Rabu, 10 Februari 2021

TUGAS MANDIRI 6- PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi. 
Kelas : Malam 

Buatlah ringkasan dari pertemuan 8 - 13 dari slide yg sudah di ajarkan  atau di berikan ke dalam blog masing - masing ! 

Jawaban. 

MERINGKAS PERTEMUAN 8 - 13 

PERTEMUAN 8
Masalah Utama Perekonomian

- Masalah pertumbuhan ekonomi

- Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi

- Masalah prngangguran

- Masalah kenaikan harga ( Inflasi )

- Masalah neraca pembayaran dan neraca perdagangan

Pertumbuhan ekonomi yaitu perkembangan kehgiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang jasa yang diproduksikan bertambah.

Pendapatan nasional potensi yaitu tingkat pendapatan nasional yang dicapai apabila tenaga kerja sepeniuhnya digunakan.

Konjungtur / siklus kegiatan perusahaan yaitu pergerakan naik turun kegiatan perusahaan - perusahaan didalam jangka panjang.

Pengangguran yaitu suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Inflasi yaitu suatu proses kenaikan harga - harga yang berlaku dalam perekonomian. 

Faktor penyebab inflasi :

- Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Contoh : Minyak tanah yang ditimbun

 - Pekerja yang menuntut kenaikan upah 

Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain. Dalam satu tahun tertentu.

 Ada 2 Neraca penting dalam Neraca Pembayaran,yaitu :

- Neraca Perdagangan => perimbangan diantara ekspor dan impor

- Neraca Keseluruhan => perimbangan diantara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri dan keseluruhan aliran penerimaan dari luar negeri

Pendapatan Nasional / Produk Nasional yaitu istilah yang menerangkan tentang nilai barang - barang dan jasa - jasa yang diproduksikan sesuatu negara dalam suatu satu tahun tertentu.

Dua pengertian Pendapatan Nasional , yaitu :

- Produk Domestik Bruto (PDB)

- Produk Nasional Bruto (PNB) 

Kebijakan Makro Ekonomi

Kebijakan Fiskal yaitu kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan Fiskal Pemerintah Mengendalikan Penerimaan (Tax) & Pengeluaran (Government Expenditure).

Kebijakan Moneter yaitu upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Melalui kebijakan ini, pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

Kebijakan lain, misalnya mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan, mendorong efisiensi, mengembang infrastruktur, peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif.

Tujuan Kebijakan makro ekonomi adalah menstabilkan kegiatan ekonomi, mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi, menghindari inflasi, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh, mewujudkan kekukuhan neraca pembayaran dan kurs valuta asing.

 

 PERTEMUAN 9
Keseimbangan Perekonomian 2 sektor (yang artinya ada dua sector sebagai pembentuk keseimbangan pendapatan nasional suatu perekonomian)

Y = C + I

C = Konsumsi masyarakat

I = Investasi

Keseimbangan Perekonomian 3 Sektor (yang artinya ada 3 sektor sebagai pembentuk keseimbangan pendapatan nasional suatu perekonomian)

Y = C + I + G

C = Konsumsi masyarakat

I = Investasi

G = Pengeluaran pemerintah


Consumption merupakan belanja/pengeluaran individu terhadap Barang & Jasa.

Konsumsi bisa dikategorikan ke dalam 3 kelompok:

1. Durable Goods, e.g: Mobil, kendaraan dst

2. Non-Durable Goods, e.g : Makanan,pakaian dst

3. Jasa/Services, e.g : Pelayanan Kesehatan


Ada pola umum pengeluaran Rumah Tangga:

1. Keluarga Miskin menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk barang2 kebutuhan pokok.

2. Pengeluaran untuk makanan akan menurun seiring dengan bertambahnya pendapatan digantikan dgn pengeluaran untuk pakaian, rekreasi & kendaraan

3. Penambahan pengeluaran untuk kebutuhan sekunder & tersier bertambah melebihi proporsi pertambahan pendapatan/income.

4. Saving/tabungan meningkat sangat cepat seiring dengan semakin besarnya pendapatan seseorang.

Investasi adalah setiap pengeluaran yg dilakukan oleh bisnis /dunia usaha untuk membeli barang tahan lama yg bisa digunakan sebagai alat/sarana peningkatan produksi.

Investasi terdiri dari setiap tambahan atas stok nasional yg terdiri dari :

- Gedung

- Peralatan,

- Mesin,

- Perangkat lunak dan juga inventories dalam jangka waktu tertentu

Salah satu unsur GDP yg berasal dari belanja atau konsumsi pemerintah. Secara umum Pemerintah (Government) adalah konsumen terbesar dalam perekonomian setiap tahunnya.

Government Expenditure terdiri dari seluruh pembayaran gaji Pegawai Negeri, belanja peralatan militer, pengeluaran utk barang publik (jalan, gedung sekolah, RS).

Income – pajak = disposable income

Disposable Income adalah pendapatan yang siap dibelanjakan yang digunakan untuk membeli semua kebutuhan rumah tangga

Jika RumahTangga tersebut tidak membelanjakan seluruh disposable income nya maka bagian yg tidak digunakan untuk konsumsi itulah yg digunakan untuk menabung (saving)

Saving (tabungan) = Disp. Income – Consumption

Saving = Income – (Tax + Consumption)

NI (National Income) adalah keseluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu yang dinyatakan dengan satuan uang

GNP (Gross National Product) atau PNB adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode terntentu yang diukur dengan satuan uang, di mana penghasil barang dan jasa tersebut adalah penduduk/Warga negara di dalam negeri di tambah penduduk/warga negara tersebut di luar negeri

GDP (Gross Domestic product) atau PDB dihitung dengan cara menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan di dalam negeri ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan

PERTEMUAN 10
Perekonomian dua sektor yaitu interaksi antar pelaku ekonomi dengan asumsi bahwa dalam perekonomian tersebut hanya ada dua pelaku ekonomi, yaitu: sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.

Hubungan Antara Konsumsi & Pendapatan

• Pada pendapatan yang rendah, rumah tangga akan mengambil tabungan

• Kenaikan pendapatan akan menaikkan pengeluaran konsumsi

• Pada pendapatan yang tinggi, rumah tangga akan menabung

• Pendapatan sektor rumah tangga sama dengan pengeluaran konsumsi,

atau: Y (pendapatan) = C (konsumsi)

Perekonomian dua sektor yang modern yaitu pendapatan yang diperoleh sektor rumah tangga yang digunakan sebagian untuk pengeluaran konsumsi dan sebagian untuk pengeluaran tabungan.

Pendapatan sektor rumah tangga sama dengan pengeluaran konsumsi ditambah tabungan, atau:

Y (pendapatan) = C (konsumsi) + S (tabungan)

Pengalokasian sebagian pendapatan untuk pengeluaran tabungan dapat dilakukan dengan cara:

1. Menyimpan uang tunai di rumah → opportunity cost of holding money

2. Lembaga keuangan

Lembaga keuangan yaitu lembaga yang menghubungkan antarpelaku ekonomi sektor rumah tangga dan perusahaan dalam melakukan interaksi ekonomi.

Sektor rumah tangga yaitu kebutuhan sektor rumah tangga untuk mengalokasikan sebagian pendapatan untuk ditabung di lembaga keuangan

Sektor perusahaan yaitu membutuhkan dana dari lembaga keuangan untuk membiayai kegiatan investasi perusahaan.

Kecondongan Mengkonsumsi & Menabung yaitu :

• Kecondongan Mengkonsumsi Marginal (MPC)

• Kecondongan Mengkonsumsi Rata-rata (APC)

• Kecondongan Menabung Marginal (MPS)

• Kecondongan Menabung Rata-rata (APS)

Fungsi Konsumsi Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasiona.

C = a + b Y

Keterangan :

a = Konsumsi rumah tangga ketika Pendapatan nasional adalah 0

b = kecondongan mengkonsumsi marginal

C = Tingkat konsumsi

Y = Pendapatan Nasional

Fungsi Tabungan Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional

S = - a + (1 – b) Y

Keterangan :

a = Konsumsi rumah tangga ketika Pendapatan nasional adalah 0

b = Kecondongan Mengkonsumsi Marginal

C = Tingkat Konsumsi

Y = Pendapatan Nasional

Investasi yaitu pengeluaran perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa dalam perekonomian

 

PERTEMUAN 11
Sistem ekonomi terbuka adalah sistem yang memberikan kesempatan bagi warga negaranya untuk berinteraksi dalam bidang ekonomi dengan negara lain.

Hubungan Ekonomi Antar Bangsa

1. Perdagangan Internasional

• Meningkatkan standar hidup dengang berspesialisasi pada produk yang mempunyai keunggulan komparatif

• Mengekspor barang dan jasa yang secara relatif efisien

• Mengimpor barang dan jasa yang secara relatif tidak efisien

2. Keuangan Internasional

Sistem keuangan internasional berperan sebagai “lubricant/perantara” yang memfasilitasi pertukaran (via pembelian & penjualan)

▪ Komoditi untuk mendapatkan mata uang asing

▪ Suatu mata uang dengan mata uang lainnya.

Perekonomian tertutup adalah perekonomian yang tidak berinteraksi dengan perekonomian lain di dunia→Tidak ada ekspor, impor dan arus modal.

Perekonomian Terbuka adalah perekonomian yang berinteraksi secara bebas dengan perekonomian lain di dunia.

Beberapa Komponen Pengeluaran Agregat yaitu :

- Pengeluaran konsumsi rumah tangga ke atas barang-barang yang dihasilkan di dalam negeri (Cdn)

- Investasi perusahaan (I) untuk menambah kapasitas sektor perusahaan menghasilkan barang dan jasa

- Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh di dalam negeri (G).

- Ekspor, yaitu pembelian negara lain ke atas barang buatan perusahaan-perusahaan di dalam negeri (X)

- Barang impor, yaitu barang yang sudah dibeli dari luar negeri (M).

Rumus Pengeluaran Agregat:

AE = Cdn + I +G + X + M

Beberapa factor penentu ekspor yaitu :

- Barang-barang yang dibutuhkan negara lain karena tidak dapat diproduksi negara tersebut atau produksinya tidak dapat memenuhi kebutuhan di negara tersebut.

- Kemampuan suatu negara untuk mengeluarkan barang-barang yang dapat bersaing di pasaran luar negeri.

- Cita rasa masyarakat luar negeri terhadap barang yang diekspor.

Beberapa factor penentu impor yaitu :

- Dalam sirkulasi aliran pendapatan, diasumsikan barang-barang diimpor oleh rumah tangga. Walau dalam praktiknya, barang-barang tidak hanya diimpor rumah tangga, tetapi juga pemerintah dan perusahaan. Sehingga fungsi impor berhubungan dengan pendapatan nasional.

- Semakin tinggi pendapatan nasional suatu negara, maka semakin tinggi pula impornya. Persamaan fungsi impor : M = m Y, dimana m merupakan tingkat perubahan impor akibat perubahan pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional.

 

PERTEMUAN 12
Transaction Equation atau Transaction Velocity ApproachIni merupakan penyempurnaan daripada teori yang sebelumnya dilakukan oleh Irving Fisher. Ia menyatakan bahwa yang menentukan nilai uang ada 3 faktor yaitu:

– Jumlah uang beredar (M)

– Cepatnya peredaran uang (V)

– Jumlah barang yang diperdagangkan atau volume barang yang diperdagangkan (T)

Rumus Fisher, Transaction Equation adalah:

 

MV = PT atau P = MV/T


Persamaan MV = PT menyatakan bahwa jumlah total uang yang dikeluarkan oleh pembeli sama dengan jumlah total uang yang diterima oleh penjual. Saat ini, yang dimaksud dengan M adalah uang giral ditambah dengan uang kartal. Seperti diketahui bahwa kaum klasik beranggapan:

1. Uang hanya untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga

2. Dalam jangka pendek Velocity of Money adalah tetap

3. Barang-barang dan jasa-jasa jumlahnya tetap karena perekonomian dianggap sudah mencapai full employment

Variasi lain daripada teori kuantitas uang adalah income flow equation of exchange yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:

 

MVy =PyTy atau Py= MVy/Ty

 

– M = Jumlah uang beredar

– Vy = Income velocity dari uang

– Py = Harga rata-rata semua barang dan jasa yang tercakup dalam Ty

– Ty = Volume barang jadi (barang akhir) dan jasa yang diperdagangkan

Cambridge Equation mengenal dua versi, yaitu:

– Cash balance Equation: M=k.PT

– Income Version: M=k.PQ=kY

Kesimpulan :

- Adanya tambahan JUB akan dibelanjakan semua tanpa dipikirkan kemungkinannya untuk ditabung.

- Velocity of money (V) dan volume transaksi (T) dianggap tetap dan hanya dipengaruhi oleh faktor- faktor non moneter (faktor kelembagaan).

- Tambahan JUB tidak akan mempengaruhi sector riel (classical dichotomy).

- Tingkat harga umum akan selalu berubah mengikuti JUB.


 PERTEMUAN 13
Permintaan agregat (aggregate demand, AD) adalah hubungan antara jumlah output yang diminta dan tingkat harga agregat atau kurva permintaan agregat menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat harga.

Penawaran agregat (aggregate supply, AS) adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga.

Analisis AD-AS merupakan model penentuan kesimbangan dengan menggunakan pemisahan harga berubah.

Kurva AD (Agregat Demand) adalah suatu fungsi (atau kurva) yang menggambarkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah pengeluaran agregat yang akan dilakukan dalam perekonomian.

Sifat kurva AD dipengaruhi oleh faktor:

- Tingkat harga dan pengeluaran rumah tangga

- Tingkat harga, suku bunga dan investasi

- Tingkat harga, ekspor dan impor

Kurva AS (Agregat Supply) adalah suatu kurva yang menggambarkan pendapatan nasional (nilai barang & jasa) yang akan diproduksikan sektor perusahaan pada berbagai tingkat harga.

Faktor” yang Mempengaruhi Bentuk Kurva AS yaitu :

- Dua penyebab dari bentuk kurva AS yang melengkung ke atas

- Ciri-ciri fungsi produksi

- Ciri-ciri pasaran tenaga kerja

- Efek Hukum hasil tambahan yang semakin berkurang Dalam jangka pendek fungsi produksi dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut: Q = f(L)

Keseimbangan AD-AS (Keseimbangan makroekonomi) artinya:

- Dalam analisis AD-AS telah memasukkan unsur perubahan harga dalam analsis keseimbangannya.

- Perpotongan dititik E berarti permintaan agregat adalah sama dengan penawaran agregat pada pendapatan nasional riil sebanyak YE dan tingkat harga.

- Titik E merupakan keseimbangan yang akan dicapai dalam perekonomian karena perusahaan tidak akan menambah atau mengurangi output yang diproduksi.

TUGAS MANDIRI 6- TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama : MUTIARANI SINAGA 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

A. TEORI MOTIVASI (PERTEMUAN KE-8)

Motivasi di tempat kerja • Teori klasik • Teori perilaku • Teori motivasi kontemporer

1. Teori Klasik

Pekerja hanya termotivasi semata- mata karena uang.

2. Teori Perilaku Gejala Hawthorne :Kecenderungan meningkatnya produktivitas apabila para pekerja yakin mereka menerima perhatian khusus dari manajemen.

3. Teori motivasi kontemporer

- Teori X Orang-orang sesungguhnya malas dan tidak mau bekerja sama.

- Teori Y Orang-orang sesungguhnya energik, berorientasi kepada perkembangan, memotivasi diri sendiri, dan tertarik untuk menjadi produktif.

- Hirarkhi Kebutuhan Maslow

Self,Actualization,needs,Esteem needs,Security needs,Social needs,Physiological, needs.

- Teori Motivasi Dua Faktor

1. Motivation Factors •Pencapaian •Penghargaan •Pekerjaan itu sendiri •Tanggungjawab •Kemajuan dan pertumbuhan

2. Hygiene Factors •Penyelia •Kondisi kerja •Hubungan interpersonal •Upah dan keamanan •Kebijakan dan administrasi


4.Expectancy Theory

Orang-orang termotivasi bekerja untuk mendapatkan reward yang mereka inginkan dan yang mereka percaya bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk meraihnya.

5. Equity Theory Orang-orang mengevaluasi perlakuan majikan terhadap mereka dibandingkan dengan perlakuan majikan tersebut terhadap orang-orang lain.


Strategi meningkatkan kepuasan kerja dan moral


• Teori reinforcement dan modifikasi perilaku, Perilaku dapat didorong atau dikurangi dengan cara memberikan secara berturut- turut, reward dan punishment.

• Management by objectives,Serangkaian prosedur yang mencakup manajer dan bawahannya dalam menetapkan tujuan dan mengevaluasi kemajuan.

• Manajemen Partisipatip dan pemberdayaan, Metoda meningkatkan kepuasan kerja dengan cara memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memberi suara dalam manajemen pekerjaannya.

• Pengayaan pekerjaan dan desain ulang pekerjaan,

• Memodifikasi jadwal kerja


Kepemimpinan

Proses memotivasi orang lain untuk berusaha memenuhi tujuan-tujuan tertentu.


B.(PERTEMUAN KE-9)

PENGERTIAN MOTIVASI

Motivasi berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan.Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya.

TUJUAN MOTIVASI Tujuan motivasi menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:146) adalah sebagai berikut:  Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.  Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.  Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan.  Meningkatkan kedisiplinan karyawan.  Mengefektifkan pengadaan karyawan.  Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.  Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan.  Meningkatkan kesejahteraan karyawan.  Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas- tugasnya.  Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.


ELEMEN PENGGERAK MOTIVASI

Motivasi seseorang menurut Sagir (1985: 97-99) biasanya meliputi hal – hal berikut.

 Kinerja (Achievement)

 Penghargaan (Recognition)

 Tantangan (Challege)

 Tanggung Jawab (Responsibility)

 Pengembangan (Development)

 Keterlibatan (Involvement)

 Kesempatan (Opportunity)


TEORI MOTIVASI

 Teori Hierarki Kebutuhan Menurut Abraham H.

Maslow

 Teori dua faktor menurut Frederick Herzberg

 Teori Kebutuhan Menurut David C. McClelland)

 Teori Harapan (Expectancy Theory)

 Teori Keadilan (Equity Theory)

 Teori Peguatan(Reinforcement Theory)

 Dll


C. PERILAKU KELOMPOK (PERTEMUAN KE-10)

Kelompok

kelompok dapat didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling bergantung, bergabung untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Robbins, 2008).

Teori Pembentukan Kelompok :

1. Teori Kedekatan (Propinquity Theory)

Teori ini menyatakan bahwa seseorang behubungan dengan orang lain dikarenakan adanya kedekatan ruang dan daerahnya (Spatial and Geographical Proximity).

2. Teori Komprehensif (Comprehensive Theory)

Menurut teori ini terbentuknya kelompok didasarkan pada aktivitas,interaksi-interaksi, dan sintimen (perasaan/emosi) yang satu sama lain berhubungan secara langsung.

3. Teori Keseimbangan (A Balance Theory)

Teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik pada orang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap dalam menanggapi suatu tujuan yang relevan satu sama lain.

4. Teori Didasarkan Atas Alasan Praktis (Practicalities of Group Formation)

Teori ini menyatakan bahwa suatu organisasi dapat mengelompok dikarenakan alasan ekonomi, keamanan, atau alasan-alasan sosial lainnya yang bersifat praktis.


Bentuk Kelompok :

1. Kelompok Primer (Primery Group)

Kelompok yang disifati dengan adanya keakraban, kerjasama, dan hubungan tatap muka yang merupakan dasar dalam pembentukan sifat sosial dan cita-cita individu.

2. Kelompok Formal dan Informal

- Kelompok Formal, adalah kelompok yang sengaja dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu yang anggotanya diangkat oleh organisasi.

Contoh : komite (panitia), unit-unit kerja (bagian, laboratorium, R & D, tim manajer, dan sebagainya.

- Kelompok Informal, adalah kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang yang anggotanya tidak diatur dan diangkat, tetapi ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok, timbul dan berkembang dalam kelompok formal.

3. Kelompok Terbuka dan Tertutup

-.Kelompok Terbuka, adalah suatu kelompok yang konsisten dalam merespon akan adanya perubahan dan pembaharuan

- Kelompok Tertutup, adalah suatu kelompok yang kurang konsisten dalam menerima perubahan dan pembaharuan, dan mempunyai kecenderungan tetap menjaga kestabilan.


4. Kelompok Referensi

Kelompok referensi adalah seseorang dalam kelompok melakukan referensi atas dirinya sendiri, dan menggunakan kelompoknya sebagai ukuran (standar) untuk evaluasi dirinya atau sebagai sumber dari nilai dan sikap pribadinya.

5. Kelompok Komando (Command Group)

Merupakan kelompok yang terdiri atas individu-individu yang melapor secara lang sung kepada seorang manajer.

6. Kelompok Tugas (Task Group)

Merupakan kelompok yang ditentukan secara organisasional mewakili mereka yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

7. Kelompok Kepentingan (Interest Group)

Merupakan para karyawan yang berkumpul yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan dengan kepentingan masing-masing.

8. Kelompok Persahabatan (Friendship Group)

Merupakan mereka yang berkumpul bersama karena mereka memiliki satu atau lebih persamaan karakteristik.


Alasan Terbentuknya Kelompok:

1. Kesempatan Untuk Berinteraksi

2. Rasa Aman

3. Status

4. Harga Diri

5. Afiliasi

6. Kekuatan

7. Pencapaian Tujuan

8. Kesamaan Latar Belakang

9. Kesamaan Sikap.


D. KOMUNIKASI ORGANISASI (PERTEMUAN KE-11)

PENGERTIAN KOMUNIKASI

 Adalah proses pengiriman ide atau pikiran, dari satu orang kepada orang lain dengan tujuan untuk menciptakan pengertian dalam diri orang yang menerimanya ( C.A.Brown).

 Adalah proses penyaluran informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (K.Davis).


MISKOMUNIKASI

“Kesalahan komunikasi dapat menimbulkan akibat yang fatal”

TAHAPAN KOMUNIKASI

1. Sumber mempunyai gagasan,pemikiran atau kesan

2. Diterjemahkan atau disandingkan dengan kata-kata

3. Disampaikan atau dikirimkan sebagai berita kepada penerima

4. penerima menangkap simbol-simbol

5. Diterjemahkan kembali melalui gagasan

6. Mengirim berbagai bentuk umpan balik kepada penerima


KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

 Pendengar (penerima pesan) menginterpretasikan dan menangkap berita (ide) yang disampaikan tepat seperti apa yang dimaksud oleh pembicara (pengirim pesan)

 Sumber Kesalahan dalam Komunikasi :

1. Orang / Individu

2. Timing / Waktu

3. Proses Encoding / Decoding


ARAH KOMUNIKASI

Kebawah, keatas, lateral (horizontal).


KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL

Lisan, tertulis, non verbal.


HAMBATAN BAGI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Penyaringan atau filter, persepsi selektif, kelebihan informasi, emosi, bahasa, kesulitan komunikasi.


E. BUDAYA ORGANISASI (PERTEMUAN KE-12)

Pengertian:

– Satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka ragam.

– Nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas organisasi/perusahaan.

– Seperangkat nilai-nilai pokok, asumsi, pemahaman dan cara berfikir yang dimiliki bersama oleh anggota organisasi dan diajarkan kepada anggota baru.


Tingkatan Budaya Organisasi

– Budaya Organisasi yang tampak (Visible), Cara berpakaian, simbol, fisik, perayaan/seremonial, dan tata ruang kantor.

– Budaya Organisasi yang tidak tampak (Invisible),  Disiplin dan makna prestasi.

– Keyakinan yang paling dalam atau asumsi-asumsi yang tersembunyi, Adanya keyakinan bahwa atasan tidak pernah salah

– Anak buah selalu salah, Konsumen adalah raja.


Fungsi Utama Budaya Organisasi

– Sebagai Proses Integrasi Internal, Budaya organisasi berfungsi sebagai pemersatu setiap komponen internal organisasi.

– Sebagai Proses Adaptasi Eksternal, Budaya organisasi berfungsi sebagai sarana untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan luar organisasi.


Sifat Budaya Organisasi

– Budaya organisasi yang adaptif, Budaya organisasi yang mampu menyesuaikan dengan

lingkungan luar organisasi.

– Budaya organisasi yang tidak adaptif, Budaya organisasi yang tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan luar organisasi.


Fungsi Budaya Organisasi Secara Internal

1.Memberikan identitas organisasi kepada karyawannya.

2.Memudahkan komitmen kolektif.

3.Mempromosikan stabilitas sistem sosial.

4.Membentuk perilaku dengan membantu manajer merasakan keberadaannya.


Etika Organisasi

Pengertian

– Etika mencakup studi mengenai pilihan dan masalah moral.

– Etika menyangkut benar versus salah, baik versus buruk yang mewarnai perilaku dan tindakan setiap indvidu dalam organisasi.


Mengembangkan Iklim Etika Organisasi

1.Bertingkah laku etis.

2.Penyaringan karyawan yang potensial..


Mengembangkan kode etik yang berarti

Kode etik dapat menghasilkan dampak yang positif bila mereka

memenuhi empat kriteria:

• Mereka didistribusikan kepada setiap karyawan.

• Mereka sungguh-sungguh didukung oleh top manajemen

• Mereka mengacu kepada praktek spesifik dan dilema etika cenderung dihadapi oleh karyawan yang menjadi target

sasaran.

• Mereka kadang kala didorong dengan penghargaan atas prestasinya dan hukuman yang berat bagi ketidakpatuhan.


F. KONFLIK DALAM ORGANISASI (PERTEMUAN KE-13)

Konflik didefinisikan berdasarkan dampaknya pada organisasi yaitu, 

konflik fungsional dan konflik disfungsional.

- Konflik fungsional dapat:

1. mengarah pada kesadaran yang meningkat tentang masalah yang perlu diatasi

2. menimbulkan pencarian solusi-solusi yang lebih luas dan lebih produktif

3. pada umumnya memfasilitasi perubahan positif, adaptasi, dan inovasi

- konflik disfungsional 

1. Setiap konfrontasi atau interaksi antarkelompok yang membahayakan organisasi atau menghambat organisasi mencapai tujuannya

2. Manajemen harus mencari cara untuk menghilangkan konflik disfungsional


Tahap-tahap konflik :

1. Konflik yang di persepsikan

2. Konflik yang dirasakan

3. Konflik yang termanifestasi


Sebab-sebab konflik: 

1. Persaingan terhadap sumber-sumber daya yang langka

2. Ketergantungan tugas (interdependence)

3. Kekaburan batas-batas bidang kerja

4, Kriteria kinerja yang tidak sesuai

5. Perbedaan-perbedaan tujuan & prioritas


Tipe-tipe situasi konflik:

1. KONFLIK VERTIKAL, konflik terjadi antara atasan & bawahan

2. KONFLIK HORIZONTAL, terjadi antara sesama karyawan atau kelompok yg berada pd hierarkhi yg sama

3. KONFLIK GARIS STAFF, bila konflik terjadi antara staf pada bidang tertentu.

4. KONFLIK PERANAN, terjadi bila komunikasi antar anggota tidak kompetibel bagi pemegang peranan.


Fase-fase konflik :

1. FASE KLASIK, konflik bisa muncul tapi bersifat sementara & harus diselesaikan fihak manajemen.

2. FASE HUB. ANTAR MANUSIA, konflik itu ada tapi bisa dihindari & perlu di atasi

3. FASE KONTEMPORER, konflik adl hal yg tak dpt dihindari dari kehidupan organisasi. Konflik mrp kenyataan hidup yg harus dipahami & bukan ditentang.


Penyebab konflik antar kelompok : 

1. Ketergantungan kerja

* Ketergantungan berkelompok

* Ketergantungan berurutan

* Ketergantungan resiprokal

2. Perbedaan sasaran

* Sasaran-sasaran yang berbeda

3. Perbedaan persepsi

* Inkongruensi status

* Persepsi yang tidak akurat


Tingkat-tingkat konflik :

1. Konflik intra perorangan, Konflik ini muncul dlm diri seorang individu dengan

pemikirannya sendiri (individu mengalami semacam tekanan-tekanan dlm

dirinya sendiri secara emosional).

2. Konflik antar perorangan,Terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih,

biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan sifat & perilaku setiap orang dlm organisasi.

3. Konflik antar kelompok, Terjadi apabila diantara unit-unit kelompok mengalami

pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, pertentangan ini bila berlarut-larut akan membuat koordinasi & integrasi kegiatan menjadi terkendala/mengalami kesulitan.

4. Konflik antar keorganisasian, Konflik bisa juga terjadi antara organisasi yg satu dengan yg

lain, karena adanya ketidakcocokan suatu badan terhadap kinerja suatu organisasi


Manajemen konflik :

 Mengelola konflik berarti kita harus meyakini bahwa konflik memiliki peran dalam rangka pencapaian sasaran secara efektif dan efisien.

 Mengelola konflik perlu skala prioritas, agar tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antar fungsi/divisi dalam organisasi. 


3 hal dalam konflik :

 KONFLIK berkaitan dengan PERILAKU terbuka, bisa muncul karena adanya ketidaksetujuan antar individu & kelp yg dibiarkan memuncak.

 KONFLIK muncul karena ada 2 PERSEPSI yang berbeda

 ADANYA PERILAKU yg dilakukan secara sadar oleh salah satu fihak untuk menghalangi tujuan fihak lain.


Metode penyelesaian konflik :

1. Dominasi & penekanan

2. Kompromi

3. Pemecahan masalah integratif


Positif dan Negatifnya konflik :

- Positif :

1. Persemaian yang subur bagi terjadinya perubahan sosial.

2. Memfasilitasi tercapinya kesepakatan atas berbagai kepentingan.

3. Dapat mempererat persatuan kelompok.

4. Memperkuat identitas kelompok asal.

5. Meningkatkan prestasi kelompok asal.

6. Memberi peluang untuk belajar.


- Negatif :

1. Terjadi ketidakadilan dan solusi yang digunakan seringkali destruktif seperti win – lose solution, peperangan, ektrimis, genocide, dll.

2. Penyelesaian masalah secara destruktif semakin terbuka, sehingga memperkeruh keadaan.

Senin, 01 Februari 2021

TUGAS MANDIRI 5- BAHASA INGGRIS KAMPUS MILLENIAL ITBI

 Nama : Mutiarani Sinaga 

Jurusan : Sistem Informasi 

Keelas : Malam 

SOAL:

A Topic about adjective. Fill the blank with the best answer !

1. She's a _______________ little girl who learns very quickly.

2. Water becomes a _______________ at 0 degrees centigrade.

3. The skin of a snake is not rough or slimy; in fact, it is quite dry and _______________.

4. These pants are too _______________; I think I need something a little larger.

5. Make sure you wear the _______________ clothing when you go for your job interview.

B Topic about demonstrative. Fill the blank with the best answer !

6. Do you know ____ boys over there?

7. Do you know outfits of Mr Eren Yeager ? How could i buy something like ____ ?

8. Could you bring me _____ book I left in the garden?

C Solve this request !

9. Write a short story with adjectives that describe yourself and your college major. 


Jawab : 


A


Topic about adjective. Fill the blank with the best answer :


1.She's a SMART litle girl who learns very quickly


2. Water becomes at MELT at 0 degrees centigrade.


3.The skin of a snake is not rough or slimy, in fact, it is quite dry and SLICK


4. These pants are too TIGHT I think I need something a little larger


5.Make sure you wear the BEST clothing wen you go for yout job interview




B.Topic about demonstratve. Fill the blank with the best answer.


 6. Do you know HANDSOME boys over there?


7. Do you know outfits of Mr Eren Yeager ? How could i buy something like a SHIRT? 


8. Could you bring me MY book I let in the garden?



C.My name is Mutiarani Sinaga. I am a student at the Indonesian Institute of Technology and business. I chose this campus because I feel that I fit into this camp. the lecturers are very patient and friendly, always guiding the students well. I went to college while working, which is where I like to work hard. I feel myself good, diligent, sincere, smart, and patient. so that I really aspire to be a scholar so that my parents can be proud.

Senin, 25 Januari 2021

TUGAS MANDIRI 5 - PENDIDIKAN AGAMA DAN ASAH SKILL KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga 
Jurusan : Sistem informasi
Kelas : Malam 

Soal: 
1. Mendeskripsikan peranan kepala keluarga bagi anak anak 
2. Mendeskripsikan pendidikan agama dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak! 

Jawab : 

1. 

Peran ayah sebagai kepala keluarga dalam keluarga sangatlah penting. Ayah merupakan sosok yang penting dalam keluarga. Selain sebagai pemimpin, ayah juga sering dijadikan idola dan panutan anak-anaknya. Saat menjalankan kewajibannya dengan baik, ayah menjadi sosok panutan yang bertanggungjawab dengan melindungi keluarganya.

Peran ayah dalam keluarga juga tentu akan memberikan pengaruh dalam pembentukan sebuah keluarga. Meski ayah dan ibu memiliki peran dan fungsinya masing-masing baik dalam hal pengasuhan anak maupun rumah tangga, peran ayah memiliki nilai yang lebih tinggi sebagai pemimpin.

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Hafizhohullah menjelaskan bahwa ayah memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dalam mendidik keluarga serta putra-putrinya untuk mentaati Allah.

Sebab, di antara doa-doa yang dilantunkan oleh para nabi, adalah do’a khusus untuk kebaikan anak-anak dan keturunananya.


Peran Ayah dalam Keluarga Menurut Islam

1. Menjadi Pemimpin dalam Keluarga
Peran ayah dalam keluarga yang pertama adalah menjadi pemimpin keluarga. Setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, dan Allah menciptakan manusia untuk menjadi Khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Al-An’am:165).

Manusia dianugerahkan oleh Allah kedudukan untuk mengatur, memimpin dan memiliki kekuasaan di muka bumi. Meski begitu, menjadi pemimpin tentu tidak mudah. Karena setiap pemimpin itu akan diminta pertanggungjawabannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya,

Dan isteri pemimpin terhadap keluarga, rumah suaminya, dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya,”.

Kedua keterangan tersebut menegaskan betapa pentingnya sosok seorang ayah sebagai pemimpin keluarga. Tugas dan tanggung jawabnya begitu besar, karena tidak hanya menyangkut kehidupan di dunia tapi juga di akhirat kelak.

Ayah berperan sebagi pemimpin agar keluarganya selalu melakukan kebaikan yang mendatangkan pahala. Allah berfirman: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya,” (Al-Zalzalah: 7-8).

2. Pencari Nafkah Keluarga
Peran ayah dalam keluarga yang selanjutnya adalah menjadi pencari nafkah keluarga. Peran ayah dalam keluarga selain sebagai pemimpin adalah sebagai pencari nafkah untuk keluarganya. Sebagaimana Allah Berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Sebab itu maka perempuan yang shalehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” (An-Nisa: 34).

Nafkah yang dicari oleh seorang ayah ini juga haruslah nafkah yang halal, karena Allah sudah menentukan rezeki bagi setiap orang. Allah berfirman: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya,” (An-Nahl: 114).

3. Mencarikan Pendamping yang Baik untuk Anaknya
Peran ayah dalam keluarga yang selanjutnya adalah mencarikan pendamping yang baik untuk anaknya. Urusan pendamping atau jodoh ini memang sudah diatur oleh Allah SWT. Namun, apabila seorang ayah memiliki anak perempuan yang sudah mampu untuk menikah, maka ayah bisa mencarikan pendamping untuk anaknya.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa memelihara tiga orang anak perempuan, lalu ia mendidik dan menikahkan mereka, serta berbuat baik kepada mereka, maka dia akan mendapatkan surga,”

Selain memimpikan surga, mencarikan pendamping yang baik untuk anaknya adalah peran ayah yang ditunjukkan agar anak-anaknya memiliki keluarga yang lebih baik dari dirinya. Tentunya setiap orang tua berharap anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik dalam segala hal.

4. Peran Ayah sebagai Pendidik
Peran ayah dalam keluarga yang selanjutnya adalah menjadi pendidik keluarga. Dalam surat Luqman ayat 13-19, menyiratkan bahwa seorang ayah memiliki peran sebagai pemimpin sekaligus pendidik bagi anaknya. Dia tidak dapat melepaskan masalah pendidikan anak-anaknya hanya kepada ibu dan sekolahnya. Anak memerlukan ayah dalam perkembangannya, yang tidak dapat digantikan.

Nabi Muhammad SAW: “Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca AlQur’an, karena orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lingkungan singgasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-Nya; mereka beserta para Nabi-Nya dan orang-orang suci,” (At Thabrani).

Menjalankan peran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik atau educator dalam keluarga, ayah adalah guru bagi anak-anaknya, baik di dalam maupun di luar rumah. Cakupan pendidikan yang bisa diberikan pada anaknya begitu luas. Bukan hanya pendidik akademik saja, tetapi juga sosial dan nilai-nilai agama.

Rasulullah telah membuatkan metode yang jelas dalam mencegah kesalahan-kesalahan pada anak serta meluruskan ketimpangan perilakunya.

Orang tua yang berperan sebagai pendidik semestinya menempuh metode yang diberikan Rasulullah dan memilih metode yang paling patut dipakai dalam mendidik dan mengasuh anak ,sehingga para orangtua sampai pada apa yang mereka cita-citakan yaitu mendapatkan anak yang disiplin, beriman dan bertakwa.

Di antara metode Rasulullah dalam mencegah atau mengatasi kesalahan ialah pengarahan langsung. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dari Abu Salamah, ia berkata, “Aku pernah di bawah asuhan Rasul, dan waktu itu tanganku menggamak ke sana-sini di dalam baskom besar, maka Rasul berkata kepadaku,”Wahau anakku, bacalah bismillah kemudian makanlah dengan tangan kananmu, dan makan makanlah yang dekat denganmu,”.

2. 
Pendidikan agama di lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pembentukan kepribadian bagi anak-anak, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga. Proses pembinaan nilai-nilai agama dalam membentuk kepribadian aak-anak dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma’rifatullah. Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya. Selain itu, agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik, juga di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya. 

Jumat, 22 Januari 2021

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (SEMESTER 2 ) KALKULUS - KAMPUS MILLENIAL ITBI

Nama: Mutiarani Sinaga  Jurusan : Sistem informasi Kelas : Malam