Kamis, 10 Juni 2021

TUGAS MANDIRI 5 ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR (SEMESTER GENAP)KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam

SOAL:
1. Coba deskripsikan pengaruh peradaban terhadap kebudayaan, jelaskan dengan 
berbagai contoh !

Jawaban : 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, peradaban adalah hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa. Peradaban juga bisa dikatakan sebagai kemajuan.

Indonesia mempunyai peradabannya tersendiri. Hal ini menyangkut masalah sosial, budaya, bahkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang ternyata mendapat pengaruh dari beberapa peradaban awal masyarakat dunia. Lalu, apa saja peradaban awal masyarakat dunia yang mempengaruhi peradaban dan kehidupan masyarakat Indonesia?

1. Peradaban Yunani

Peradaban ini biasa kita kenal sebagai peradaban Yunani Kuno. Peradaban ini dimulai dari periode Yunani Arkais pada abad 8-6 SM, lalu berakhir pada Zaman Kuno dan dimulainya Abad Pertengahan Awal yang mencapai puncaknya pada periode Yunani Klasik.

Peradaban ini memberikan pengaruh pada bangunan-bangunan di Indonesia, seperti museum dan gedung-gedung pemerintahan. Selain itu, Indonesia juga menganut paham demokrasi yang dipengaruhi oleh negara-negara polis, seperti Athena yang juga menganut paham yang sama pada masanya.

Peristiwa tukar cincin saat pernikahan di Indonesia juga dipengaruhi oleh peradaban Yunani. 


2. Peradaban Romawi Kuno

Beberapa pengaruh peradaban Romawi terhadap peradaban Indonesia adalah perayaan tahun baru yang di Romawi merupakan upacara penyembahan terhadap Dewa Janus. Dalam Mitologi Romawi, Dewa Janus digambarkan sebagai dewa yang memiliki dua wajah, dan menghadap kedua arah yang berbeda. Yang satu menghadap ke masa silam, dan yang satu lagi menghadap ke masa depan. 

Tak hanya itu, di Indonesia menerapkan hari libur yang jatuh setiap hari minggu yang ternyata dalam masyarakat Romawi digunakan sebagai hari penyembahan Dewa Matahari.

3. Peradaban Mesir/Lembah Sungai Nil

tulisan latin yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari merupakan pengaruh peradaban Mesir oleh bangsa Romawi yang akhirnya diterapkan di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu.

Selain itu, Indonesia juga memperoleh ajaran Islam dari Mesir, yang diketahui dari tulisan Ibnu Batuttah yang menceritakan bahwa raja Samudra Pasai bermazhab Syafii di Mekah, dan memperoleh gelar Al-Malik.

Pembangunan Candi Borobudur juga terinspirasi dari pembangunan piramida di Mesir. Itulah mengapa Candi Borobudur dijadikan salah satu situs keajaiban dunia, karena adanya perpaduan budaya asing dengan budaya asli.

4. Peradaban Sungai Mekhong

Penduduk aliran Sungai Mekhong, yaitu penduduk ras Papua Mongoloid, Austroloid, dan Melanosoid yang bercampur sehingga melahirkan penduduk Melayu dengan kulit sawo matang, yang merupakan sumber peradaban Bacson-Hoabinh.

Kebudayaan pada peradaban tersebut sangat mempengaruhi peradaban masyarakat Indonesia sejak zaman Mesolithikum, yaitu adanya kapak Sumatra pada ras Papua Melanosoid, zaman Neolithikum dengan adanya persebaran kapak persegi oleh ras Melayu Austronesia, dan persebaran kapak lonjong oleh ras Papua Melanesoid.

5. Peradaban Cina/Lembah Sungai Kuning (Hoang Ho)

Dalam perkembangannya, peradaban Cina ditandai dengan berdirinya beberapa dinasti, yaitu Dinasti Hsia, Shang, Chuo, Chin, Han, Sui, Tang, Sung, Mongol, Ming, dan Dinasti Manchu. Beberapa dinasti tersebut berperang penting dalam mempengaruhi peradaban di Indonesia.

Salah satunya adalah ekspedisi maritim yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming yang membawa ajaran Islam dalam ekspedisinya di pulau Jawa dan Sumatra. Selain itu, pengaruh peradaban Cina yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia adalah, masakan Cina, kebudayaan Cina (seperti Barongsai), dan peramalan nasib seseorang dengan membaca garis tangan.

6. Peradaban Lembah Sungai Gangga

Peradaban Sungai Gangga bisa dikatakan sebagai awal mula masyarakat Indonesia mengenal ajaran agama Hindu. Agama Hindu sendiri adalah agama yang dianut oleh Bangsa Arya yang mendukung peradaban satu ini.

Di Indonesia sendiri, agama Hindu sudah menjadi agama yang diakui. Beberapa masyarakat Indonesia yang menganut agama ini pasti mengenal sistem kasta dan menganut Trimurti (tiga dewa) dan menjadikan kitab Weda sebagai kitab sucinya.

Beberapa hal yang dipengaruhi oleh peradaban ini adalah bangunan Masjid Demak, pembakaran dupa, kepercayaan terhadap jimat, cerita pewayangan Mahabrata, dan masih banyak lagi.

7. Peradaban Lembah Sungai Indus

Penduduk asli di masa peradaban ini adalah bangsa Dravida yang juga meninggalkan beberapa benda-benda bersejarah, seperti tembikar, artefak, periuk, perhiasan dari logam, hingga peralatan makan.

Pengaruh peradaban ini pada peradaban masyarakat Indonesia antara lain, upacara adat yang menggunakan menyan, sesaji, perhitungan hari upacara kematian, dan penggunaan bahasa Sansekerta. Selain itu, adanya penggunaan batu nisan dengan ornamen India pada makan raja-raja Islam.

8. Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Trigis (Mesopotamia)

Wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Irak merupakan wilayah Peradaban Mesopotamia Kuno. Peradaban ini adalah peradaban yang sampai sekarang membuat takjub para sejarawan. Peradaban Mesopotamia yang juga merupakan salah satu peradaban tertua di dunia, terletak di wilayah perlembahan antara dua sungai Tigris dan Eufrat.

 Peradaban ini mampu mempengaruhi peradaban masyarakat Indonesia, seperti kepercayaan akan angka keberuntungan atau angka kesialan, dan upacara dalam agama Kristen, seperti prosesi pembaptisan seseorang.

Itulah 8 peradaban kuno dunia yang berpengaruh besar terhadap kehidupan kita saat ini. Hidup ini memang saling terkait satu sama lain, sehingga orisinalitas menjadi luas maknanya.


Selasa, 08 Juni 2021

TUGAS MANDIRI 5 PENGANTAR MANAJEMEN (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam

SOAL:
1. Jelaskan perbedaan dari pengorganisasian dan struktur organisasi ?

2. Jelaskan yang dimaksud dengan bentuk departementalisasi ?

3. Jelaskan bentuk-bentuk dari organisasi ?

4. Jelaskan  diagram yang dimaksud dengan dari perubahan eksternal dan internal ?

5. Menurut kalian pribadi apakah perubahan dari suatu organisasi itu diperlukan untuk mengikuti perkembangan teknologi zaman sekarang ?


Jawaban

1. Perbedaan pengorganisasian dan struktur organisasi

Pengertian organisasi

Organisasi adalah kelompok masyarakat sering mencoba untuk mengatur beberapa subjek tertentu, seperti isu politik. Jadi, bahkan ketika mengorganisir dapat dipandang sebagai definisi sederhana, bisa mendapatkan serumit mengorganisir informasi dunia. 

Pengorganisasian (organizing) adalah tindakan menata ulang elemen berikut satu atau lebih aturan . Dan juga merupakan suatu cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan diantara para anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien (Stoner, 1996). Sedangkan T Hani Handoko (1999) memberikan pengertian pengorganisasian adalah proses penyusunan stuktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupnya.

Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi :

Strategi organisasi pencapaian tujuan.
Perbedaan teknologi yang digunakan untuk  memproduksi output akan membedakan  bentuk struktur organisasi.
Kemampuan dan cara berfikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
Besarnya organisasi dan satuan kerjanya  mempengaruhi struktur organisasi. 

4 aspek utama penyusunan struktur organisasi : 

*Departementalisasi
*Pembagian kerja
*Koordinasi
*Rentang manajemen

Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :

 *Spesialisasi kegiatan
*Koordinasi kegiatan
*Standarisasi kegiatan
*Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
*Ukuran satuan kerja

Beberapa Bentuk struktur organisasi  :

Struktur organisasi lini
Organisasi Garis/ Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya. Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur.

Memiliki ciri-ciri:

*Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
*Jumlah karyawan sedikit
*Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
*Belum terdapat spesialisasi
*Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
*Struktur organisasi sederhana dan stabil
*Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
*Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

*Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando
*Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar
*Proses decesion making berjalan cepat
*Disiplin dan loyalitas tinggi
*Rasa saling pengertian antar anggota tinggi

Kekurangan dari struktur organisasi ini adalah :

Ada tendensi gaya kepernimpinan otokratis
Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat
Tujuan top manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi
Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi
Gambar struktur organisasi Lini :

2. Struktur organisasi lini dan staff

Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya.

Memiliki ciri-ciri:

*Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
*Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
*Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
*Jumlah karyawan banyak
*Organisasi besar, bersifat komplek
*Adanya spesialisasi

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

*Ada pembagian tugas yang jelas
*Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
*Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
*Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place
*Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan
*Kekurangan dari struktur organisasi ini adalah :

Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan
Proses decesion makin berliku-liku
Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage
Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat lainnya

3.  Struktur organisasi fungsional

Organisasi fungsional Yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu.

Memiliki ciri-ciri:

*Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
*Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
*Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
*Target-target jelas dan pasti
*Pengawasan ketat
*Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

*Program tearah, jelas dan cepat
*Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai
*Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat
*Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik
*Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik
*Solidaritas antar anggota yang tinggi
*Moral serta disiplin keija yang tinggi
*Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik
*Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi
*Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
*Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis

Kekurangan dari struktur organisasi ini adalah :

*Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
*Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan
*Insiatif perseorangan sangat dibatasi
*Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu
*Menekankan pada rutinitas tugas – kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
*Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit
*Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi
*Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan.


2.  Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses cara bagaimana kegiatan yang berhasil. Proses mengelompokkan pekerjaan ke dalam unit-unit yang logis.

Secara umum, departementalisasi dapatdibedakan berdasarkan lini pelanggan, produk, proses, geografis, atau fungsional(atau kombinasinya).

1.      Departementalisasi berdasarkan pelanggan
Maksudnya perusahaan akan melakukan pembagian penjualan produk ke pelanggan,biasanya ada yang bagian produk laki-laki ataupun perempuan atau tua dan muda. Contohnya adalah pembagian penjualan produk Rexona ada pembagian untuk produk remaja, laki-laki , perempuan ataupun yang xtra berkeringat. Dengan dilakukannya pembagian ini penjualan akan lebih tepat sasaran dan efisien

Departementalisasi berdasarkan produk

Maksudnya perusahaan akan mengelompokan departemen sesuai dengan kelompok produk yang dihasilkan misalkannya pembagian departeman barang untuk mengurusi produksi produk berupa barang dan departemen jasa untuk menangani produk yang berupa jasa.

Departementalisasi berdasarkan proses 

Maksudnyaa pembagian departemen berdasrkan proses pengkerjaannya, misalnya pada perusahaan meubel dibagi atas divisi untuk pengolahan kayu mentah, divisi pembuatan kursi atau meubel kemudian divisi pengecatan.

Departementalisasi berdasarkan geografis

Maksudnya pembagian departeman berdasarkan lokasi penjualan produk misalnya departemen yang mengawasi di jawa dan Bali, di Kalimantan maupun di Sumatara.


Departementalisasi berdasarkan fungsi

Maksudnya pembagian departemann berdasarkan aktifitas perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, misalnya departemen produksi, departemen penjualan, departemen pemasaran  dan lain-lain.
 

3. Bentuk-bentuk dari organisasi

1. Bentuk Organisasi Garis
Organisasi garis/lini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang, yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan. Seluruh bagian mulai dari pucuk pimpinan sampai dengan yang terendah dihubungkan dengan suatu garis wewenang atau komando.

Di dalam tipe organisasi garis/lini, kekuasaan berjalan secara langsung dari atasan kepada bawahan, langsung dari manajemen/manajer kepada orang-orang/karyawan, sampai setiap orang dalam organisasi tercakup di dalamnya. Suatu perintah datang dari atasan kepada para bawahannya dalam garis langsung.

Setiap kepala bagian/departemen/divisi memiliki tanggung jawab untuk melapor pada bagian atau unit yang berada satu tingkat di atasnya. Bentuk organisasi garis/lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk militer (military organization). Sistem ini merupakan yang paling praktis, hal ini karena tata hubungannya sangat sederhana. Dari Top Manajer sampai dengan bawahan yang paling bawah, segala sesuatunnya berlangsung menurut garis komando biasa, itu artinya tidak ada kompleksitasi didalam sikap pimpinan.

Dalam sistem ini organisasi kantor dibagi ke dalam satuan-satuan yang bulat pada tingkat jenjang yang dibutuhkan. Kekuasaan serta tanggung jawab mengalir dalam suatu garis lurus dari bagian puncak ke bagian terbawah dengan mengemban tanggung jawab yang paling besar (top manajer), dan makin berkurang atau mengecil pada tingkat manajemen yang yang lebih rendah (pekerja).

Masing-masing kepala satuan organisasi memegang sebuah wewenang bulat dan memikul tanggung jawab tentang segala hal yang termasuk ke dalam bidang kerja satuannya. Seluruh pegawai menerima perintah dan juga instruksi langsung dari pimpinan satuan dan mereka hanya bertanggung jawab kepadanya saja, arus wewenang serta tanggung jawab berjalan melalui saluran yang tunggal secara lurus dan vertikal, sehingga strukturnya sangat sederhana. Dalam sistem seperti ini tentu saja pucuk pimpinan dan kepala-kepala bagian harus sangat cakap, tangkas serta ahli dalam segala bidang urusan termasuk di dalam bidang pekerjaannya.

2. Bentuk organisasi Fungsional

 pada umumnya disusun berdasarkan sifat serta macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan. Pada tipe organisasi fungsional, masalah pembagian kerja (spsialisasi) benar-benar akan diperhatikan. Pembagian kerja akan didasarkan pada spesifikasi, sehingga setiap pejabat hanya akan mengerjakan suatu tugas tertentu saja. Pimpinan tertinggi akan mendelegasikan wewenangnya kepada pimpinan-pimpinan yang ada dibawahnya, lalu kemudian sesuai dengan spesialisasinya diteruskan kepada para pelaksana. Para bawahan atau pelaksana akan memperoleh perintah dari beberapa atasan yang masing-masing menguasai suatu keahlian khusus serta bertanggung jawab sepenuhnya atas bidang masing-masing.

3. Organisasi Garis dan Staff

Di dalam bentuk organisasi garis dan staf, asas kesatuan komando tetap ada. Wewenang akan dilimpahkan secara vertikal dari pimpinan tertinggi sampai ke pada unit yang paling bawah. Para staff hanya bertugas untuk memberikan bantuan, saran-saran serta pelayanan kepada pimpinan dalam mengambil keputusan ataupun kebijakan. Digunakan atau tidaknya saran dari staff sangat tergantung pada keputusan pimpinan sendiri. Dibutuhkan tenaga staff karena pada organisasi yang besar, pimpinan tidak mungkin bisa menguasai pekerjaan yang sangat luas, pimpinan membutuhkan tenaga khusus sebagai penasehat ahli dalam bidang perkantoran.

4. Organisasi Fungsional dan Staff

adalah organisasi yang merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari dua bentuk organisasinya.


     4. Diagram perubahan eksternal dan internal yaitu: 

        





5.   Kekuatan-kekuatan perubahan Eksternal 

      Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variabel eksternal, seperti sistem politik, ekonomi, teknologi, pasar dan nilai-nilai. Beberapa tipe khusus eksternal penyebab perubahan dapat dijabarkan berikut, kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai sember daya alam, keamanan karyawan dan peraturan-peraturan anti polusi, boikot pelanggan, tingkat pendidikan yang lebih tinggi dalam pasar tenaga kerja, tingkat bunga yang tinggi adalah beberapa contoh faktor-faktor  lingkungan yang merubah kehidupan orang baik, sebagai karyawan maupun langganan dalam tahun-tahun terakhir ini.  Berbagai Kekuatan eksternal, dari kemajuan teknologi sampai kegiatan-kegiatan persaingan dan perubahan pola kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metode operasinya.
   

       Kekuatan-kekuatan perubahan internal

      Tekanan-tekanan untuk perubahan juga datang dari dalam organisasi. Kekuatan-kekuatan perubahan internal ini merupakan hasil dari faktor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijakan manajerial dan teknologi baru, sikap dan perilaku para karyawan.

      Sebagai contoh, keputusan menejer  puncak untuk mengganti tujuan dari pertumbuhan jangka panjang menjadi pencapaian laba jangka  panjang pendek akan mempengaruhi berbagai  tujuan banyak departemen bahkan mungkin memerlukan reorganisasi. 

      Kekuatan-kekuatan eksternal dan internal perubahan adalah sering saling berhubungan. Hubungan ini terutama merupakan hasil  perubahan-perubahan dalam nilai-nilai dan sikap-sikap yang mempengaruhi orang dalam sistem. Orang-orang dengan berbagai sikap baru memasuki organisasi dan menyebabkan perubahan dari alam.  Sebagai contoh, banyak perubahan-perubajan seperti program-program perluasan kerja, dan kecenderungan menuju partisipasi bawahan yang lebih besar dan pembuatan keputusan, kesamaan perlakuan terhadap tenaga kerja wanita, keamanan kerja wanita, keamanan kerja, kesempatan jabatan yang sama dan perhatian terhadap polusi, menunjukkan tanggapan-tanggapan pada perubahan-perubahan sikap orang-orang  terhadap wewenang dan pengharapan akan kepuasan kerja.
.


        perubahan dari suatu organisasi itu di perlukan untuk mengikuti perkembangan teknologi zaman sekarang karena perkembangan teknologi sangat dibutuhkan untuk perkembangan organisasi. Jadi, organisasi berkembang juga karena teknologi. Apalagi yang sekarang ini organisasi perlu mengikuti perkembangan teknologi zaman sekarang karena supaya organisasi tersebut dapat maju dan berkembang terus menerus. Atau perubahan suatu organisasi dapat terwujud dengan perkembangan teknologi.

TUGAS MANDIRI 5 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SEMESTER GENAP)- KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama :Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

SOAL:
1. Jelaskan unsur pengendalian intern yang dilakukan perusahaan dalam Sistem Akuntansi 
Penerimaan Kas!
2. Jelaskan jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penerimaan kas!
3. Jelaskan fungsi bukti kas keluar dalam system pengeluaran kas! 
4. Jelaskan tanggung jawab fungsi kas dalam sistem pengeluaran kas!
5. Sebutkan unsur-unsur pengendalian akuntansi terhadap kas yang bersangkutan dengan praktik 
yang sehat.
6. Sebutkan fungsi fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas dan tanggung jawabnya 
masing-masing.

Jawaban : 

1. 

Pengendalian Internal Terhadap Kas

Akuntansi terhadap kas secara spesifik berperan dalam hal penyediaan informasi yang dibutuhkan manajemen terkait kas. Akuntansi terhadap kas ini diarahkan dalam dua hal yakni administratif dan kontrol akuntansi. Hal ini sendiri terdiri atas penyediaan kas yang cukup untuk operasional harian perusahaan, menghindari kas yang menganggur, serta mencegah kerugian akibat penyalahgunaan kas.

Berdasarkan keterangan di atas, maka jelas bahwa kas harus bisa dikendalikan melalui suatu pengendalian internal yang tepat. Pengendalian internal terhadap kas sendiri dilakukan untuk beberapa tujuan berikut.

  1. Mencegah terjadinya pemborosan, penyelewengan, dan ketidakefisienan kas yang dimiliki perusahaan.

  2. Menjamin ketelitian dan kepercayaan atas keberadaan data akuntansi yang dihasilkan.

  3. Mendorong efisiensi operasional perusahaan.

  4. Dipatuhinya kebijakan manajemen terkait kas.

Namun perlu diingat bahwa pengendalian internal tidak dirancang agar bisa mendeteksi kesalahan. Pengendalian internal akan kas lebih ditujukan untuk melakukan usaha-usaha pencegahan dan meminimalisasi terjadinya penyalahgunaan atau kesalahan.

Cara Pengendalian Internal Terhadap Kas

Dalam rangka mencapai tujuan pengendalian internal, maka diperlukan upaya pemisahan fungsi operasi, pencatatan, dan penyimpanan dari masing-masing bidang aktivitas perusahaan. Berhubungan terhadap kas, maka pemisahan ini dilakukan antara pengelolaan fisik uang, seperti menerima uang, mengeluarkan uang, dan menyimpan uang, dengan pengelolaan administratifnya. Pemisahan ini bersifat mutlak agar setiap kegiatan masuk, keluar, dan simpan kas bisa tercatat rapi. 


Dalam penerimaan uang, maka pengendalian internalnya bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Memisahkan fungsi-fungsi dalam penerimaan kas. 

  2. Ketika ada penerimaan kas, maka harus segera dicatat serta disetorkan ke bank.

  3. Memisahkan fungsi antara fungsi pengurusan kas dengan fungsi pencatatan kas.

  4. Mengawasi dengan ketat akan fungsi penerimaan dan pencatatan kas.

  5. Membuat laporan kas secara rutin yaitu setiap hari.

2. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut:
1.Prosedur Order Penjualan,dalam prosedur ini penjualan menerima order dari pembeli dan membuat faktur penjualan tunai untuk memungkinkan pembali melakukan pembayaran harga barang ke fungsi kas dan untuk memungkinkan fungsi gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan barang yang akan diserahkan kepada pembeli.
2. Prosedur Penerimaan Kas,dalam prosedur ini fungsi kas menerima pembayaran harga barang dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran kepada pembali untuk memungkinkan pembeli tersebut melakukan pengambilan barang yang dibeli dari fungsi pengiriman.
3. Prosedur Penyerahan Barang,dalam prosedur ini fungsi pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.
4. Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai,dalam prosedur ini fungsi akuntansi melakukan pencatatan transaksi penjualan tunai dalam jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas.
5. Prosedur Penyetoran Kas ke Bank,dalam prosedur ini fungsi kas menyetorkan kas yang ditrima dari penjualan tunai ke bank dalam jumlah penuh.
6. Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas,dalam prosedur ini fungsi akuntansi mencatat penerimaan kas kedalam jurnal penerimaan kas berdasar bukti setor bank yang diterima dari bank melalui fungsi kas.
7. Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan,dalam prosedur ini fungsi akuntansi membuat rekapitulasi harga pokok penjualan berdasarkan data yang dicatat dalam kartu persediaan.

3. Pengertian Bukti Kas Keluar

Bukti kas keluar adalah salah satu bukti yang digunakan sebagai pencatatan atas seluruh transaksi yang erat kaitannya dengan bukti pengeluaran kas perusahaan. Untuk seluruh transaksi pengeluaran kas yang ada dalam perusahaan, baik dikeluarkan untuk pihak yang berada di luar perusahaan maupun dari dalam perusahaan, semuanya akan tercatat dalam bukti kas keluar.

Di dalam bukti transaksi perusahaan ini terdapat dokumen pencatatan yang nantinya akan menunjukan informasi seputar pengeluaran sejumlah dana dari bagai finansial. Umumnya, biaya yang dikeluarkan akan digunakan untuk berbelanja seluruh perlengkapan perusahaan, seperti alat printer, laptop, mesin foto copy, dll.

Sebagai bukti, kas keluar harus memiliki informasi terkait keterangan perusahaan, tanggal diadakannya pengeluaran kas, keterangan nama barang ataupun jasa, serta jumlah uang kasa yang sebelumnya dikeluarkan. Nantinya, dokumen ini harus ditanda tangani oleh bagian finansial atau akuntan perusahaan, seperti persetujuan dari direktur keuangan perusahaan, manajer keuangan, kasir, dan bagian keuangan lain.

Keunggulan dari adanya bukti kas keluar yaitu sebagai bukti pendukung dalam menyusun suatu laporan keuangan perusahaan, khususnya dalam akun kas kecil.

Bahkan hal ini bisa menjadi bukti bahwa pihak perusahaan telah membeli ataupun membelanjakan dananya untuk suatu barang atau jasa dengan nominal harga yang sudah disebutkan, selain itu berguna juga sebagai informasi bahwa sebenarnya perusahaan telah memiliki barang tersebut.

Fungsi Bukti Kas Keluar

Fungsi bukti kas keluar ini pada umumnya akan digunakan oleh pihak perusahaan sebagai bukti pendukung dalam melakukan kegiatan pencatatan transaksi dan juga dalam menyajikan suatu laporan keuangan. Selain itu, manfaat lainnya adalah sebagai berikut:

  • Bukti pembelian barang atau jasa yang dilakukan secara tunai.
  • sebagai bukti melakukan pembayaran utang pada pihak supplier.
  • Sebagai informasi pengambilan drive oleh pihak pemilik.
  • Sebagai informasi terkait pembayaran dividen untuk pihak perusahaan.
  • Bermanfaat untuk melakukan pembayaran angsuran pinjaman pada pihak bank.
  • Sebagai bukti pembelian aset tetap yang dilakukan secara tunai.
  • Sebagai bukti retur pembelian yang dilakukan tunai.
  • Sebagai informasi pembayaran gaji pada pihak karyawan.
  • Sebagai informasi atas neraca saldo yang seimbang.
  • Sebagai informasi pembayaran macam-macam beban.
  • Untuk melakukan pengisian kembali dana kas kecil.
4. Fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi pengeluaran kas adalah :

(1) Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas
Fungsi ini biasanya mengajukam cek kepada fungsi akuntansi (bagian utang) jika memerlukan pengeluaran kas untuk suatu kepentingan perusahaan. Permintaan cek ini harus mendapatkan persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan. Jika perusahaan menggunakan voucher payable system maka bagian utang membuat bukti kas keluar untuk memungkinkan bagian kasa mengisi cek sejumlah permintaan yang diajukan oleh fungsi yang memerlukan pengeluaran kas.

(2) Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisis cek, memintakan otorisasi cek dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan secara langsung kepada kreditur atau melakukan pemindahbukuan melalui jasa perbankan.
(3) Fungsi Akuntansi

Fungsi ini bertanggung jawab atas (a) pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan sediaan, pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek, dan pembuatan BKK yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokuemen tersebut.

(4) Fungsi Pemeriksa Intern
Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan penghitungan kas secara periodik dan mencocokkan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi. Selain itu, fungsi ini juga melakukan pemeriksaan secara mendadak terhadap saldo kas yang ada di tangan dan membuat rekonsiliasi secara periodik.

5. Unsur-unsur sistem pengendalian intern terdiri dari:
  1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas.
  2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberi  perlindungan terhadap unsur unsur laporan keuangan yang terdiri dari Aktiva, Utang, Pendapatan, dan Biaya.
  3. Praktik yang sehat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi setiap unit.
  4. Karyawan bermutu sesuai dengan tanggung jawabnya.
6. Fungsi yang terkait dalam system akuntansi pengeluaran kas  adalah:
  • Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi ini mengajukan permintaan cek kepada fungsi akuntansi (bagian utang). Setelah mendapatkan persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan.Jika perusahaan menggunakan voucher payable system bagian utang kemudian membuat bukti kas keluar (voucher) untuk memungkinkan bagian kasa mengisi cek sejumlah permintaan yang diajukan oleh fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

  • Fungsi kas

Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.

  • Fungsi akuntansi

Fungsi ini bertanggung jawab atas :

  1. Pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.
  2. Pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek
  3. Pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
  4. Melakukan verifikasi kelengkapan dan kesahihan dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar
  • Fungsi pemeriksaan intern

Fungsi ini bertanggung jawab untuk :

  1. Melakukan penghitungan kas secara periodic dan mencocokan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi (rekening kas dalam buku besar)
  2. Melakukan pemeriksaan secara mendadak terhadap saldo kas yang ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodic.

Rabu, 02 Juni 2021

TUGAS MANDIRI 4 KALKULUS (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga 
Jurusan: Sistem informasi
Kelas : Malam 

TUGAS MANDIRI 4 BAHASA INGGRIS (SEMESTER GENAP) - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan :Sistem Informasi
Kelas : Malam 


A. Are the sentences written in Active or Passive voice?

1. Andi is studied in ITB Indonesia..

2. They read novels with the horror genre

3. The smartphone was manufactured by china.

4. His wallet was fallen.

5. Bimo likes to eat banana.



B. Rewrite the sentences in Active voice.

A. The telephone was invented by Alexander Graham Bell.

B. The ring was founded by Agung and Sherly.

C. Football is played by the boy.

D. The exercise is completed by the teacher.

E. the floor is cleaned by Arjuna.



C. Make correct passive phrases. Mind the tenses in brackets.

1. Noodles / to make (Simple Present)

2. books / to write (Simple Past)

3. volleyball / to play (Simple Past)

4. English / to speak (Simple Present)

5. breads / to eat (Simple Present)



ANSWERE:

A. 1. Active voice

     2. Active voice

     3. Passive voice

     4. Passive voice

     5. Active voice



B. 1. Alexander Graham Bell invented the telephone.

     2. Agung and sherly found the ring.

     3. The boy plays football.

     4. The teacher completes the exercise.

     5. Aisyah cleans the floor.



C. 1. Noodles are made by mother.

     2. Books were written by Ahmad.

     3. Voleyball was played by Budi.

     4. English is spoken by millions of people.

     5. Breads are eaten by my family

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam