1. Apa yg di maksud dengan motivasi dan bagaimana penerapan motivasi dalam organisasi dapat menyelesaikan kendala perilaku dalam individu organisasi.
Jawaban :
Penerapan motivasi dalam organisasi dapat menyelesaikan kendala-kendala perilaku dalam organisasi yaitu dengan motivasi kita dapat membangun rasa percaya diri seseorang, membuat seseorang keluar dari rasa keterpurukannya dan perilaku negatif lainnya menjadi sesuatu yang positif, dan tentunya dengan dukungan dari orang-orang terdekat dalam organisasi misalnya ketua, teman satu tim dan lain sebagainya.
Pembahasan
Memotivasi merupakan salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh setiap pimpinan, hal ini dikarenakan ada kalanya seorang karyawan mengalami kejenuhan dalam bekerja, merasa putus asa karena semua cara menurutnya telah dilakukan namun belum juga menunjukkan hasilnya.
Motivasi memberikan dampak yang positif bagi seseorang yang sedang merasa terburuk, dukungan moril seperti ini harus dilakukan agar mereka tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Motivasi dalam perusahaan yang dilakukan oleh atasan dapat berupa apa saja, misalnya bonus, ucapan terimakasih, nasehat, pujian dan lain sebagainya.
Dengan adanya motivasi, maka para karyawan akan lebih bersemangat lagi dalam bekerja untuk mencapai tujuannya, baik tujuan perusahaan maupun tujuan pribadinya. dengan demikian karyawan dapat bekerja dengan semangat dan bahagia.
2. Jelaskanlah teori motivasi tersebut .
A teori X dan Y dari mc.gregor
B Hierarki kebutuhan maslow (maslow hierarcy of needs)
Jawaban :
A. Teori dua sisi “X” dan “Y” dari Douglas McGregor merupakan konsep baru dalam motivasi. Teori “X” merupakan pandangan tradisional yang melihat sisi negatif dari seorang individu, dan sebaliknya teori “Y” merupakan pandangan tentang manusia modern yang melihat hal-hal positif dari individu dalam organisasi.
Motivasi
Teori X menganggap karyawannya tidak suka terhadap pekerjaan, mereka bahkan berusaha untuk menghindari pekerjaan dan tidak ingin adanya tanggung jawab. Sebaliknya, Teori Y beranggapan semua karyawannya bekerja dengan motivasi dari dirinya sendiri dan bersedia untuk bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukannya.
B. Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchy of Needs), kebutuhan manusia dapat dikategorikan menjadi 5 level: physiological needs (kebutuhan fisiologi), safety needs (kebutuhan akan keamanan), social needs (kebutuhan akan memiliki dan kasih sayang), esteem needs (kebutuhan akan penghargaan), dan self-actualization needs (kebutuhan akan aktualisasi diri). Menurut hasil riset Abraham Maslow, kebutuhan – kebutuhan ini bertingkat dan sebelum bisa memuaskan kebutuhan di level berikutnya, kebutuhan di level sebelumnya harus dipenuhi dulu. Level – level dari hierarki tersebut adalah seperti berikut.
Physiological Needs
Level pertama dari hierarki kebutuhan manusia adalah physiological needs atau kebutuhan fisiologi kita. Level ini terdiri dari kebutuhan – kebutuhan fisik yang paling mendasar dan adalah hal – hal yang kita perlu untuk tetap hidup. Ini termasuk makanan, minuman, tempat berteduh, tidur, dan oksigen (sandang, pangan, papan). Sebelum bisa menangani kebutuhan yang lain, kebutuhan fisiologi manusia harus ditangani dulu; seorang yang sedang benar – benar kelaparan tidak akan memikirkan reputasi mereka ataupun mencari teman.
Dalam konteks bisnis, kebutuhan ini bisa dipuaskan dengan cara membayar karyawan dengan pembayaran yang cukup tinggi agar mereka mampu membiayai keperluan dasar mereka.
Safety Needs
Setelah memenuhi kebutuhan level pertama, maka kita bisa mulai mencoba memuaskan kebutuhan level kedua, safety needs atau kebutuhan akan keamanan. Keamanan disini bukan cuma berarti secara fisik (walau itu juga termasuk dalam level ini) tetapi juga mengenai rasa keamanan. Artinya, selain keamanan fisik, kebutuhan ini juga termasuk stabilitas dan ketergantungan, sekaligus perlindungan dari kriminalitas, terorisme, perang, penyakit, bencana alam, dan lain – lain. Keamanan juga termasuk keamanan secara mental seperti kebebasan dari rasa takut, stres, dll. Bila kita tidak merasa aman, maka kita tidak akan memikirkan kebutuhan sosial, maupun kebutuhan akan dihargai orang lain.
Dalam konteks bisnis, kebutuhan ini bisa dipenuhi dengan kontrak kerja agar mereka mendapat jaminan kerja. Untuk beberapa orang, organisasi yang terstruktur juga dapat memuaskan kebutuhan level ini karena dapat memberi mereka perasaan stabilitas. Peraturan juga mungkin membantu perasaan stabilitas.
Social Needs
Setelah kebutuhan fisiologi terpenuhi dan kita sudah merasa aman, maka berikutnya adalah kebutuhan kita untuk merasakan kasih sayang sekaligus perasaan memiliki dan dimiliki, atau social needs. Yang dimaksud adalah kebutuhan manusia untuk merasa dibutuhkan agar dianggap sebagai warga komunitas sosialnya. Kebutuhan ini bisa termasuk keinginan untuk bersahabat, atau untuk memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarganya, dan juga keinginan memberi dan menerima cinta.
Dalam konteks bisnis, kebutuhan ini bisa dipenuhi dengan memberikan kesempatan untuk para karyawan bekerja bersama dan bersosialisasi. Ini bisa dilakukan dengan menugaskan pekerjaan kelompok atau juga bisa menjadwalkan rekreasi bersama.
Esteem Needs
Setelah mereka merasa bahwa kebutuhan fisiologi mereka terpenuhi, keamanan mereka terjamin, dan bahwa mereka adalah warga dari komunitas sosial mereka, mereka akan memiliki esteem needs, atau kebutuhan untuk dihargai. Kebutuhan ini adalah kebutuhan egonya atas keinginan untuk berprestasi dan memiliki prestise. Ini dapat termasuk keinginan untuk dihormati orang lain, ketenaran, pengakuan, perhatian, reputasi, dan kepemilikan status. Selain kebutuhan eksternal, manusia juga akan membutuhkan keyakinan pada diri sendiri, kompetensi, prestasi, kemandirian, kebebasan, dan penguasaan.
Dalam konteks bisnis, kebutuhan ini bisa kita realisasikan dengan mengakui pekerjaan – pekerjaan yang karyawan kita kerjakan; saat mereka melakukan sesuatu yang bagus atau saat mereka berhasil, kita harus meyakinkan mereka bahwa kita mengakui pencapaian itu. Selain itu, kita juga bisa beri promosi, status, atau pujian di depan karyawannya yang lain.
Self-actualization needs
Setelah semua kebutuhan diatas terpenuhi, maka kita akan mencapai kebutuhan akan aktualisasi sendiri, atau self-actualization needs. Kebutuhan ini adalah mengenai membuktikan dan menunjukan diri kepada orang lain. Untuk melakukan itu, kita akan mengembangkan diri sendiri semaksimal mungkin segala potensi yang kita miliki. Untuk menjadi yang terbaik yang kita bisa, itulah tujuan kebutuhan ini. Tidak banyak orang yang bisa mencapai tahap ini, karena banyak dari kita yang memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi. Kebutuhan tingkat ini berbeda dengan kebutuhan – kebutuhan sebelumnya. Kita tidak ingin lagi dihargai orang lain, maupun ingin persahabatan ataupun cinta mereka. Pada tahap ini, apa yang kita lakukan adalah untuk membuktikan pada diri sendiri.
3. Jelaskanlah teori pembentukan kelompok ini.
A. Teori kedekatan ( propinquity theory)
B. Teori komperehensif ( comperehensive theory)
C. Teori keseimbangan ( A balance theory)
D. Teori di dasarkan atas alasan praktis.
Jawaban :
A. Teori terbentuknya kelompok yang sangat dasar ialah teori kedekatan (Propinquity Theory) yang dikembangkan oleh Fred Luthans (1939). Teori ini menjelaskan tentang adanya afiliasi (perkenalan) diantara orang-orang tertentu. Seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena kedekatan ruang dan daerahnya.
B. Komprehensif dalam term perencanaan yaitu merupakan perencanaan yang bersifat menyeluruh (holistik) bukan sebagian atau beberapa bagian yang terpisah (parsial) dari suatu sistem perencanaa, .namun bukan berarti memasukkan seluruh elemen dan aspek yang dapat didentifikasi dari suatu entitas/komunitas tetapi harus mempertimbangkan cakupan yang lengkap dari elemen-elemen pokok yang dapat ditangani di dalam proses analisis. Oleh karena itu komprehensifitas harus mencakup sebanyak mungkin faktor internal yang dapat dikontrol dan faktor eksternal pokok yang terkait.
C. Teori keseimbangan atau balance theory merupakan sebuah teori yang membahas tentang dengan cara seseorang menata sikap terhadap orang atau benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya sendiri. ... Teori ini berusaha antara pribadi.
D. Teori Alasan Praktis (Practical Theory) menyatakan bahwa kelompok terbentuk karena kelompok cenderung memberikan kepuasan atas kebutuhan-kebutuhan sosial yang mendasar dari orang-orang yang berkelompok.
Contohnya .
Teori alasan Praktis
kebutuhan-kebutuhan fisik (udara, air, makanan, pakaian),
kebutuhan rasa aman,
kebutuhan untuk menyayangi dan disayangi,
kebutuhan terhadap penghargaan (dari dirinya sendiri dan orang lain),
kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri (menggali segenap potensi) dan bertumbuh.
4. Jelaskanlah alasan terbentuknya kelompok.
Jawaban :
Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu. Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efisien dan efektif.
terjadinya kelompok akibat dari adanya saling menguntungkan dan memperhemat waktu serta mempercepat pekerjaan.
Suatu kelompok biasanya dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan, kegiatan tertentu agar lebih mudah dan tidak ada pihak yang merasa terbebani karena dilakukan secara bersama sama.
5. Apa pentingnya berkomunikasi dan fakta Apa yg melatarbelakangi Sehingga dikatakan komunikasi adalah Persyaratan kehidupan manusia . ( bateson 1972 dikatakan " we cannot not comunicate)
Jawaban:
6. Menurut kamu, knapa komunikasi atau kesalahan Komunikasi dapat menimbulkan Akibat yg fatal?
Jawaban :
Dampak yang terlihat jelas dari kekurangan skill dalam berkomunikasi adalah seringnya terlibat konflik seperti pribadi yang egois. Kita bisa mengatakan seseorang sudah tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, mementingkan diri sendiri, tidak mempunyai semangat, dan hidupnya penuh dengan tekanan.
7. Jelaskan secara singkat model Komunikasi linear david Kannet berlo .
Jawaban :
Model komunikasi Berlo merupakan model yang menggambarkan proses komunikasi. Melalui model komunikasinya, Berlo menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi setiap elemen yang dimiliki individu dalam proses komunikasi guna membuat komunikasi menjadi lebih efisien.
Pada awal abad 20, komunikasi dipandang sebagai proses yang bersifat mekanis dimana informasi atau pesan berjalan lurus melalui saluran komunikasi. Model mekanis komunikasi disebut juga dengan model komunikasi linear karena proses komunikasi dipandang sebagai sebuah garis lurus. Salah satu model komunikasi linear yang sangat berpengaruh adalah model komunikasi matematika Shannon dan Weaver yang dikembangkan untuk membantu insinyur telefon merancang cara yang efisien untuk mengirimkan sinyal-sinyal elektrik dari satu tempat ke tempat lain. Model komunikasi matematika Shannon dan Weaver tidak dimaksudkan untuk menggambarkan komunikasi tatap muka antar manusia melainkan meletakkan dasar-dasar bagi model-model komunikasi antar manusia lainnya.
Konsep Dasar
Pada tahun 1960, seorang peneliti komunikasi yang bernama David Kenneth Berlo mengenalkan sebuah istilah SMCR untuk menggambarkan salah satu jenis model komunikasi linear yang terdiri dari berbagai komponen yang meliputi sumber atau pengirim pesan (source/sender), pesan (message), saluran (channel), dan penerima pesan (receiver).
Elemen-elemen dalam Model Komunikasi Berlo
Model komunikasi SMCR Berlo memiliki 4 (empat) komponen atau elemen utama yang menyokong terjadinya proses komunikasi. Keempat elemen utama tersebut adalah sender/source atau pengirim pesan, message atau pesan, channel atau saluran komunikasi, dan receiver atau penerima pesan. Masing-masing elemen model komunikasi Berlo dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Manfaat Mempelajari Model Komunikasi Berlo
Mempelajari model komunikasi Berlo dapat memberika manfaat, diantaranya adalah :
Memahami akar model komunikasi Berlo.
Memahami konsep model komunikasi Berlo.
Memahami berbagai elemen dalam model komunikasi Berlo.
Memahami berbagai kritik terhadap model komunikasi Berlo.
8. Apa yang di maksud dengan budaya organisasi dan jelaskanlah fungsi budaya organisasi secara internal .
Jawaban :
Pengertian Budaya Organisasi
Apa itu budaya organisasi? Pengertian Budaya Organisasi adalah suatu karakteristik yang ada pada sebuah organisasi dan menjadi pedoman organisasi tersebut sehingga membedakannya dengan organisasi lainnya. Dengan kata lain, budaya organisasi adalah norma perilaku dan nilai-nilai yang dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi dan digunakan sebagai dasar dalam aturan perilaku dalam organisasi tersebut.
Budaya organisasi secara sederhana dapat juga diartikan bagaimana segala sesuatu diselesaikan di tempat tersebut (Deal & Kennedy, 2000). Budaya dalam sebuah organisasi melibatkan sekumpulan pengalaman, filosofi, pengalaman, ekspektasi dan juga nilai yang terkandung di dalamnya yang nanti akan tercermin dalam perilaku anggota, mulai dari inner working,interaksi dengan lingkungan di luar organisasi, sampai ekpsktasi di masa depan.
Fungsi / Peran Budaya Organisasi
Seperti dijelaskan dalam pengertian budaya organisasi di atas, leader memberi peranan penting dalam membentuk budaya kerja pada organisasi. Sehingga, fungsi budaya organisasi secara umum terbagi dalam beberapa hal, meliputi:
Menambahkan rasa kepemilikan dan menaikkan loyalitas karyawan dalam perusahaan
Digunakan sebagai alat untuk mengorganisasikan anggota
Memperkuat nilai organisasi
Sebagai mekanisme untuk mengontrol perilaku di dalam lingkungan kerja
Mendorong semua struktur untuk meningkatkan kinerja baik itu untuk jangka pendek atau jangka panjang
Budaya organisasi juga berfungsi sebagai penentu arah, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.
Selain itu, beberapa ahli juga pernah menjelaskan tentang fungsi budaya organisasi tersebut, diantaranya adalah:
1. Menurut Ndraha (1997 : 21)
Sebagai identitas dan citra sebuah masyarakat
Untuk mengikat suatu masyarakat
Sebagai sumber daya
Menjadi kekuatan penggerak
Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
Menjadi panduan pola perilaku
Sebagai warisan
Pengganti formalisasi
Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation-state
2. Menurut Robbins (1999:294)
Berperan untuk menetapkan tapal batas
Menjadi identitas bagi suatu anggota organisasi
Untuk mempermudah timbulnya komitmen
Budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial
3. Menurut Siagian (1992:153)
Untuk menentukan batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang benar dan yang salah
Menumbuhkan rasa memiliki dan jati diri sebuah organisasi dan para anggotanya
Untuk menumbuhkan komitmen kepada anggota bahwa kepentingan bersama adalah di atas kepentingan individual
Sebagai alat untuk memperkuat ikatan seluruh anggota organisasi
Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan
9. Menurut pemahaman anda , komunikasi yg bagaimana di katakan efektif?
Jawaban :
Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektivitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.
Komunikasi verbal efektif
# Berlangsung secara timbal balik
# Makna pesan dapat disampaikan secara ringkas dan jelas
# Bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami.
# Cara penyampaian mudah diterima.
Disampaikan secara tulus.
# Mempunyai tujuan yang bisa ditangkap jelas.
# Memperhatikan norma yang berlaku.
# Disertai dengan humor atau cara-cara menyenangkan lainnya.
Komunikasi nonverbal yang efektif
* Penampilan fisik yang meyakinkan lawan bicara.
* Sikap tubuh dan gesture.
* Ekspresi wajah.
* Sentuhan.
10. Apa itu manajemen konflik dan metode apa saja Yang kamu ketahui Untuk menyesaikan konflik.
Jawaban :
Manajemen konflik merupakan suatu pendekatan atau suatu kegiatan yang dilakukan untuk komunikasi dengan pihak yang terkait dengan konflik tersebut. Pelaku konflik tersebut bisa mempengaruhi kepentingan bersama dalam suatu organisasi. Salah satunya adalah perusahaan.
manajemen konflik sendiri menjadi salah satu serangkaian reaksi kemudian aksi dari berbagai pelaku baik itu dari pihak luar ataupun dalam sebuah konflik. Jadi manajemen konflik sendiri bisa jadi sebuah pendekatan dengan tujuan orientasi sebuah proses untuk memperlihatkan komunikasi baik dari perilaku sampai komunikasi. Nantinya beberapa pihak seperti dari luar akan memberikan informasi akurat hingga terciptanya sebuah komunikasi lebih efektif
Cara Mengatasi Konflik Memanfaatkan Manajemen Konflik
Sudah jelas dari berbagai macam konflik internal ataupun eksternal perusahaan bisa saja diatasi menggunakan berbagai metode menarik. Maka dari itu akan kita ulas secara mendalam seperti apa cara-cara mengatasi konflik di dalam internal seperti karyawan terhadap pimpinan ataupun lainnya.
Metode Rujuk
Pertama ada metode rujuk dimana dilakukan oleh pihak bersengketa kemudian bisa jadi sebuah pendekatan dan hasrat untuk kembali bekerja sama hingga menjalankan sebuah hubungan baik demi kepentingan bersama. Dari metode rujuk ini biasanya diperlukan mediasi hingga manajemen konflik bisa diterapkan dan mengurangi unsur ketegangan di beberapa pihak.
Persuasi
Metode persuasi juga bisa dilakukan untuk memberi perubahan posisi dari pihak lainnya. Tujuan dari persuasi ini sangat baik yakni mengurangi kerugian yang bisa muncul dengan adanya berbagai bukti faktual hingga bisa memperlihatkan bahwa dari pendapat beberap orang akan memberikan keuntungan serta konsistensi dalam penerapan norma hingga standar keadilan yang sekarang masih berlaku.
Metode Pemecahan Masalah Terpadu
Ada solusi lainnya bisa dengan mudah diterapkan untuk memberi sistem manajemen konflik lebih baik, yakni menggunakan metode pemecahan masalah terpadu. Nantinya terdapat usaha untuk menyelesaikan masalah dengan menggabungkan berbagai kebutuhan kedua belah pihak. Bahkan beberapa proses masih bisa terjadi seperti bertukar informasi, fakta, perasaan, kemudian masih memperlihatkan berbagai macam solusi untuk menimbulkan rasa saling percaya kemudian dapat menghadirkan berbagai alternatif pemecahan masalah dengan keuntungan berimbang di kedua belah pihak.
Tawar Menawar
Metode tawar menawar juga masih saja jadi solusi terbaik untuk meredakan konflik internal ataupun eksternal di sebuah perusahaan. Metode tawar menawar ini akan menghadirkan penyelesaian yang nanti bisa diterima oleh kedua pihak. Bahkan dari kedua pihak tersebut akan mempertukarkan konsesi yang mana tanpa mengemukakan sebuah janji secara eksplisit.
Penarikan Diri
Salah satu manajemen konflik yang sekarang kerap dilakukan adalah salah satu atau kedua pihak saling menarik diri dari hubungan. Untuk cara satu ini memang terlihat efektif jika keduanya tidak terlalu aktif berinteraksi kemudian sanggup mengerti seperti apa tugas satu sama lainnya yang masih bergantung.
Pemaksaan dan Penekanan
Masih ada solusi untuk mengatasi berbagai macam konflik salah satunya penekanan dan pemaksaan. Sampai sekarang cara satu ini bisa digunakan dengan menekan pihak lain agar cepat menyerah. Akan tetapi cara satu ini bisa menggunakan bentuk ancaman ataupun bentuk intimidasi sehingga kurang efektif karena dari salah satu pihak harus bisa menyerah atau mengalah secara terpaksa.
Konsultasi
Solusi lain agar sebuah konflik di dalam perusahaan bisa teratasi adalah konsultasi dimana tujuannya sendiri digunakan untuk memperbaiki hubungan antar kedua belah pihak. Tidak hanya itu karena bisa juga ditujukan untuk mengembangkan kemampuan hingga dapat menyelesaikan konflik. Dari konsultasi ini dibutuhkan seorang konsultan hingga dapat memberi solusi berupa teknik untuk meningkatkan aspek persepsi dan kesadaran seputar tingkat laku.