvestasi yang kemudian bisa dilakukan dengan menanamkan modalnya di perusahaan (produsen) atau bisa juga dengan membeli saham di pasar modal.
Disamping itu semua, pendapatan yang diterima masyarakat ada juga yang harus dilakukan untuk pembayaran pajak. Kemudian dari sinilah muncul peran serta pemerintah untuk membantu kegiatan ekonomi dalam suatu negara agar terhubung antara satu pihak dengan pihak yang lainnya. Pemerintah memperoleh pajak yang dibayarkan oleh masyarakata (pajak individu) dan dari produsen (pajak perusahan). Pajak-pajak yang dikumpulkan inilah yang kemudian dikelola oleh pemerintah dan kemudian dikeluarkan sebagai subsidi yang sasarannya adalah masyarakat itu sendiri. Maka jelaslah bagaimana siklus ini saling berhubungan antara satu dan lainnya.
                Disamping itu peran pemerintah adalah untuk menjalankan kebijakan-kebijakan yang dalam hal ini terdiri atas dua hal yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah menyangkut bagaimana langkah-langkah dan strategi pemerintah dalam mengalokasikan pengeluarannya dan bagaimana sistem pemerintah dalam mengumpulkan pajak yang diperoleh dari masyarakat. Sementara itu untuk kebijakan moneter itu sendiri adalah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan bagaimana langkah-langkah pemerintah untuk mempegaruhi situasi keuangan dalam perekonomian, yang menyangkut masalah suku bunga, operasi-operasi bank dan mengatur jumlah uang uang yang berededar.
                Pemerintah juga berperan dalam membuat peraturan-peraturan yang bertujuan agar kegiatan-kegiatan perekonomian di suatu negara bisa berjalan secara wajar dan tidak merugikan pihak manapun. Contohnya yang berkaitan dengan bagaimana kegitaan pendirian industri, kegiatan ekspor impot, perbaikan lalu lintas, pengembangan perusahaan dan berbagai aspek kegiatan ekonomi lainnya.
Inilah yang dinamakan bagaimana alur atau siklus kegiatan ekonomi  tiga sektor yaitu rumah tangga (masyarakat) , perusahaan (produsen) dan pemerintah. Dimana ketiganya saling berhubungan dan memberikan kontribusi satu sama lainnya. Yang kemudian digambarkan dalam sebuah diagram yang dinamakan sirkulasi aliran pendapatan.

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam